'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''""'
SARI BERITA : Senin, 28 Agustus 2000
==================================
* Gus Dur: Kalau Tidak, Awas
* Banser Tunggu Komando
* Indonesia Protes Sekretariat PBB
* Gus Dur: Lucuti Pengawal Soeharto
* ''Buktikan sebelum Tuduh
   TNI di Balik Pengeboman''
`````````````````````````

Gus Dur: Kalau Tidak, Awas
----------------------------------
koridor.com [18 Sep, 4:03] Presiden Abdurrahman Wahid dan pimpinan Front
Pembela Islam Habib Ali Baagil saling ancam. Baagil Sabtu (16/09) mengancam
Gus Dur bila tidak mencabut perintah penangkapan terhadapnya sekaitan
dengan tudingan terlibat pengeboman BEJ, dalam tiga hari akan dituntut
secara hukum (koridor.com, 17/09).
Kini giliran Presiden mengancam Baagil. Ceritanya begini. Gus Dur Minggu
(17/09) pagi sebelum dia bertolak ke Medan, ditemui Ketua Umum GP Ansor,
Syaifullah Yusuf, guna menyampaikan kabar Habib Ali Baagil, yang tinggal di
Kwintang, menyatakan cinta kepada Gus Dur.
Dalam pertemuan inilah Gus Dur, menurut JPO mengeluarkan ancamannya. "Saya
sampaikan kepada Syaiful, kalau memang ia cinta, serahkan senjata api
kepada aparat keamanan. Saya beri waktu seminggu. Kalau tidak, awas," kata
Kepala Negara dalam acara temu wicara di Medan, Minggu.
Selengkapnya:
http://koridor.com/artikel.php3?token=fc3273b43e01764984bfb1734bbd4c2b1&in_
no=101501

Banser Tunggu Komando
-----------------------------
koridor.com [18 Sep, 7:21] Banser Jatim mengingatkan kepada kelompok pro
Soeharto agar tidak lagi membuat kekacauan dan bertindak anarkis setiap
akan diadilinya mantan Presiden RI tersebut.
Tindakan mereka selain mengganggu stabilitas keamanan, juga
dinilai mengakibatkan masyarakat menjadi resah. Jika mereka tidak ingin
berhadapan dengan Banser, hendaknya kelompok  HMS tidak lagi membuat
kekacauan maupun menciptakan tindakan anarkis.
Demikian penegasan Ketua PW Ansor Jatim, Moch Rofiq
menyikapi pernyataan Presiden Abdurrahman Wahid kepada Ketua PP Ansor
Syaefullah Yusuf tentang maraknya upaya kelompok pro-Soeharto menghalangi
pengadilan HMS.
"Jika mereka menghalangi Soeharto diadili, maka pasukan
Banser yang akan mengahadapi kelompok pro-Soeharto ini," tegasnya, sebelum
berangkat ke Jakarta Minggu.
Selengkapnya:
http://koridor.com/artikel.php3?token=fc3273b43e01764984bfb1734bbd4c2b1&rnd
=969241504&in_no=101508

Indonesia Protes Sekretariat PBB
-----------------------------------------
TEMPO Interaktif, Jakarta: Indonesia memprotes Asisten Sekjen PBB untuk
Operasi Pasukan Penjaga Perdamaian, Hedi Annabi, karena menyampaikan
informasi yang tidak benar kepada Dewan Keamanan (DK), Jumat (16/9). Bahwa
Menko Polsoskam, Susilo Bambang Yudhoyono, tidak akan datang ke New York.
Protes itu disampaikan Wakil Tetap RI di PBB, Dr Makarim Wibisono, kepada
Presiden DK PBB, Dubes Moctar Ouane, dan melalui surat kepada Annabi.
Annabi sebelumnya kepada DK mengatakan bahwa Susilo sebagai ututan
Indonesia yang akan melaporkan kemajuan penanganan kasus Atambua tidak jadi
datang. Informasi itu berdasarkan laporan Ketua Pemerintahan Peralihan PBB
di Timtim (UNTAET), Sergei Vieira de Mello. Karena itu, Ouane memanggil
Makarim untuk konfirmasi. Padahal, Ouane telah mengumumkan kepada pers
mengenai rencana pertemuan DK PBB dengan Menko Polsoskam dalam sidang pekan
depan.
Selengkapnya: http://www.tempo.co.id/news/2000/9/16/1,1,17,id.html

Gus Dur: Lucuti Pengawal Soeharto
-------------------------------------------
MEDAN-Presiden Abdurrahman Wahid memerintah Kepala Bakin, Panglima TNI, dan
Kapolri untuk melucuti pengawal-pengawal bersenjata yang bukan anggota
TNI/Polri di kediamanan mantan presiden Soeharto.
"Saya minta Kepala Bakin dan nanti Panglima TNI serta Kapolri untuk
melucuti senjata orang-orang yang bukan TNI dan petugas keamanan yang
menjaga rumah bekas presiden Soeharto," kata Presiden dalam dialog dengan
masyarakat dan tokoh-tokoh agama se-Sumatera Utara di Medan, Minggu siang.
Presiden juga menyatakan, tidak ada jalan lain untuk tidak melucuti
senjata-senjata tersebut. "Sebab, dengan bersenjata api itu, pura-pura
membela diri, atau pura-pura membela pemerintah. Tapi pada dasarnya merusak
pemerintah," kata Gus Dur.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0009/18/nas1.htm

''Buktikan sebelum Tuduh TNI di Balik Pengeboman''
----------------------------------------------------------------
JAKARTA-Kepala Staf Teritorial (Kaster) TNI Letjen Agus Widjaya minta
dibuktikan dulu siapa pelaku pengeboman akhir-akhir ini, sebelum
mengeluarkan pernyataan tuduhan, apakah pelakunya oknum TNI atau bukan.
Dia menyatakan hal itu kepada waratawan di Jakarta kemarin, menanggapi
sinyalemen yang beredar setelah bom meledak di BEJ dan peledakan di
beberapa tempat yang dialamatkan pada oknum TNI.
''Pernyataan atau dugaan itu harus ada bukti,'' katanya.
Dia menilai tuduhan tidak bisa disampaikan jika tanpa bukti, apalagi masih
bersifat asumsi-asumsi tanpa data yang kuat. Selengkapnya:
http://www.suaramerdeka.com/harian/0009/18/nas2.htm

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke