'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''""'
SARI BERITA : Jumat, 18 Agustus 2000
==================================
<*> MPR Khianati Reformasi
<*> Soal NIT, Gubernur dan Danrem Enggan Bicara Vulgar
<*> Naikkan Upah Buruh 100 Persen
<*> Pengumunan Kabinet Baru ditunda
<*> Nodai Merah Putih di Kejagung
<*> Ja'far: 9 Anggota Laskar Jihad Tewas
<*> UUD 45 Diubah, Hari Ini Berlaku
.........................................................................

MPR Khianati Reformasi
-----------------------------
koridor.com [17 Aug, 17:19] Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)
mengkhianati agenda reformasi. Anggota MPR, lebih mementingkan kompromi
politik daripada kepentingan rakyat. Terbukti, dipertahankannya peran
politik TNI/Polri hingga 2009.
Walaupun mayoritas anggota MPR, merupakan hasil pemilu yang demokratis, toh
hasil sidang tahunannya sangat mengecewakan rakyat Indonesia.
Telah terjadi penyimpangan atau distorsi terhadap demokrasi yang dilakukan
oleh elite politik. Demikian terungkap dalam diskusi Kinerja MPR dan
Aspirasi Rakyat, pada Kamis (17/8).
Selengkapnya:
http://koridor.com/artikel.php3?token=4b52f7c5f874533a41068b8b673d81fc0&in_
no=7466

Soal NIT, Gubernur dan Danrem Enggan Bicara Vulgar
-----------------------------------------------------------------
Kupang (Bali Post)-
Gubernur NTT Piet A Tallo, S.H, dan Danrem 161/Wirasakti, Kol.Art.Jurefar
enggan memberikan komentar yang tegas soal meluasnya desakan masyarakat
propinsi ini, yang akan memprakarsai pembentukan Negara Indonesia Timur
(NIT) bila MPR melakukan amandemen pasal 29 UUD 45 yang disakralkan itu.
Tallo hanya meminta masyarakat NTT untuk berpikir jernih, sementara Jurefar
belum memastikan sikap TNI menghadapi gerakan separatis tersebut. Hal itu
diungkapkan Tallo dan Jurefar yang dihubungi secara terpisah seusai
peringatan detik-detik proklamasi, Kamis (17/8) kemarin di alun-alun rumah
jabatan Gubernur.
Menurut Tallo, masyarakat NTT harus berpedoman pada kearifan lokal dan tata
krama agar mampu bersikap sensitif terhadap keadaan, responsif pada situasi
yang ada dan resisten terhadap hal-hal yang kurang menguntungkan. '' Tulis
pidato saya sebagai inspektur upacara tadi. Hal-hal itulah yang menjadi
jawaban terhadap desakan masyarakat soal NIT,'' tegasnya. Selengkapnya:
http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/8/18/nt5.htm

Naikkan Upah Buruh 100 Persen
---------------------------------------
Reporter: Shinta NM Sinaga
detikcom - Jakarta, Hari terakhir penyelenggaraan Sidang Tahunan MPR, Massa
Partai Rakyat Demokratik (PRD) menuju Gedung MPR. PRD menilai apa yang
sudah disidangkan MPR tidak bergunabagi rakyat, bahkan sudah mengkhianati
kehendak rakyat. Untuk itu, PRD menuntut kenaikan upah 100 persen.
Massa PRD akan bergerak menuju Gedung MPR sekitar pukul 09.00 WIB, Jumat
(18/8/2000). Aksi tersebut akan dimulai dari Gedung Jakarta Design Center
Slipi Jakarta. Dengan Ketua Umum PRD Budiman Sudjatmiko sebagai pemimpin
aksi, anggota PRD dari berbagai daerah dikerahkan.
"Kami kekalkan semangat untuk menunjukkan bahwa apa yang sudah disidangkan
oleh mereka (anggota MPR) benar-benar tidak berguna sama sekali," tukas
Budiman Sudjatmiko dalam rilis yang diterima detikcom, Jumat (18/8/2000).
Rilis tersebut juga ditandatangani Sekjen PRD Petrus H Hariyanto.
Selengkapnya:
http://www.detik.com/peristiwa/2000/08/18/2000818-084033.shtml

Pengumunan Kabinet Baru ditunda
-----------------------------------------
17 Aug 2000 13:46:59 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pengumuman Susunan kabinet baru yang rencananya
dilaksanakan pada 21 Agustus ditunda menjadi tanggal 24 atau 25 Agustus.
Ini disampaikan Sekretaris Kabinet Marsilam Simanjuntak usai upacara
peringatan Detrik-detik Proklamasi 17 Agustus di halaman Istana Merdeka,
Jakarta, Kamis (17/8) pagi.
Alasa penundaan tersebut, menurut Marsilam, Presiden membutuhkan untuk
mendengar masukan dari berbagai pihak, termasuk partai-partai. Meski
begitu, Marsilam menegaskan, soal pemilihan nama-nama menteri kabinet tetap
di tangan presiden.
Soal ditundanya pengumuman kabinet, secara terpisah Mentamben, Susilo
Bambang Yudoyono -yang bersama-sama Menneg Otonomi Daerah Ryaas Rasyid, dan
Menkibangwil, Erna Witoelar, ditugasi Gus Dur untuk merumuskan model kabnet
mendatang-- mengatakan, presiden tidak akan terburu-buru mengumumkan
nama-nama menteri. Menurut Susilo, Gus Dur terlebih dahulu akan mengumukan
struktur kabinet yang baru. Seteleh itu, Presiden dan Wapres akan berembug
untuk mencari tokoh yang cocok buat mengisi posisi dalam susunan kabinet.
Selengkapnya: http://www.tempo.co.id/news/2000/8/17/1,1,4,id.html

Nodai Merah Putih di Kejagung
--------------------------------------
koridor.com [18 Aug, 3:56] Sebanyak enam mahasiswa menurunkan bendera Merah
Putih di Kejaksaan Agung (Kejakgung) dalam aksi unjuk rasa yang dilakukan
saat peringatan HUT ke-55 Kemerdekaan RI, Kamis. Karena itu, mereka diancam
hukuman penjara empat tahun.
Kapolres Jakarta Selatan Senior Superintendent Edward Aritonang,
mengemukakan enam mahasiswa dari 37 mahasiswa demonstran yang mendatangi
Kejaksaan Agung diancam hukuman empat tahun penjara, karena dinilai
melanggar pasal 154 A KUHAP tentang penodaan bendera dan juga memasuki
ruang orang lain tanpa izin.
Selain itu, mereka juga dinilai menodai dengan mencoret-coret bendera Sang
Saka Merah Putih dengan tulisan KAM (Kesatuan Aksi Mahasiswa) Jakarta.
Sebab, bendera KAM Jakarta itu berlatar belakang merah putih. Persis dengan
warna bendera RI.
Selengkapnya:
http://koridor.com/artikel.php3?token=4b52f7c5f874533a41068b8b673d81fc0&in_
no=7488

Ja'far: 9 Anggota Laskar Jihad Tewas, 23 Luka-luka
----------------------------------------------------------------
SUKOHARJO-Panglima Laskar Jihad Ahlus-Sunnah Wal Jama'ah Al-Ustadz Ja'far
Umar Tholib menyatakan dari sekitar 3.000 personel laskar yang diterjunkan
di Maluku, 9 orang meninggal dan 23 luka ringan dan berat. Rata-rata mereka
tewas atau luka-luka akibat tertembus peluru.
''Sembilan anggota laskar yang meninggal berasal dari Makassar, Semarang,
Kebumen, Cilacap, dan Cawas, Klaten,'' kata Ja'far sebelum menjadi
pembicara tunggal tablig akbar yang dihadiri warga Ahlus-Sunnah Wal Jama'ah
di Wisma Batari, Jl Slamet Riyadi 183 Sala, kemarin.
Sayang, lelaki yang mengenyam pendidikan selama setahun di Institute
Lahore, Pakistan, Jurusan Islamic Education itu tak mau menyebutkan nama
dan alamat lengkap kesembilan anak buahnya.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0008/18/nas4.htm

UUD 45 Diubah, Hari Ini Berlaku
Piagam Jakarta Tak Masuk
---------------------------------
JAKARTA-Pendapat sementara orang pada zaman Orde Baru, yang menyakralkan
UUD 45, dengan melarang pengamandemenan, gugur sudah. Komisi A dalam Sidang
Tahunan MPR menyepakati perubahan beberapa pasal UUD untuk disahkan dalam
sidang paripurna hari ini (19/8). Namun hampir dapat dipastikan permintaan
sementara kelompok masyarakat untuk memasukkan Piagam Jakarta ditolak.
Beberapa waktu lalu kelompok masyarakat, antara lain yang menamakan diri
Front Pembela Islam (FPI), unjuk rasa dan meminta MPR mengamandemen Pasal
29 UUD 45. Mereka meminta dalam pasal soal agama itu dimasukkan kewajiban
bagi penganut Islam untuk menjalankan syariat Islam sebagaimana disebut
dalam Piagam Jakarta yang diberlakukan sebelum Dekrit Presiden, 5 Juli
1959.
Beberapa pasal yang diamandemen dan akan disahkan hari ini menyangkut Bab
Pemerintahan Daerah, Wilayah Negara, Warga Negara dan Penduduk, Hak Asasi
Manusia, Bendera, Bahasa dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. Bentuk
perubahan itu seperti apa, baru diketahui masyarakat hari ini.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0008/18/nas2.htm

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke