'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''""'
SARI BERITA : Selasa, 8 Agustus 2000
==================================
<>Golkar 'Warning' Presiden Gus Dur
<>MA akui ada penyelewengan oknum hakim, tapi bukan mafia peradilan
<>Sniper Lukai Tiga Penumpang Speedboat di Ambon
<>Pengungsi Berhasil Dievakuasi
<>Robinson Ancam Pelanggar HAM Timtim ke Pengadilan Internasional
+++++++++++++++++++++++++++++++++++

Golkar 'Warning' Presiden Gus Dur
                Visi Pemerintahannya Tak Jelas
---------------------------------------------------
koridor.com [7 Aug, 23:55] Sampai saat ini Fraksi Partai Golkar belum ada
rencana meminta Presiden Gus Dur mundur dari jabatannya, meski progress
report-nya tidak memenuhi berbagai persyaratan.
"Tetapi saya tidak tahu nanti. Dinamika sidang tahunan kan, sangat tinggi,"
kata anggota Fraksi Partai Golkar MPR Fahmi Idris, sebelum rapat fraksi,
Senin (7/8) malam.
Menurut Fahmi, kalau Gus Dur tetap diberi kesempatan melanjutkan
pemerintahan, banyak hal yang fundamental yang harus dilakukannya. Antara
lain, Gus Dur harus mengubah budaya pemerintahan yang ia jalankan selama
ini.
"Gus Dur masih memakai pola sama, ketika ia masih menjadi Ketua PBNU,"
tambahnya.
Lengkapnya:
http://koridor.com/artikel.php3?token=d96f3d2cc2ea159f41a7f3295bfb46a00&in_
no=6866

MA akui ada penyelewengan oknum hakim, tapi bukan mafia peradilan
---------------------------------------------------------------
satunet.com - Mahkamah Agung (MA) tidak menutup mata adanya penyimpangan
yang dilakukan oknum hakim dan aparat badan peradilan dalam melaksanakan
profesi dan tugasnya. Tapi terlalu pagi kalau dikualifikasikan sebagai ada
mafia peradilan.
Hal ini diungkapkan wakil ketua MA Th Ketut Suraputra dalam salah satu
bagian laporan kegiatan MA 1999/2000.
Dijelaskan, penyalahgunaan jabatan atau profesi yang dilakukan itu bersifat
sporadis dan tidak terorganisir sebagaimana yang diisukan masyarakat. Mafia
peradilan, menurut Suraputra, merupakan organisasi penjahat yang melakukan
tindak pidana secara terorganisasi dari hulu sampai hilir. Sehingga
penggunaan istilah itu tidak tepat dan tidak pada tempatnya jika ditujukan
kepada pejabat yang melaksanakan tugas dan kewenangan di dalam ruang
lingkup tempat kerjanya.
Lengkapnya: http://satunet.com/artikel/isi/00/08/08/23132.html

Sniper Lukai Tiga Penumpang Speedboat di Ambon
------------------------------------------------------------
Sedikitnya tiga orang penumpang speedboat "Aderoki", yang sedang melintas
di kawasan Teluk Dalam Ambon dari Kecamatan Nusaniwe ke pantai Galala,
Kodya Ambon, Senin (7/8) sore, sekitar pukul 16.30 WIT, menderita luka
tembak akibat aksi penembak gelap dari arah pantai Desa Rumahtiga,
Kecamatan Baguala. Data yang dihimpun Antara dari Rumah Sakit Pangkalan
TNI-Al (Lanal) Ambon, menyebutkan, Min Alfons (46) menderita luka di perut
dan punggung kanan, Mince Salamony (34) di pantat dan Semmy Samalo (25) di
perut kiri, tangan kiri dan tangan kanan.
Salah seorang saksi, John Tuhenay menjelaskan, saat itu tiga speedboat
beriringan datang dari pantai Benteng ke pantai Galala. Namun, saat di
sekitar perairan Rumahtiga terjadi aksi penembakan dengan senjata standar
dari sebuah rumah.
Akibat makin maraknya aksi sniper para pemakai jasa transportasi laut jenis
speedboat mengharapkan perhatian lebih dari pihak Guskamlatim dan Lanal
Ambon yang biasanya mengoperasikan KAL guna memantau maupun melakukan
pengawasan di Teluk Dalam Ambon.
Lengkapnya: http://www.astaga.com/Article/0,4536,28079,00.html

Pengungsi Berhasil Dievakuasi
------------------------------------
TEMPO Interaktif, Ambon: Sekitar 4.000 pengungsi warga Desa Waai, Kecamatan
Salahutu, Muluku Tengah, Senin (7/8), berhasil dievakuasi oleh tim SAR yang
beranggotakan satu kompi Brimob. Para pengungsi dievakuasi dari kaki Gunung
Salahutu yang memiliki ketinggian 1038 meter di atas permukaan laut. Akibat
kondisi fisik yang sangat memprihatinkan, mereka segera dilarikan ke
beberapa rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis, antara
lain RS AL Halong. Sebagian dititipkan di Rumah Sakit Jiwa di Negri Lama,
Ambon.
Meski demikian, menurut informasi yang diterima TEMPO Interaktif, saat ini
masih ada sekitar 1500 warga lainnya yang masih terperangkap di
hutan-hutan, dengan medan yang sangat rawan dan lereng-lereng terjal yang
menakutkan. Menurut penuturan beberapa korban, mereka terpaksa mengungsi
karena dikejar-kejar oleh gerombolan bersenjata berpakaian loreng, yang
terus melepaskan tembakan. Selain mereka yang selamat, cukup banyak korban
jatuh selama pengejaran tersebut.
Upaya pertolongan dan evakuasi yang dilakukan aparat keamanan mendapat
sedikit kesulitan, karena warga yang hendak ditolong - karena trauma pada
pakaian loreng - memilih untuk terus bersembunyi di hutan. Baru siang tadi,
ketika 200-an pemuda dari desa Paso dan Waai bergabung bersama tim SAR,
korban berhasil di evakuasi. Hingga berita ini diturunkan, Tim SAR dan para
pemuda tersebut masih berusaha untuk mengevakuasi delapan mayat yang
tertinggal di hutan
Lengkapnya: http://www.tempo.co.id/news/2000/8/7/1,1,19,id.html

Robinson Ancam Pelanggar HAM Timtim ke Pengadilan Internasional
---------------------------------------------------------------------------
---
detikcom - Jakarta, Jika pemerintah Indonesia tidak mengadili pelaku
kejahatan kemanusiaan di Timor Timur paska jajak pendapat, September tahun
silam, Ketua Komisi HAM PBB Mary Robinson, mengancam akan menyeret para
pelaku ke pengadilan penjahat perang PBB. Tapi Robinson masih percaya,
Indonesia akan mengadili mereka.
Demikian dikatakan Robinson kepada wartawan, sesaat setelah bertemu dengan
Jaksa Agung Marzuki Darusman, di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Senin
(7/8/2000), seperti dikutip AFP, Selasa (8/8/2000). Robinson singgah di
Jakarta dalam penerbangan menuju Jenewa, Swiss setelah beberapa pekan
mengunjungi Timtim.
Meski begitu Robinson menyatakan keyakinannya bahwa dalam minggu-minggu
mendatang, Jaksa Agung akan menjadikan kasus tersebut sebagai agenda utama.
Ditanya apakah dirinya yakin para tersangka kejahatan kemanusiaan itu akan
diadili, Robinson menjawab dirinya percaya
Lengkapnya: http://www.detik.com/peristiwa/2000/08/08/200088-063647.shtml
+++++++++++++++++++++++++++++

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke