'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''""'
SARI BERITA : Sabtu, 19 Agustus 2000
==================================
<>BI pertanyakan perpanjangan masa tahanan Syahril
<>Gus Dur Tunjuk HB X Pimpin Dewan Pertahanan Nasional
<>Tunggu TNI dan Polri Sadar
 Fraksi Parpol Tolak TNI/Polri di MPR
<>Jangan Berlakukan Darurat Sipil di Aceh
+++++++++++++++++++++++++

BI pertanyakan perpanjangan masa tahanan Syahril
--------------------------------------------------------------
satunet.com - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Anwar Nasution
mempertanyakan perpanjangan masa tahanan Gubernur BI non aktif Syahril
Sabirin.
Dalam siaran pers yang dikirim ke satunet.com Jumat malam, BI
mempertanyakan dan sangat menyayangkan perpanjangan penahanan atas diri
Gubernur BI Syahril Sabirin selama 30 hari, sampai 18 September 2000,
sebagaimana tertuang dalam Penetapan Ketua PN Jakarta Pusat Nomor
95/Pen.Pid/2000/PN-JKT.PST.
Bank Indonesia berpendapat, perpanjangan penahanan Syahril Sabirin tidak
beralasan mengingat selama masa penahanan 60 hari, yang bersangkutan hanya
diperiksa sebanyak 2 kali dan selalu menunjukkan sikap kooperatif untuk
memperlancar pemeriksaan dimaksud.
Lengkapnya: http://satunet.com/artikel/isi/00/08/19/24239.html

Gus Dur Tunjuk HB X Pimpin Dewan Pertahanan Nasional
---------------------------------------------------------------------
Presiden Abdurrahman Wahid menyatakan rencananya untuk membentuk lembaga
kebudayaan yang akan diketuai Sultan Hamengkubuwono X. "Saya jauh-jauh
datang ke Yogya pada malam ini, padahal MPR baru selesai menjalani Sidang
Tahunan itu karena saya nggegemangsa (mendahului keputusan, red.) meminta
Ngarsa Dalem HB X untuk mengepalai sebuah badan yang belum tahu namanya
sambil menjadi gubernur Yogya," kata Gus Dur ketika memberikan sambutan
pada "Ruwatan Nasional" di Balairung UGM, Yogyakarta, Jumat (18/8) malam.
Menurut Gus Dur, lembaga itu bisa diberi nama Dewan Pertahanan Nasional.
"Tapi, kok urusannya malah kok wayang? Apapun namanya... semua ini nanti
yang jelas akan mengelola proses modernisasi bangsa ini," tambahnya.
Presiden mengingatkan, saat ini bangsa Indonesia terus menghadapi gempuran
hebat, tetapi gempuran tersebut pada waktu dulu bisa dipatahkan.
Lengkapnya: http://www.astaga.com/Article/0,4536,29572,00.html

Tunggu TNI dan Polri Sadar
 Fraksi Parpol Tolak TNI/Polri di MPR
--------------------------------------------------------
koridor.com [18 Aug, 12:37] Peran politik TNI dan Polri di Majelis
Permusyawaratan Rakyat (MPR), tidak perlu menunggu hingga tahun 2009.
Tetapi, tergantung kesadaran TNI dan Polri, melihat tuntutan atau keberatan
rakyat Indonesia.
Mayoritas Fraksi Partai Politik di MPR dalam persidangan komisi, sebenarnya
menolak keberadaan TNI/Polri. Namun sikap Fraksi TNI/Polri, selalu ngotot
mempertahankan peran politik mereka di DPR dan MPR.
"Partai Golkar dan Partai Politik lainnya sudah mengupayakan agar
TNI/Polri, tidak perlu lagi duduk di DPR dan MPR," ujar Ketua DPP Partai
Golkar Slamet Effendi Yusuf, di Gedung DPR/MPR, Jumat (18/8).
Sayangnya kata Slamet, sikap ngotot Fraksi TNI/Polri di MPR, dalam
pembahasan amandemen UUD 45 dan Tap. mengenai TNI/Polri, mengalahkan fraksi
dari Partai Politik, Utusan Golongan dan Utusan Daerah. "Padahal rakyat
sudah tidak menghendaki lagi," tandas Slamet.
Lengkapnya:
http://www.koridor.com/artikel.php3?token=9b60d871eed797f08d5eeadccf86354e0
&in_no=7496

Jangan Berlakukan Darurat Sipil di Aceh
--------------------------------------------------
TEMPO Interaktif, Jakarta: Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan (Kontras) Aceh, Aguswandi BR, mengatakan, sinyalemen
Danrem 012/TU Kol. CZI Syarifuddin Tippe tentang peluang diberlakukan
darurat sipil di Aceh merupakan langkah mundur. "Kalau ini (darurat
sipil -red) benar dilaksanakan, maka akan membuka peluang praktek kekerasan
terbuka. Dan ini sangat kontraproduktif dengan Jeda Kemanusiaan," kata
Aguswandi menjawab TEMPO Interaktif, Jumat (18/8) malam.
Ia yakin pemberlakuan darurat sipil tidak akan pernah menurunkan tensi
kekerasan. Sebab, konflik Aceh adalah konflik antara rakyat Aceh dengan
pemerintah yang hingga kini belum selesai. Konflik ini juga merupakan
buntut pendekatan keamanan selama berpuluh tahun. Selain itu, Aguswandi
juga mengatakan, pemberlakuan darurat sipil karena adanya asumsi rakyat
tidak antusias mengibarkan bendera merah putih adalah alasan yang tidak
perlu. "Jangan-jangan rakyat memang diprovokasi untuk itu," ujarnya
menduga.
Sedangkan mengenai lumpuhnya pemerintahan, menurut dia lebih diakibatkan
oleh rendahnya kepercayaan rakyat Aceh kepada pemerintah. "Hal seperti itu
bukan malah dihadapi dengan memberlakukan darurat sipil," katanya lagi
tegas. Sementara itu, Ketua DPRD Aceh Tgk Muhammad Yus secara terpisah
menyatakan tidak setuju darurat sipil diberlakukan di Aceh. Hal ini
dikhawatirkan dapat menimbulkan guncangan di masyarakat.
Lagipula status darurat sipil ini harus mendapat persetujuan DPRD setempat.
"Kita tidak ingin membicarakannya," kata Muhammad. Menurut dia, yang
diperlukan saat ini adalah kesepahaman dan kesamaan persepsi seluruh elemen
masyarakat Aceh untuk menuntaskan konflik secara menyeluruh
(Sumber: Tempo Online)
+++++++++++++++++++++++

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke