************************** Laporkan Situasi lingkungan <[EMAIL PROTECTED]> Atau Hub Eskol Hot Line Telp: 031-5479083/84 ************************** Para pembaca yang terhormat, Setelah beberapa daerah di Tanah Air menolak Piagam Jakarta masuk amandemen UUD 1945, kini elemen masyarakat dari Makassar dan Front Pembela Islam (FPI) justru mendesak Piagam Jakarta masuk dalam UUD 1945. Persoalannya adalah, mengapa Piagam Jakarta harus dipaksakan masuk dalam sebuah konstitusi negara tanpa memperhatikan konsekuensi logisnya terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara ?. Bukankah UUD 1945 itu milik bersama semua golongan Indonesia ?. Kalau memang UUD 1945 adalah milik bersama bangsa Indonesia yang sangat majemuk, maka tidak sepatutnya ajaran golongan tertentu masuk dalam area konstitusi itu. Masalah sekulerisme, prostitusi dan kejahatan lainnya bukan hanya tugas golongan tertentu saja untuk menanggulanginya, melainkan seluruh masyarakat Indonesia walaupun dengan latar belakang keyakinan yang berbeda wajib menangulangi segala bentuk kelaliman di negeri ini. Salam, Redaksi Eskol Net ---------------------- KBMUMI desak Piagam Jakarta masuk amandemen ------------------------------------------------------------- Selasa, 15/8/2000, 11:11 WIB, satunet.com Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (KBMUMI) Makassar mendesak agar Piagam Jakarta dimasukkan dalam amandemen. Koordinator Perwakilan KBMUMI Fadli Ibrahim di Jakarta Selasa mengatakan, mereka akan menemui pimpinan Fraksi PPP untuk menyampaikan desakan tersebut. Menurut pengakuannya, KBMUMI yang datang ke Pulau Jawa sebanyak 115 orang. Namun sebagian besar masih di Surabaya. "Kalau situasinya di sini 'genting' kami baru akan mendatangkan massa itu." Dalam sebuah pernyataannya mereka juga mengusulkan agar pemerintah memindahkan ibukota dari Jakarta. Mereka menilai Jakarta saat ini sudah tidak representatif dan kondusif bagi pembangunan, karena "Jakarta sudah menjadi sarang teroris, narkoba dan prostitusi. "Mengenai usulan untuk dipindahkan ke kota mana, Fadli menyatakan biarlah para pakar yang nantinya menentukan tempat tersebut. Dalam pengakuan Fadli surat pernyataan itu sudah ditembuskan ke Presiden, Panglima TNI, Kapolri, Menkumdang dan Jaksa Agung.*** FPI Temui Pimpinan MPR; Keamanan Ditingkatkan ----------------------------------------------------------- koridor.com [15 Aug, 13:36] Setelah melalui negosiasi akhirnya 25 orang perwakilan FPI menemui pimpinan MPR. Mereka diterima oleh Wakil Ketua MPR, Yusuf Amir Faisal dari F-BB. Negosiasi dilakukan dengan F-PP. Dalam negosiasi tersebut, anggota MPR dari F-PP, Ghazali Abbas Adan (B-619) mengatakan bahwa frakisnya telah melakukan perjuangan agar pasal 29 UUD diamandemen dan memasukkan Syariat Islam di dalam amandemen tersebut. Namun ada indikasi kelompok tertentu yang ingin akal-akalan untuk memperlama dan memperlambat sidang agar tidak dibahas amandemen pasal tersebut. Tapi Adan pesimis, fraksinya akan berjuang terus agar pasal ini dibahas. "Bagi saya masih ada peluang, yang pasti kita akan berjuang terus sampai ada kemauan untuk membahas,"tandasnya. Adan mengatakan pihaknya tidak mmepersoalkan masalah voting untuk itu yang penting berjuang. Tidak seperti F-KB yang banyak ulamanya tapi tidak bias berbuat apa-apa. Sementara demonstran dari berbagai elemen yang mengatasnakan Islam diantaranya, FPI dan KAMMI masih melakukan aksi unjuk rasa di pintu gerbang utama gedung DPR/MPR, padahal presiden dan wapres direncanakan tiba di gedung ini pada pukul 14.00 untuk mengikuti Sidang Paripurna MPR VIII. Menurut informasi yang diperoleh koridor.com dari pengamanan dalam gedung DPR/MPR keamanan ditingkatkan. Sedangkan pantauan koridor.com di lapangan, terjadi penambahan pasukan keamanan Selasa (15/8) siang. Sementara ruas jalan diseputar gedung DPR/MPR macet karena beberapa ruas jalan diblokade aparat kepolisian.*** "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
