**************************
Laporkan Situasi lingkungan
<[EMAIL PROTECTED]>
Atau Hub Eskol Hot Line
Telp: 031-5479083/84
**************************

Para pembaca yang budiman,
Doa besar kuasanya. Doa bagi pemulihan Kepulauan Maluku dan sekitarnya.
Itulah yang dibutuhkan oleh saudara-saudara kita di sana, seiman maupun
tidak seiman. Oleh karena itu, tetaplah berdoa bagi wilayah ini.
Salam,
Eskol Net
------------

Kasum ABRI: Tugas TNI di Maluku Utara Belum Selesai
-------------------------------------------------------------------

Saturday, September 09, 2000/2:30:59 PM
Ternate, 9/9 (ANTARA) - Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen Djamari
Chaniago menegaskan, secara umum tugas-tugas prajurit TNI dalam ikut
memulihkan dan menyelesaikan konflik antarkelompok di Wilayah Propinsi
Maluku Utara, belum selesai karena masih diberlakukannya Kedaan Darurat
Sipil.

"Saya menilai tugas prajurit TNI di Maluku Utara telah mencapai sasaran,
karena beberapa tahapan yang disampaikan Pimpinan TNI telah dilaksanakan
oleh Satuan TNI yang ditugaskan memulihkan konflik di daerah itu," katanya
kepada ANTARA usai menerima laporan terakhir situasi keamanan dari Komandan
Sektor Pemulihan Keamanan Maluku Utara Kolonel (Inf) Sutrisno di Ternate,
Sabtu.

Laporan Sutrisno itu sekaligus mengakhiri tugasnya memimpin enam batalyon
TNI, satu batalyon organik dan dua Kompi Brimob yang bertugas memulihkan
konflik di kawasan Maluku Utara. Jabatan Komandan Sektor kemudian
diserahkan kepada Letkol Marinir M Arfan.

Dikatakannya, beberapa tahapan yang disampaikan itu, tampaknya cukup
berhasil, tapi tugas secara umum belum selesai. Kasum mengatakan, perangkat
TNI yang rusak, akibat konflik di beberapa Kecamatan di Halmahera itu perlu
difungsikan kembali termasuk perangkat Polri untuk menunjang tugas-tugas
operasi dan pelayanan kepada warga setempat.

"Contohnya, di Tobelo, Danramil dan personil tidak berada ditempat,
sementara kantor Koramil di Kecamatan Ibu dan Sahu, Kabupaten Maluku Utara
telah dibakar saat terjadinya konflik," katanya.
Menjawab pertanyaan tentang penolakan warga terhadap penempatan TNI di
beberapa daerah rawan konflik di Halmahera, ia mengatakan, tidak ada satu
titik dimana pun di negeri ini, TNI tidak bisa masuk.
"Tidak ada itu, sebab tugas yang dilaksanakan TNI untuk masyarakat. Karena
itu, masyarakat agar yakin bahwa TNI itu dari rakyat untuk rakyat,"
katanya.

Sementara itu, Sutrisno mengatakan, personil TNI yang bertugas di Wilayah
Maluku Utara sejak Desember hingga saat ini mencapai 4.000 lebih terdiri
dari enam batalyon TNI, satu batalyon organik dan dua Kompi Korps Brimob.
Stuasi dan kondisi keamanan propinsi termuda di Indonesia berangsur-angsur
pulih kembali. Kondisi ini akan lebih baik lagi menyusul adanya
pemberlakuan darurat sipil dan kesadaran masyarakat untuk menyerahkan
senjata tajam kepada aparat keamanan setempat. Sejak berlakunya keadaan
darurat sipil hingga awal September 2000 ini tidak lagi terjadi hal-hal
yang menonjol.  "Aktifitas masyarakat berjalan cukup lancar termasuk
pemerintahan dan pembangunan di propinsi hasil pemekaran itu," katanya.
Komandan Sektor Pemulihan Keamanan Maluku Utara yang baru, Letkol (Marinir)
A Arfan menjelaskan, pihaknya akan tetap melanjutkan konsep dan tugas-tugas
dari Komandan yang lama. (Abn/Pk-03/B/ND05/ 9/09/:0 14:25)

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke