'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''""'
SARI BERITA : Selasa, 19 September 2000
==================================
<>Amien Rais Tuduh Gus Dur Biang Masalah
<>Jenderal Tyasno Dukung Gus Dur
KSAD: Pelucutan Senjata Itu Wajar
<>Menhan Kembali Tegaskan Peran Intelijen Asing dalam Kerusuhan Atambua
<>Tarif Angkot Ambon Menggila
++++++++++++++++++++++++++++++++

Amien Rais Tuduh Gus Dur Biang Masalah
-------------------------------------------------
Setelah sempat reda, Ketua MPR Amien Rais kembali pada "kebiasaan lamanya"
mengkritik habis Presiden Abdurrahman Wahid. Kali ini Amien menuduh Gus Dur
sebagai sumber masalah segala masalah yang ada di Indonesia saat ini.
Amien seusai mengikuti Muktamar Dakwah Islam Internasional VI yang dibuka
Presiden Abdurrahman Wahid, di Jakarta, Senin (18/9), mengaku sangat kecewa
sehingga tidak bisa bicara apa-apa lagi terhadap kontroversi yang dilakukan
Gus Dur dengan mengganti Kapolri tanpa mendengar pendapat DPR.
Ia mengatakan, lama-lama masyarakat menjadi biasa dengan kebiasaan Gus Dur
melepaskan tuduhan lalu dicabut lagi.
Lengkapnya: http://www.astaga.com/Article/0,,33580,00.html

Jenderal Tyasno Dukung Gus Dur
KSAD: Pelucutan Senjata Itu Wajar
------------------------------------------
koridor.com [19 Sep, 5:58] Kepala Staf TNI-AD (KSAD) Jenderal Tyasno
Sudarto mendukung perintah Presiden Abdurrahman Wahid kepada aparat untuk
melucuti senjata pengawal mantan Presiden Soeharto dan keluarganya yang
bukan berasal dari TNI dan Polri.
"Saya nilai wajar saja kalau harus melucuti senjata pengawal yang bukan
berasal dari TNI dan Polri," kata Tyasno Sudarto menjawab wartawan seusai
menghadiri panen padi perdana hasil kerja sama TNI-AD dengan masyarakat di
Bekasi, Jawa Barat, kemarin.
Tyasno menegaskan, pengawal presiden dan mantan presiden serta keluarganya
itu berasal dari institusi resmi, seperti anggota TNI atau Polri. Oleh
karena itu, apabila pengawal itu bukan berasal dari TNI dan Polri dinilai
keliru, apalagi kalau berasal dari kalangan sipil yang bersenjata api.
Lengkapnya:
http://www2.koridor.com/artikel.php3?token=fdace8ae86d7c161c66cc20479b94b20
4&in_no=101566

Menhan Kembali Tegaskan Peran Intelijen Asing dalam Kerusuhan Atambua
---------------------------------------------------------------------------
--
Menteri Pertahanan (Menhan) RI Mohammad Mahfud Mahmuddin kembali
mengungkapkan ikhwal adanya operasi intelijen asing, khususnya yang
berkaitan dengan kasus kerusuhan di Atambua, Nusa Tenggara Timur (6/9),
yang memakan tiga korban petugas UNHCR (Badan PB untuk Urusan Pengungsi)
Perwakilan Atambua.
Pernyataan itu disampaikan Mahfud MD dalam wawancara khususnya dengan
Majalah Time, yang akan beredar pada tanggal 18 September 2000, yang
rilisnya diterima Antara di Jakarta, Senin (18/9).
Sebelumnya, di Yogyakarta, Sabtu (16/9) Menhan RI kepada pers menyatakan,
pihaknya mencurigai terjadinya tragedi Atambua sebagai "hasil operasi
intelijen asing" yang telah dirancang dan direncanakan sebelumnya secara
matang, dan pihaknya sudah memperoleh fakta-fakta berkaitan dengan masalah
itu.
Lengkapnya: http://www.astaga.com/Article/0,,33573,00.html

Laporan dari Ambon
Tarif Angkot Ambon Menggila
------------------------------------
TEMPO Interaktif, Ambon: Situasi kota Ambon tiga pekan terakhir relatif
aman. Lalu lintas kendaraan angkutan dari dan ke pusat kota Ambon sudah
mulai kembali normal. Kendati demikian, tarif angkutan umum masih saja
ditentukan secara sepihak oleh para kondektur atau para supir angkot.
Demikian pantauan TEMPO Interaktif dari kota Ambon, Maluku, Senin (18/9).
Di Ambon, terlihat tarif mobil terendah hanya berlaku untuk angkutan dalam
kota saja, yakni sebesar Rp 1.000. Sementara jurusan luar kota tarif
dipatok berkisar antara Rp 5.000 sampai Rp 10.000. Padahal tarif angkot
yang sudah disetujui Pemda Kota Madya Ambon hanya sebesar Rp 400 dalam
kota. Sedangkan untuk keluar kota berkisar Rp 1.000 sampai Rp 2.000.
Kenaikan tarif angkutan selama 18 bulan terakhir ini naik sebesar 150 - 200
persen. Hal itu disebabkan situasi keamanan di kota Ambon yang selama ini
tidak menentu, serta seringnya terjadi kelangkaan BBM di pasaran. Bahkan
sering banyak agen BBM enggan melepaskan minyak ke pasaran.
Para supir angkot yang dikonfirmasi TEMPO Interaktif di Ambon mengakui,
tarif ankutan kota sebesar Rp 1.000 per orang itu lantaran harga bensin
saat ini seliternya di pasaran berkisar antara Rp 1.200 hingga Rp 1.800.
Belum lagi bensin yang dibeli dari pengecer sering dicampur sehingga mobil
sering mengalami mogok di jalan.
Lengkapnya: http://www.tempo.co.id/news/2000/9/18/1,1,38,id.html
+++++++++++++++++++++

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke