'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''""'''' SARI BERITA : Senin, 11 September 2000 ==================================== - Tak Mudah Lucuti Senjata Milisi - DPR: Lawan Kepentingan AS - Korban Atambua 9 Tewas - DPR: Lawan Kepentingan AS - Total Hutang Bank Indonesia Rp 77 Triliun - Tugas TNI di Maluku Utara Belum Selesai ---------------------------------------------------- Tak Mudah Lucuti Senjata Milisi ---------------------------------------- koridor.com [10 Sep, 19:01] Pangdam IX Udayana Mayjen TNI Kiki Syahnakri mengatakan pihaknya akan mulai melucuti milisi bersenjata di Nusa Tenggara Timur (NTT). Tapi perlucutan senjata, tak bisa seperti membalikan telapak tangan. Perlu rencana, aksi intelejen yang hati-hati agar tidak menimbulkan insiden baru. "Untuk melucuti senjata itu, tak bisa langsung action. Kami perlu menyusun rencana, karena pengungsi di Atambua jumlahnya lebih besar dari penduduk lokal. Bila tak hati-hati menghadapi pengungsi, kami khawatir penduduk lokal akan menjadi korban kebrutalan milisi," kata Mayjen TNI Kiki Syahnakri kepada koridor.com, melalui telepon jarak jauh, Minggu (10/9). Sebelumnya di tengah-tengah KTT Millenium di New York yang dihadiri Presiden Gus Dur, Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi terhadap Indonesia. Dalam resolusi yang disetujui dengan suara bulat itu, DK-PBB mendesak pemerintah Indonesia segera melucuti milisi bersenjata pro-Jakarta. Selengkapnya: koridor.com DPR: Lawan Kepentingan AS ---------------------------------- koridor.com [11 Sep, 7:08] DPR RI menyesalkan resolusi Dewan Keamanan PBB, yang memerintahkan Indonesia segera melucuti milisi bersenjata pro-Jakarta. Menurut Ketua Komisi I DPR RI, Yasril Ananta Baharudin kepada koridor.com, Minggu (10/9) malam, resolusi yang dikeluarkan DK PBB atas insiden Atambua yang menewaskan 3 anggota UNHCR itu, jelas diotaki skenario Amerika Serikat. "Secara substansi, resolusi DK PBB agar RI segera melucuti milisi bersenjata pro-Jakarta disetujui DPR. Tanpa resolusi PBB pun, pemerintah harus melakukan perlucutan," kata Yasril. Amerika, kata Yasril, ingin mempermalukan Indonesia di mata internasional sehingga bargaing-nya kuat dimata Indonesia. Bahwa seakan-akan Indonesia harus bergantung pada Amerika. Selengkapnya: http://www.koridor.com/artikel.php3?token=b677fdcd0ca19be8a0c05609f9a279081 &in_no=101107 Korban Atambua 9 Tewas ------------------------------- Tim investigasi yang terdiri gabungan aparat kepolisian Polda NTT dan Denpom IX-I Udayana, memastikan jumlah korban yang tewas dalam insiden berdarah di Atambua, Kabupaten Belu, NTT, Rabu (6/9) dan Kamis (7/9) lalu berjumlah sembilan orang. Kepastian itu diketahui setelah tim tersebut melakukan peninjauan langsung ke tempat kejadian perkara. "Kami sudah meninjau secara langsung ke TKP dan dipastikan bahwa korban tewas dalam aksi penyerangan dan pembakaran terkait kematian Olivio hanya lima orang, termasuk mayat laki-laki yang ditemukan tewas di Desa Kateri," kata Kapolres Belu, Superintendent Drs. Simatupang, di Atambua, Sabtu (9/9) ini. Dengan ditemukannnya lima orang tersebut maka secara keseluruhan jumlah korban yang tewas dalam insiden di dua tempat, yakni Malaka Barat dan Atambua, secara pasti berjumlah sembilan orang. Mereka termasuk juga di antaranya mantan Komandan Laksaur, Olivio Mendoza Moruk (45), di Desa Umalor Toos dan tiga staf UNHCR. Selengkapnya: http://www.tempo.co.id/harian/fokus/43/2,1,29,id.html Total Hutang Bank Indonesia Rp 77 Triliun ---------------------------------------------------- JAKARTA, Mandiri - Berdasar catatan yang ada pada Bank Dunia, jumlah hutang Bank Indonesia mencapai US $ 11 miliar per Maret tahun 2000. Jika dihitung dengan asumsi kurs Rp 7.000 per dolar Amerika, maka jumlah total hutang BI akan mencapai Rp 77 miliar. Kenyataan itu memungkinkan adanya rekap terhadap BI. Lebih jauh lagi, BI mungkin saja memerlukan injeksi modal. Menurut Deputy Senior Gubernur Bank Indonesia Anwar Nasution, saat berlangsung Konvensi Nasional Perbanas XIV akhir pakan kemarin, Bank Indonesia diperkenankan memiliki utang luar negeri. Hal tersebut sesuai dengan aturan pasal 13 ayat 3 UU Nomor 23 yang menyebutkan bahwa dalam rangka pengelolaan cadangan devisa dan untuk memperkuat neraca pembayaran maka Bank Indonesia diperkenankan melakukan pinjaman luar negeri. Anwar juga tidak menolak kemungkinan berkurangnya rasio kecukupan modal (CAR) BI, terutama akibat dari penyelewengan dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia. Karena itu, menurut Anwar, sah-sah saja jika ada keinginan untuk merekap BI. Bahkan dia menambahkan, BI bisa saja memerlukan injeksi modal. Selengkapnya: mandiri.com Kasum ABRI: Tugas TNI di Maluku Utara Belum Selesai ------------------------------------------------------------------- Ternate, 9/9 (ANTARA) - Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen Djamari Chaniago menegaskan, secara umum tugas-tugas prajurit TNI dalam ikut memulihkan dan menyelesaikan konflik antarkelompok di Wilayah Propinsi Maluku Utara, belum selesai karena masih diberlakukannya Kedaan Darurat Sipil. "Saya menilai tugas prajurit TNI di Maluku Utara telah mencapai sasaran, karena beberapa tahapan yang disampaikan Pimpinan TNI telah dilaksanakan oleh Satuan TNI yang ditugaskan memulihkan konflik di daerah itu," katanya kepada ANTARA usai menerima laporan terakhir situasi keamanan dari Komandan Sektor Pemulihan Keamanan Maluku Utara Kolonel (Inf) Sutrisno di Ternate, Sabtu. Laporan Sutrisno itu sekaligus mengakhiri tugasnya memimpin enam batalyon TNI, satu batalyon organik dan dua Kompi Brimob yang bertugas memulihkan konflik di kawasan Maluku Utara. Jabatan Komandan Sektor kemudian diserahkan kepada Letkol Marinir M Arfan. Selengkapnya: http://www.antara.co.id/topstory.asp?id=20000909143059D090279 "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
