'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''""'
SARI BERITA : Senin, 28 Agustus 2000
==================================
<>Pengamat: Kemampuan Leadership Mega Sedang Diuji
<>Luwu Rusuh, 210 Rumah Ludes
 Seorang Provokator Remaja Dibekuk
<>Akibat Kematian Tahanan Polisi
Gorontalo Tegang dan Rusuh
<>Kwik: 'Konglomerat Hitam' sering dijadikan juru selamat oleh Gus Dur
+++++++++++++++++++++++++++++++++

Pengamat: Kemampuan Leadership Mega Sedang Diuji
--------------------------------------------------------------
Pengamat politik Sumbar, Dra Ranny Emilia, M.Phil mengatakan kemampuan
leadership (kepemimpinan) Wapres Megawati Soekarnoputri sedang diuji
menyusul adanya pembagian tugas dari presiden dalam menjalankan
pemerintahan bersama kabinet baru yang terbentuk pasca ST MPR 2000. "Jika
ingin bekerja dengan baik dalam menjalankan pemerintahan, Megawati harus
bisa berkosentrasi sebagai Wakil Presiden, bukan sebagai ketua partai,"
kata Ranny khusus kepada Antara di Padang, Minggu (27/8).
Ranny mengatakan hal itu ketika dimintai pendapatnya tentang pembagian
tugas pemerintahan kepada Wapres Megawati Soekarnoputri sesuai TAP MPR No 3
tahun 1978 dan TAP MMPR N0 3 tahun 2000.
Menurut lulusan Murdock University Perth Australia tahun 1995 itu, untuk
memimpin suatu negara sangat diperlukan keahlian kepemimpinan yang luar
biasa, termasuk di dalamnya bagaimana meluruskan perbedaan menjadi suatu
kesepakatan yang sekaligus mampu memotivasi seseorang untuk maju.
Lengkapnya: http://www.astaga.com/Article/0,,30699,00.html

Luwu Rusuh, 210 Rumah Ludes
 Seorang Provokator Remaja Dibekuk
--------------------------------------------
koridor.com [28 Aug, 8:25] Kabupaten Luwu --tetangga Poso-- menjadi sasaran
kerusuhan berikutnya. Sekitar 210 rumah di Kecamatan Baebunta dan Malangke
Barat dilaporkan musnah terbakar, menyusul kerusuhan berlarut-larut di
Kabupaten Luwu dan Luwu Utara --600 kilometer dari Makassar, Sulawesi
Selatan.
Koresponden koridor.com di Makassar, melaporkan bebehari yang lalu telah
ditandatangani perjanjian semacam kebulatan tekad antara para gubernur
se-Sulawesi untuk berupaya agar kerusuhan yang berbau SARA tidak terjadi
lagi. Ternyata harapan tinggallah harapan.
Sementara itu, 1.367 warga terpaksa mengungsi. Rumah penduduk yang musnah
ini berasal dari delapan dusun. Dilaporkan, aparat telah menangkap seorang
perusuh berinisial Rhm, 17. Pemuda pengangguran ini ditangkap dengan
senjata papporonya (rakitannya--Red). Seorang perusuh ditembak petugas saat
tepergok sedang berusaha menembaki aparat dengan papporo.
Lengkapnya:
http://www.koridor.com/artikel.php3?token=a9437cdb63e075e23dfdd71885c6cc7b0
&in_no=100410

Akibat Kematian Tahanan Polisi
Gorontalo Tegang dan Rusuh
----------------------------------
TEMPO Interaktif, Gorontalo: Kota Gorontalo, Sulawesi Utara, di ambang
kerusuhan, ratusan warga dilaporkan tengah memburu aparat kepolisian yang
diduga telah melakukan penganiayaan atas Jufri Ahmad hingga tewas. Keluarga
Jufri tidak menerima perlakuan tidak wajar itu. Massa membakar sepeda motor
yang dikendarai polisi serta sejumlah ban-ban bekas, Sabtu (26/8). Aksi ini
dimulai dari depan Masjid Jami di jalan Ahmad Yani, hingga di Kantor
Kepolisian Resort Kota Gorontalo. Dalam suasana panik, anggota Sabhara
bernama Topan, mengalami luka tembak di bagian kaki. "Kami siaga I," kata
petugas jaga di Polresta Gorontalo.
Sejumlah warga Gorontalo mengkhawatirkan adanya aksi lanjutan dari keluarga
korban dan massa. Sebab, setelah Jufri dikebumikan Minggu siang, keluarga
dan warga dikabarkan akan melakukan aksi lagi. "Pihak keluarga masih
mencari anggota polisi yang melakukan penganiayaan," kata Sumber TEMPO
Interaktif, Minggu (27/8), di Gorontalo. Kapolresta Gorontalo,
Superintenden Drs. Wilmar Marpaung, SH, kepada TEMPO Interaktif membenarkan
adanya informasi akan ada aksi seusai pemakaman korban. "Meski mulai reda,
kita khawatir akan ada aksi lagi," ujarnya.
Lengkapnya: http://www.tempo.co.id/news/2000/8/28/1,1,1,id.html

Kwik: 'Konglomerat Hitam' sering dijadikan juru selamat oleh Gus Dur
---------------------------------------------------------------------------
-----
satunet.com - Kwik Kian Gie mengakui bahwa selama ini, dalam sidang
kabinet, 'Konglomerat Hitam' seperti Marimutu Sinivasan, Sjamsul Nursalim
dan Prajogo Pangestu sering dijadikan sebagai juru selamat dalam pemulihan
ekonomi di Indonesia oleh Presiden KH Abdurrahman 'Gus Dur' Wahid.
Padahal, menurut Kwik yang bekas menko ekuin itu, justru ketiga konglomerat
ini adalah konglomerat yang menghancurkan perekonomian Indonesia dilihat
dari banyaknya usaha-usaha mereka yang berada di Badan Penyehatan Perbankan
Nasional (BPPN).
Hal ini diungkapkan Kwik dalam acara perpisahan pada saat serah terima
jabatan Menko Ekuin kepada Rizal Ramli, Senin
Lengkapnya: http://satunet.com/artikel/isi/00/08/28/25097.html

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke