'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''""'
SARI BERITA : Senin, 7 Agustus 2000
==================================
(>) Usulan F-KB Soal Pasal 29
(>) Wapres Tak Otomatis Menjadi Presiden
(>) Wakil Panglima AGAM Akui 2 Anggotanya Ditembak Aparat
(>) Amien Rais: Menteri Pertama Terserah Presiden
(>) JIka SI: PDI-P Mengancam Walk Out
(>) Banser Jatim Mulai Serbu Jakarta
(>) 85.000 Banser NU Jabar Tetap Siaga
(>) Tiga Deklarasi Kongres Minahasa
(>) Tolak Amandemen Piagam Jakarta

Usulan F-KB Soal Pasal 29
Posisi Kepercayaan dan Agama Dibalik
----------------------------------------------
koridor.com [7 Aug, 8:45] F-KB tetap bersikukuh pada rumusan pasal 29
seperti yang sudah ada di UUD 1945. Hal itu dikemukakan Ketua F-KB Yusuf
Muhammad, di Jakarta, Minggu, sekaitan dengan amandeman UUD 45 tahap II,
khususnya pasal 29 tentang agama. Hal ini sekaligus juga untuk menepis
usulan F-PPP agar Piagam Jakarta dihidupkan kembali.
F-KB, menurut Yusuf, menghargai pluralisme dan akan mentolerir kemajemukan,
karena itu akan berpikir universal.
Meski demikian, untuk menghindari kontraversi yang terjadi nanti mengenai
pasal 29, F-KB mengambil sikap membuat usulan perubahan, khususnya di
kalimat terakhir ayat (2), yakni serta beribadah menurut agama dan
kepercayaannya itu.
Selengkapnya: http://www.koridor.com/artikel.php3

RI-1 Berhalangan, Kursi Kosong
Wapres Tak Otomatis Menjadi Presiden
------------------------------------------------
koridor.com [7 Aug, 8:16] Fraksi Partai Golkar, di Jakarta, Minggu;
menggelar rapat pleno untuk memasuki Sidang Tahunan (ST) MPR yang dimulai
hari ini hingga 18 Agustus mendatang. Rapat antara lain berpendapat,
masalah pemilihan presiden F-PG setuju dilakukan secara langsung dengan
menggunakan cara proporsional.
Sedangkan apabila presiden berhalangan, fraksi ini berpendapat wapres tidak
perlu langsung menjadi presiden, sehingga jabatan presiden kosong.
Jika presiden dan wapres sama-sama berhalangan, pemerintahan dijalankan
oleh DPR dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Paling lambat tiga bulan
kemudian diadakan pemilihan presiden baru.
Rapat pleno yang dihadiri 184 anggota, juga memutuskan untuk koordinasi
naskah amandemen kedua UUD 45 dipimpin Andi Mattalatta didampingi Agun
Ginandjar. Sementara untuk pembahasan Rantap dan Rantus akan dikoordinasi
oleh Freddy Latumahinna.
Selengkapnya: http://www.koridor.com/artikel.php3

Wakil Panglima AGAM Akui 2 Anggotanya Ditembak Aparat
----------------------------------------------------------------------
Reporter: Rayhan Anas Lubis
detikcom - Banda Aceh, Wakil Panglima AGAM Abu Sofyan Daud akui dua orang
yang ditembak aparat keamanan, Sabtu (5/8/2000) adalah anggotanya. Namun,
dia menolak telah terjadi kontak senjata antara anggotanya dengan aparat
keamanan. Menurut dia, anggotanya ditembak ketika mengendarai motor.
Begitu ungkap Abu Sofyan Daud, Panglima AGAM seperti dikutip Serambi
Indonesia, Minggu (6/7/2000). Menurut Abu Sofyan Daud, dua anggota itu izin
pulang kampung dari markas dengan naik sepeda motor. Tapi dalam perjalan
kepergok dengan aparat keamanan. Karena kedua korban termasuk dalam DPO,
langsung saja ditembak oleh aparat keamanan.
Selengkapnya: http://www.detik.com/peristiwa/2000/08/07/200087-022748.shtml

Soal Menteri Pertama:
Amien Rais: Semua Terserah Presiden
----------------------------------------------
JAKARTA-Kabar pengangkatan Menteri Pertama menjadi isu yang menggelinding
menjelang Sidang Tahunan (ST) MPR. Hal itu mengemuka bersamaan sorotan
kinerja Presiden dan Wapres yang dinilai belum optimal. Bahkan nama Susilo
Bambang Yudhoyono santer disebut-sebut bakal diangkat oleh Presiden Gus Dur
sebagai Menteri Pertama.
Pro dan kontra pun bermunculan mengingat kepentingan masing-masing elite
politik. Ketua MPR Amien Rais menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada
Presiden soal isu pengangkatan Mentamben Susilo Bambang Yudhoyono selaku
menteri pertama. Namun syaratnya, kata Amien, hal itu didasari oleh olah
pikir dan kepentingan bersama.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0008/07/nas3.htm

PDI-P Mengancam Walk Out
Jika Ada Upaya Sidang Istimewa Pertahankan Duet Gus Dur-Mega
---------------------------------------------------------------------------
-----
DOA BERSAMA: Presiden dan Ibu Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Menteri
Agama Tolchah Hasan, Ketua DPR RI Akbar Tanjung, bersama ribuan umat Islam,
Kristen, Katolik, Buddha, dan Hindu kemarin berdoa bersama di Istora
Senayan, Jakarta. Doa bersama itu untuk menggalang rasa kesatuan dan
persatuan menghadapi Sidang Tahunan MPR yang dimulai hari ini. (Foto: Suara
Merdeka/md-15g)
JAKARTA-Keinginan Partai Golkar untuk menggusur Presiden Abdurrahman Wahid
(Gus Dur) melalui sidang istimewa yang ingin direkomendasikan melalui
sidang tahunan bakal teradang oleh sikap PDI Perjuangan.
Secara tegas Fraksi PDI Perjuangan mengancam akan melakukan walk out jika
ada upaya merekomendasikan sidang istimewa dalam sidang tahunan. Dengan
demikian, fraksi yang dipimpin Sophan Sophiaan itu tetap mempertahankan
duet kepemimpinan Gus Dur dan Megawati Soekarnoputri sampai tahun 2004.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0008/07/nas1.htm

Banser Jatim Mulai Serbu Jakarta
------------------------------------------
5 Aug 2000 15:22:38 WIB
TEMPO Interaktif, Surabaya: Kendati telah ada seruan dari Presiden
Abdurrahman Wahid agar warga NU duduk tenang di rumah melihat Sidang
Tahunan MPR melalui teve, ternyata barisan Banser (Barisan Ansor Serba
Guna) dari Jawa Timur diam-diam telah mulai menyerbu Jakarta. Rombongan
berangkat dalam beberapa kloter. Tak satupun dari mereka yang mengenakan
uniform Banser. Seluruhnya naik kereta api dengan mengenakan pakaian
preman.
"Sebagian sudah berangkat pada hari-hari kemarin. Sebagian lagi akan
bertolak Sabtu ini, begitu pula besoknya masih ada yang menyusul. Mungkin
kloter pemberangkatan sampai Senin nanti, saat pembukaan Sidang Tahunan
MPR," ujar Imam Ghozali Aro, Wakil Ketua GP Ansor Jawa Timur, ketika
ditemui TEMPO Interaktif, Sabtu (5/7) siang. Selengkapnya:
http://www.tempo.co.id/news/2000/8/5/1,1,5,id.html

85.000 Banser NU Jabar Tetap Siaga
----------------------------------------------
5 Aug 2000 18:14:22 WIB
TEMPO Interaktif, Bandung: Ketua GP Ansor Jawa Barat, Ali Anwar,
menegaskan, menjelang Sidang Tahunan (ST) MPR, pihaknya tidak akan mengirim
anggota bansernya ke Senayan. Namun, seluruh anggota Banser Jabar, sekitar
85.000 orang, akan tetap bersiaga-apalagi jika situasi di Jakarta mengarah
ke situasi darurat. Kriterianya adalah jika ada upaya mendongkel
pemerintahan Presiden Gus Dur atau bila ST mengarah menjadi Sidang
Istimewa. Demikian Ali kepada TEMPO Interaktif, Sabtu (5/8), disela-sela
kesibukan acara "Indonesia Berdoa" di GOR Padjadjaran Bandung.
Sebelumnya, pihak PWNU Jabar dikabarkan telah mengirimkan sekitar 5.000
personil Bansernya ke Senayan, Jakarta, untuk ikut mengamankan ST. Namun,
isu ini dibantah ketika Pangdam III/Siliwangi mengkonfirmasi hal itu ke
PWNU, Senin (31/7) lalu. Menurut Ali, pihaknya masih menaruh kepercayaan
besar kepada aparat militer dan kepolisian Jabar. Bahwa mereka mampu
melaksanakan tugas dan mengatasi masalah keamanan. (Upiek S.)
Selengkapnya: http://www.tempo.co.id/news/2000/8/5/1,1,11,id.html

Tiga Deklarasi Kongres Minahasa
----------------------------------------
7 Aug 2000 9:48:55 WIB
TEMPO Interaktif, Minahasa: Ketua Kerukunan Keluarga Kawanua (K3) Jakarta,
Benny Tengker, menegaskan agar seluruh komponen bangsa ini mencurahkan
perhatian dan upaya yang sungguh-sungguh untuk mengatasi krisis yang
berkepanjangan. "Negara ini sudah 75 persen hancur. Karenanya, K3 mengutuk
dengan keras aksi kekerasan dan terorisme," kata Benny saat Kongres
Minahasa Raya (KMR), Sabtu (5/8).
Kehancuran ini, kata dia, akibat benturan elit politik di Jakarta demi
kepentingan golongan. "Gejala disintegrasi bangsa ini nyata. Peristiwa
Ambon dan Maluku Utara itu potret disintegrasi," ujarnya. Di sisi lain, ia
menilai, aparat juga mulai menjadi penakut. "Mungkin, karena itu,
berpuluh-puluh ribu rakyat dibunuh. Dan kita belum lihat satu provokator
dibunuh," katanya.
Selengkapnya: http://www.tempo.co.id/news/2000/8/7/1,1,1,id.html

Kongres Minahasa Raya:
Tolak Amandemen Piagam Jakarta
-----------------------------------------
5 Aug 2000 20:33:55 WIB
TEMPO Interaktif, Minahasa: Sekitar seribuan orang Minahasa menghadiri
Kongres Minahasa Raya (KMR), Sabtu (5/8) di Bukit Inspirasi Tomohon. Mereka
berdatangan dari Minahasa, Manado, Bitung dan luar tanah Minahasa. Salah
satu agenda pokok yang alot dibahas adalah kemungkinan Piagam Jakarta masuk
di dalam amandemen UUD 1945. "Kongres ini digagas salah satunya karena
Piagam Jakarta akan dimasukan kembali," kata Ir. Marhany V.P. Pua, Ketua
Panitia KMR, di sela-sela sidang.
"Kita tidak ingin tanah Minahasa jadi korban. Kita interpusi MPR agar
amandemen UUD 1945 tidak menyentuh dasar negara," ujar Hany, yang juga
Ketua Pemuda Gereje Masehi Injili Minahasa ini. Alasannya, bila Piagam
Jakarta masuk di dalam amandemen telah terjadi penyimpangan dari
kesepakatan awal. Apalagi, isu Piagam Jakarta ini tanpa melalui aspirasi
rakyat.
Selengkapnya: http://www.tempo.co.id/news/2000/8/5/1,1,15,id.html

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke