'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''""'
SARI BERITA : Sabtu, 5 Agustus 2000
==================================
<>Usai ST-MPR Akan Ada Reshuffle, Yudhoyono Menko Ekuin?
<>Priyo tawarkan Cak Nur, Ichlasul Amal, Sultan HB dan SBY sebagai Menteri
Utama
<>Dokter Soeharto Diragukan
Hasballah: Dokter Jangan Berpolitik
<>Bom Buatan Amerika, Darah Pelaku Ditemukan
+++++++++++++++++++++++++++

Usai ST-MPR Akan Ada Reshuffle, Yudhoyono Menko Ekuin?
-------------------------------------------------------------------
detikcom - Jakarta, Belakangan ini, Mentamben Susilo Bambang Yudhoyono
rajin keluar masuk istana. Dimaklumi karena ia masuk dalam tim penyusun
progress report Presiden Gus Dur untuk Sidang Tahunan MPR nanti. Lebih dari
itu, ia dikabarkan tengah digadang-gadang untuk jadi Menko Ekuin dalam
reshuffle akhir Agustus nanti. Benarkah?
"Wah saya tidak tahu itu," sergah Susilo Bambang Yudoyono saat ditemui di
Istana Merdeka usai pertemuan dengan Gus Dur, Jumat (4/8/2000) petang.
Kabar lain, Yudoyono akan ditunjuk Gus Dur membacakan progress report. Tapi
yang ini pun Mentamben juga tidak bisa memastikan. "Itu terserah Gus Dur,"
kilah dia.
Yang jelas Yudhoyono mengakui menjadi salah satu anggota tim yang akan
mengolah laporan pelaksanaan tugas masing-masing menteri. Olahan itulah
yang akan disampaikan presiden dalam sidang paripurna hari pertama Sidang
Tahunan MPR. "Jadi sebenarnya tim ini merakit kembali laporan atau
pelaksanaan dan tugas masing-masing menteri supaya sesuai dengan
konteksnya," jelas Yudhoyono.
Selengkapnya: http://www.detik.com/peristiwa/2000/08/05/200085-081107.shtml

Priyo tawarkan Cak Nur, Ichlasul Amal, Sultan HB dan SBY sebagai Menteri
Utama
--------------------------------------------------------------------
Jakarta -- Usulan untuk mengadakan jabatan menteri pertama terus bergulir.
Kali ini Anggota Fraksi Partai Golkar, Priyo Budi Santoso mengusulkan nama
cendekiawan Islam Nurcholish Madjid, Rektor UGM, Ichlasul Amal atau
Gubernur Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X sebagai tokoh dari luar
pemerintahan untuk mengisi jabatan tersebut. Sementara dari dalam
pemerintahan Priyo mengajukan nama Mentamben Susilo Bambang Yudhoyono.
Usulan tersebut dilontarkan dalam diskusi "Agenda Reformasi dan Sidang
Tahunan MPR 200" di JMC, hari ini.
Kepada kepada wartawan, Priyo berterus terang bahwa usulannya ini untuk
menghindari upaya penjatuhan Presiden Abdurrahman Wahid. "Jalan kompromi
yang saya tawarkan adalah Gus Dur sebagai simbol kepala negara demikian
pula Megawati sebagai simbol perekat bangsa," katanya seraya menambahkan
ini merupakan usulan maksimal.
Selengkapnya: http://www.berpolitik.com/article.pl?sid=100/08/04/215226

Dokter Soeharto Diragukan
Hasballah: Dokter Jangan Berpolitik
---------------------------------------------
Ada indikasi kepentingan melindungi tersangka korupsi Soeharto, yang
dilakukan dua dokter pribadinya. Sebab kedua dokter tersebut, memberi
keterangan berbeda, mengenai penyakit yang diderita Soeharto.
Menneg HAM Hasballah M Saad, di Jakarta Jumat (4/8) menyebutkan, memang
semuanya tergantung penilaian Jaksa dan Hakim, terhadap keterangan dokter
mengenai kesehatan Soeharto.
Kalau toh nantinya, Soeharto punya alasan kesehatannya, maka menurut
Hasballah Hakim dan Jaksa tidak akan memaksa Soeharto, datang ke sidang
pengadilan. Karena kalau hal itu dipaksakan bisa melanggar hak asasi
Soeharto.
Namun Hasballah mengingatkan, agar para dokter yang memeriksa Soeharto,
memegang teguh kode etiknya kedokteran dan tidak ikut-ikutan bermain
politik.
"Saya kira kredibilitas dokter harus dipertanyakan jika dalam memberi
keterangan ada kepentingan lain diluar kepentingan medis," tandas Hasballah
(Sumber: koridor.com)

Bom Buatan Amerika, Darah Pelaku Ditemukan
----------------------------------------------------
JAKARTA, Mandiri - Bom yang meledak di depan kediaman Dubes Filipina adalah
buatan Ameika Serikat berjenis C4. Bom tipe ini memang memiliki daya ledak
yang cukup dahsyat.
"Jenis ini tak lazim digunakan di Indonesia dan tak diproduksi di sini.
Tapi, polisi belum bisa mengindikasikan pelakunya, apakah dari dalam atau
luar negeri," ujar Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Polisi
Rusdihardjo seusai bertemu Presiden KH Abdurrahman Wahid di Istana Merdeka,
Jakarta, Jumat (04/8).
Aparat kepolisian saat ini juga telah menemukan ceceran darah yang tercecer
di sekitar lokasi pengeboman, yang anehnya, bukan darah korban. "Dalam
peyelidikan, darah yang tercecer tersebut diduga milik pelaku pengebom yang
melarikan diri," ungkap Rusdihardjo seraya memaparkan bahwa samapai kini,
polisi masih melakukan pengusutan intensif.
Selengkapnya:
http://www.mandiri.com/ASPs/Fullstory1.asp?NewsID=HKR200008050001
++++++++++++++++++++++++++++

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke