'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''""'
SARI BERITA : Sabtu, 12 Agustus 2000
==================================
*> Pengungsi Poso Mulai Kembali
*> Ulama Jangan "Berpolitik" dan "Berbisnis"
*> Ali Sadikin: Politisi Parlemen Peras Kekuasaan Presiden
*> Anwar: Sebaiknya Kwik Dipakai Lagi
*> FKB Mengancam Walk Out
*> NU Khawatir Supersemar Baru
*> Sulut Bentrok Berdarah di Ambon
*> NTT Ancam Merdeka jika MPR Mengamendemen Pasal 29
...........................................................................
..
Pengungsi Poso Mulai Kembali
Mereka Merindukan Kampung Halaman
----------------------------------------------
koridor.com [12 Aug, 4:28] Upaya pemerintah untuk menyadarkan agar para
pengungsi korban kerusuhan di Poso 'pulang kandang' agaknya mulai aada
hasilnya. Para pengungsi korban kerusuhan SARA di Poso dan daerah lain di
Poso, Sulawesi Tangah, kini telah berangsur-angsur kembali ke daerah
masing-masing.
Koresponden koridor.com di Makassar, Jumat, langsung turun ke Desa
Margalembo, Kecamatan Mangkutana, Luwu Utara perbatasan Sulawesi Selatan
dan Sulawesi Tengah. Sekitar 900 pengungsi telah kembali ke daerah asalnya.
"Ada yang dari Desa Masari, Pandan Sari, Pandan Yora, Kecamatan Panana
Selatan yang tersisa di pondok pesantren sisa 100 orang. Semuanya adalah
anak-anak," kata Pimpinan Pondok Muhajirin, Imam Muhajirin, kepada
koridor.com, Jumat. Selengkapnya:
http://www.koridor.com/artikel.php3?token=2c41523462c29f92f345ea1af44c00b80
&in_no=7188

Ulama Jangan "Berpolitik" dan "Berbisnis"
--------------------------------------------------
11 Aug 2000 21:11:22 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: "Ulama yang sering ingin turut campur dalam
semua hal (politik dan bisnis, red.) harus diakhiri," kata Presiden
Abdurrahman Wahid dalam penutupan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas)
Nahdlatul Ulama (NU) di Hotel Indonesia, Jakarta, Jumat (11/8) siang.
Gus Dur berpendapat, dalam penataan kembali kehidupan politik, letak ulama
tidak lagi dalam politik praktis, tapi dalam soal pemikiran yang mendalam
mengenai masalah- masalah politik. "Ulama tidak perlu lagi ikut campur
dalam menentukan orang-orang. Kalau memang ada aspirasi yang ingin
dititipkan, ya titipkan lewat partai-partai saja, jangan lewat NU" kata Gus
Dur. Dengan demikian, lanjutnya, akan jelas mana yang menjadi organisasi
publik dan mana yang tidak.
Selengkapnya: http://www.tempo.co.id/news/2000/8/11/1,1,18,id.html

Ali Sadikin: Politisi Parlemen Peras Kekuasaan Presiden
-------------------------------------------------------------------
Reporter: Arief Shodiq
detikcom - Jakarta, Tokoh Petisi 50 Ali Sadikin menilai sikap politisi
parlemen tidak menunjukkan kesungguhannya untuk memberdayakan parlemen,
seperti yang sering diucapkan. Tetapi, sesal Ali, mereka justru melakukan
tindakan pemerasan politik terhadap kekuasaan presiden.
"Fenomena pemerasan politik tersebut semakin tampak, saat sebagian
fraksi-fraksi MPR dalam menaggapi laporan pertanggungjawaban presiden.
Fraksi-fraksi sengaja menggiring pandangan bahwa ketidakefektifan
pemerintahan disebabkan Presiden Gus Dur semata," ujar Ali Sadikin dalam
releasenya yang diterima detikcom, Jumat (11/8/2000) malam.
Selengkapnya:
http://www.detik.com/peristiwa/2000/08/12/2000812-022547.shtml

Anwar: Sebaiknya Kwik Dipakai Lagi
---------------------------------------------
JAKARTA-Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia Anwar Nasution berpendapat
Kwik Kian Gie sebaiknya dipertahankan dan dipakai lagi dalam kabinet baru
kelak. Selain berintegritas tinggi, sosok seperti Kwik juga sulit dicari
karena memiliki jaringan luas dan dikenal jujur.
"Saya berharap Pak Kwik bisa kembali lagi karena banyak sekali yang positif
dari beliau. Selain ahli ekonomi, jaringan dia bagus sekali. Contohnya,
Perdana Menteri Belanda adalah teman sekolahnya. Untuk kebaikan bangsa, Pak
Kwik harus dipakai lagi," ujar dia, seusai salat jumat di BI, kemarin.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0008/12/nas2.htm

FKB Mengancam Walk Out
Menolak Tap Pembagian Tugas
Gus Dur: MPR Cukup Bijaksana
-------------------------------------
JAKARTA - Tarik-menarik soal usulan membuat Tap MPR tentang pembagian tugas
presiden dan wakil presiden semakin menguat. Fraksi Kebangkitan Bangsa
(FKB) mengancan akan walk out dari persidangan manakala pembahasan soal itu
bertentangan dengan konstitusi yang ada. Hal itu dikemukakan oleh Ketua FKB
KH Yusuf Muhammad.
Sebelumnya, dalam menjawab pandangan umum fraksi-fraksi dalam ST MPR,
Presiden Gus Dur menyatakan akan memberikan tugas teknis pemerintahan
sehari-hari kepada Wapres Megawati.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0008/12/nas1.htm

NU Khawatir Supersemar Baru
 Indikasi Kian Kuat Menggusur Gus Dur
----------------------------------------------
koridor.com [12 Aug, 7:36] Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menolak
bila peralihan tugas pemerintahan dari Presiden Abdurrahman Wahid ke Wapres
Megawati diatur dalam Ketetapan (Tap) MPR.
Wakil Sekjen PBNU KH Masduki Baidhawi khawatir, adanya Tap yang mengatur
peralihan wewenang itu, dibuat MPR mengarah pada peristiwa Supersemar. Ini
pernah terjadi saat lengsernya Presidan Soekarno.
PBNU melihat, dalam ST kali ini ada upaya yang kuat untuk mengulingkan Gus
Dur. Indikasi itu antara lain adanya pihak-pihak yang mendesak untuk
mengeluarkan Tap MPR mengenai peralihan sebagian tugas presiden kepada
wakil presiden. Selengkapnya:
http://www.koridor.com/artikel.php3?token=2c41523462c29f92f345ea1af44c00b80
&in_no=7189

Gus Dur Mau Dikudeta Halus Tap. MPR Soal Tugas Wapres
-----------------------------------------------------------------------
koridor.com [11 Aug, 17:43] Jika anggota MPR, ngotot mengeluarkan
ketetapan, menyangkut pembagian tugas atau teknis pemerintahan, yang
diberikan Presiden Gus Dur ke Wapres Megawati, maka sama artinya,
mengkudeta presiden secara halus.
Memang, ada upaya mencabut kekuasaan, dari tangan Presiden RI KH
Abdurrahman Wahid (Gus Dur), melalui Tap MPR yang mengatur tugas Wapres
Megawati. Ini akan berlanjut di Komisi C (sub komisi C-Red), yang membahas
progress report penyelenggara negara, sejak Jumat (11/8) sore.
"Sebetulnya arahnya, itu supaya ada pelimpahan kekuasaan, bukan tugas. Itu
inkonstitusional," tegas anggota MPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Aberson
Marle Sihaloho, kepada koridor.com, Jumat (11/8) sore.
Selengkapnya:
http://www.koridor.com/artikel.php3?token=2c41523462c29f92f345ea1af44c00b80
&in_no=7163

Sulut Bentrok Berdarah di Ambon
----------------------------------------
11 Aug 2000 20:49:22 WIB
TEMPO Interaktif, Ambon: Bentrokan antarkelompok di Ambon kembali terjadi
Jumat (11/8) sekitar pukul 15.30 WIT. Gara-garanya motor Yamaha Alfa DE
4452 milik Tum, seorang warga Muslim, dirampok dua orang laki-laki tidak
dikenal. Ia dirampok ketika sedang melintas di Jalan Mardika Bawah yang
merupakan perbatasan antara wilayah pemukiman Muslim dan Kristen di Ambon.
Bentrokan tidak terhindarkan setelah Tum melaporkan hal tersebut kepada
teman-teman sekelompoknya. Akibat bentrokan tersebut, paling tidak, sudah
empat orang diketahui meninggal dunia. Sebagian besar tewas karena
tembakan. Sementara belasan orang lainnya terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit
Al Fatah karena menderita luka-luka. Aparat keamanan, dan beberapa panser
yang dikerahkan untuk mengatasi pertikaian, kelihatan masih sulit
menghentikan massa yang terlanjur marah.
Selengkapnya: http://www.tempo.co.id/news/2000/8/11/1,1,16,id.html

NTT Ancam Merdeka jika MPR Mengamendemen Pasal 29
--------------------------------------------------------------------
Kupang (Bali Post)-
Nusa Tenggara Timur (NTT) mengancam akan memilih merdeka dan menjadi negara
sendiri, jika Sidang Tahunan MPR di Jakarta menyetujui amandemen pasal 29
UUD 1945. ''NTT dipastikan akan memilih merdeka, jika MPR melakukan
amandemen pasal 29 UUD 1945,'' kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI
Perjuangan NTT, Anton E. Haba kepada wartawan di Kupang, Jumat (11/8)
kemarin.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/8/12/nt6.htm

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke