************************** Laporkan Situasi lingkungan <[EMAIL PROTECTED]> Atau Hub Eskol Hot Line Telp: 031-5479083/84 ************************** Surati Sekjen PBB, tagih janji Gus Dur GMIM Minta Tarik Laskar Jihad ................................................................. TOMOHON-GMIM (Gereja Masehi Injili di Minahasa) sangat prihatin dengan tragedi kemanusian di Maluku dan Maluku Utara. Selain secara terbuka menampung para pengungsi (juga pengungsi dari Poso), salah satu gereja terbesar di Indonesia ini menyurati Presiden RI KH Abdurahman Wahid, sejumlah menteri, gereja-gereja internasional, Sekjen PBB Kofi Annan dan Mrs Mary Robinson di Komisi HAM Internasional. Surat setebal dua halaman yang ditandatangani Ketua Pdt Dr AF Parengkuan dan Sekretaris Umum Pdt Nico STh MA itu, memuat 4 pokok pikiran menyangkut penyelesaian kemelut bernuansa SARA yang terjadi di daerah tetangga itu. GMIM sesuai surat Nomor K.463/UM.IA/6-2000, pada dasarnya mendukung keputusan pemerintah untuk memberlakukan keadaan darurat sipil di Maluku dan Maluku Utara. Dengan harapan, pemberlakuan tersebut bisa mengakhiri konflik berdarah yang terjadi di gugusan seribu pulau itu. Namun demikian, GMIM mengakui secara de facto, langkah seperti itu sudah pernah dipraktikkan, seperti penggeledahan senjata di rumah-rumah penduduk dan di jalan umum. Tapi kenyataannya, tindakan seperti itu tidak meredakan konflik. Malahan belakangan ini menjadi lebih parah lagi setelah datangnya laskar jihad dari pulau Jawa ke daerah tersebut. Karena itu, melalui surat terbuka kepada Presiden Dr KH Abdurahman Wahid yang akrab disapa Gus Dur dengan tembusan kepada Ketua MPR Dr Amien Rais, ketua DPR Ir Akbar Tandjung, Menko Polkam, Menhankam, Panglima TNI, Kapolri, MPH PGI dan Komnas HAM. Juga CCA (Christian Conference of Asia) di Hongkong, Dewan Gereja-gereja se dunia di Switzerland, Aliansi Gereja-gereja Reformasi se Dunia di Switzerland, Sekjen PBB Kofi Anan dan Komisi HAM Internasional Mrs Mary Robinson, GMIM kemudian menyampaikan 4 pokok pikiran. GMIM juga merasa prihatin sekaligus mengaku terusik nuraninya dengan keluhan yang disampaikan para pengungsi dari Halmahera yang mengatakan, pihak keamanan tidak lagi berdiri sebagai pengaman dan penengah yang adil, tetapi malah berpihak pada sekelompok masyarakat. Ke-4 pokok pikiran yang disampaikan itu adalah, pertama, semua laskar jihad ditarik dari Maluku dan Maluku Utara. Hanya dengan begitu, maka penyataan Gus Dur di Tomohon pada 3 Juni 2000 lalu di hadapan Sidang Raya Dewan Gereja-gereja Asia bisa menjadi kenyataan. ''Kehadiran laskar jihad tidak mungkin menciptakan kondisi yang favourable untuk suatu penyelesaian atas inisiatif lokal,'' kata Gus Dur ketika itu. Kedua, senjata-senjata dari semua pihak yang bertikai di Maluku dan Maluku Utara harus segera dilucuti tanpa memandang bulu. Ketiga, atas keluhan bahwa bantuan kemanusian tidak sampai pada semua pihak secara adil, maka bantuan kemanusiaan kiranya segera ditibakan di Maluku dan Maluku Utara dan perlu jaminan bahwa bantuan tersebut diterima oleh para korban, tanpa memandang agamanya. Sedangkan pada pokok pikiran keempat, GMIM mengusulkan adanya kehadiran tim yang independen, bila perlu tim internasional ke kedua daerah yang terus bergolak tersebut. Tim independen ini tugasnya dalam rangka memantau penarikan laskar jihad dan aparat keamanan yang berpihak, memantau pelucutan senjata dari pihak-pihak bertikai serta upaya-upaya rekonsiliasi yang difasilitasi oleh pemerintah pusat. Dan, menfasilitasi serta memantau pendistribusian bantuan kemanusiaan. Selain secara khusus menyampaikan keluhan tentang masalah di Maluku dan Maluku Utara, GMIM juga mengingatkan Presiden Gus Dur tentang konflik serupa yang terjadi di Poso Sulawesi Tengah. GMIM berharap, pengalaman pahit yang terjadi di Maluku dan Maluku Utara tidak akan terulang di Poso. ''Tolong diperingatkan pada aparat keamanan agar tidak mengulangi kesalahan di Maluku, yaitu keberpihakan. Kami juga mengimbau agar mereka yang jelas-jelas memprovokasi konflik tersebut segera ditindak sesuai hukum yang berlaku,'' tandas GMIM. http://www.mdopost.net/agustus2000/depan/14/01.html "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
