************************** Laporkan Situasi lingkungan <[EMAIL PROTECTED]> Atau Hub Eskol Hot Line Telp: 031-5479083/84 ************************** Para pembaca yang terhormat, Tampaknya penembakan mobil Pdt Benyamin Munte (Pendeta GKII Medan) ini berkaitan dengan kejadian peledakan bom di halaman GKII pada Bulan Agustus lalu. Kemungkinan penembakan ini bermotif untuk melenyapkan saksi dalam peristiwa tanggal 27 Agustus lalu itu. Semoga aparat keamanan dapat mengusut pelakunya. Salam, Eskol Net ------------ Mobil Pendeta GKII Medan Ditembak, Sopir Luka Parah ```````````````````````` detikcom - Medan, Setelah di Medan diguncang beberapa kali ledakan bom, Minggu (17/9/2000) sekitar pukul 07.45 WIB masyarakat Medan dikejutkan dengan penembakan mobil pendeta GKII (Gereja Kemenangan Iman Indonesia) Benjamin Munthe oleh 2 orang tak dikenal. Benjamin selamat, tapi sopirnya tertembak dan luka parah. Kini, sopir Benjamin yang bernama Kalet masih dirawat di ICU RSU Herna Medan. Kalet akan dioperasi, karena dirinya tertembak di bagian rusuk kanannya. Saat ini, Kalet masih kritis. Ceritanya, pada saat insiden itu, Benjamin yang diantar sopirnya, dan disertai 4 orang penumpang lainnya hendak berangkat kebaktian hari Minggu ke Hermina Hall di Universitas Dharma Agung, Jl Darat Medan. Namun, saat di persimpangan Jl. Abdullah Lubis Medan, mobil Benjamin yang bernomor polisi BK 226 GM dipepet 2 orang tak dikenal yang mengendarai sepeda motor RX King. Salah seorang di antara keduanya, langsung mengacungkan pistol berperedam dan menembak pintu depan sopir. Des! Saat itu pula, Kalet, sang sopir, langsung bersimbah darah. Untungnya, mobil yang dikendarai Kalet melaju dengan kecepatan yang rendah. Setelah Kalet tertembak, mobil itu pun lantas berhenti begitu saja. Tak puas menembak sopir, lantas kedua orang tak dikenal tersebut, mengarahkan pistolnya ke pendeta Benjamin dari arah depan mobil. Benjamin yang duduk di bangku depan sebelah kiri kaget tak kepalang. Lantas, ia meng ucapkan puja-puji Tuhan. Dan betul, saat orang itu memencet pelatuknya, pistol itu pun tak menyalakkan peluru. Sampai tiga kali orang itu menarik pelatuk, peluru tak kunjung keluar juga. Akhirnya, mereka pun kabur. Lantas, Benjamin beserta 4 penumpang lainnya menolong Kadet dan mengangkutnya ke RSU Herna Medan. Menurut Pendeta Benjamin, upaya pembunuhan terhadapnya merupakan yang ketiga kalinya. Kejadian pertama, terjadi pada tanggal 17 Agustus lalu, ketika orang tak dikenal meletakkan bom di dalam mobilnya. Setelah itu pada tanggal 20 Agustus, terjadi peledakan bom tepat di depan gereja GKII Padang Bulan Medan, tempat ia sehari-hari melakukan aktivitas. Kejadian yang menimpa pendeta Benjamin ini sungguh sangat ironis. Pasalnya, hari Minggu ini Presiden Gus Dur sedang melakukan lawatan ke Medan. Salah satu agenda lawatannya, Gus Dur akan mengadakan pertemuan dengan para tokoh agama yang juga akan dihadiri oleh Pendeta Benjamin ini. Belum diketahui, apakah penembakan ini ada hubungannya dengan kehadiran Gus Dur di Medan. Namun, sampai saat ini kasus penembakan ini sedang ditangani secara serius oleh Poltabes Medan. (asy) "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
