'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''""' SARI BERITA : Rabu, 20 September 2000 ================================== <>RI Presentasi dalam Sidang Dewan Keamanan PBB <>Amien Rais Jangan 'Ngotot' Rancu, Tap MPR Soal TNI dan Polri <>KORBAN TEROR DAN PENEMBAKAN DI LAUT BERTAMBAH DUA ORANG <>Persidangan Bob Hasan Dijaga Ketat +++++++++++++++++++++++++++++++++++++ RI Presentasi dalam Sidang Dewan Keamanan PBB ---------------------------------------------------------- Indonesia menolak usul Dewan Keamanan PBB untuk mengirim misi ke Jakarta guna menekan pemerintah untuk membubarkan milisi di Timor Barat. Hal ini disampaikan Utusan Khusus Pemerintah Susilo Bambang Yudoyono, Rabu (20/9) di New York. Hari ini, Susilo akan presentasi dalam sidang Dewan Keamanan PBB menyangkut masalah milisi. Usai bertemu para anggota Dewan Keamanan PBB, Susilo mengatakan, dalam situasi sekarang pengiriman misi khusus ke Indonesia hanya akan menimbulkan salah persepsi. Menko Polsoskam menambahkan, "Pengiriman juga akan menggambarkan bahwa PBB tidak mempercayai pemerintah Indonesia." Komunikasi dengan PBB dapat dilanjutkan lewat jalur diplomatik. Lengkapnya: http://www.astaga.com/Article/0,,33782,00.html Amien Rais Jangan 'Ngotot' Rancu, Tap MPR Soal TNI dan Polri -------------------------------------------- koridor.com [20 Sep, 5:11] Mantan Koordinator Kontras (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan) Munir SH mengatakan, Tap (Ketetapan) MPR berkaitan dengan pemberhentian Kapolri sudah merusak susunan tata negara. "Amien Rais seharusnya lebih sensitif terhadap kerancuan itu, dan jangan lagi ngotot mengenai polemik Tap tersebut," katanya di Jakarta, Selasa. Apabila kalangan DPR/MPR berdebat di sekitar Tap, akan memberikan ruang bagi Kapolri berikutnya untuk melakukan pembangkangan dengan alasan Presiden tidak berhak melakukan pencopotan pada dirinya. "Padahal, jabatan Kapolri itu kan juga jabatan yang berada di bawah kewenangan presiden," ujarnya lagi. Pembelaan DPR/MPR terhadap polemik Tap juga memberikan proteksi bagi para pelaku kejahatan seperti pengeboman untuk berlindung di balik Tap. Artinya, dengan polemik di sekitar Tap pelaku pengeboman justru akan berlindung di balik gedung DPR/MPR Lengkapnya: http://koridor.com/artikel.php3?token=561cb263c20fee3d002f0fbe272df7a91&in_ no=101633 KORBAN TEROR DAN PENEMBAKAN DI LAUT BERTAMBAH DUA ORANG --------------------------------------------------------------------------- --- Ambon, 20/9 (ANTARA) - Korban tewas akibat aksi teror berupa penyergapan dan penembakan di kawasan perairan laut teluk dalam Kodya Ambon bertambah menjadi dua orang, kendati telah mendapat perawatan medis secara intensif di RSUD Dr. Hauluassy Ambon. Dokter jaga di RSUD itu, dr. Jul Corosulus, yang dikonfirmasi Selasa malam menjelaskan korban yang baru meninggal dunia sekitar pukul 22.30 WIT teridentifikasi bernama Ny. Agustina Letlora (40) yang tewas akibat terkena tembakan di bahagian dada kiri. Korban telah dijemput keluarganya untuk dibawa pulang, sementara 16 korban lainnya masih mendapat perawatan intensif karena terkena tembakan di bahagian tubuh yang sangat vital seperti kepala, dada dan perut serta punggung. Lengkapnya: http://www.antara.co.id/topstory.asp?id=20000920001829D200003 Persidangan Bob Hasan Dijaga Ketat -------------------------------------------- TEMPO Interaktif, Jakarta: Terdakwa kasus penggelapan dana Departemen Kehutanan yang dilakukan oleh PT Mapindo Parama, Bob Hasan, tiba di Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (20/9), sekitar pukul 09.00 WIB. Mengenakan celana coklat dan kemeja lengan panjang berwarna krem, ia terlihat tenang. Pada sidang pertama ini, Bob didampingi kerabat dekatnya, Andi Darussalam, memasuki ruang sidang. Sementara keempat kuasa hukum Bob-Augustinus Hutajulu, SN Intihani, Chairun Nisa, dan Purbadi Harjoprajitno-sudah datang setengah jam sebelumnya. Tepat pukul 09.05, Hakim Ketua Soebardi SH membuka persidangan untuk mendengarkan dakwaan Jaksa Penuntut Arnold Angkow. Sementara itu, pengamanan di dalam dan di sekitar gedung pengadilan tampak sangat ketat. Komando operasi Polres Jakpus, Mayor Ricky, kepada TEMPO Interaktif mengatakan, Polres Jakpus bekerjasama dengan Polda Metro Jaya telah menurunkan 360 orang pasukan Perintis dan Brimob. Jumlah ini belum termasuk satu peleton Pasukan Perintis yang sudah berjaga-jaga sejak semalam. Ricky juga menjelaskan bahwa pada pukul 05.00 dini hari tadi, Tim Gegana Polri telah menyisir seluruh gedung untuk memastikan tidak ada bom atau bahan peledak lainnya. Lengkapnya: http://www.tempo.co.id/news/2000/9/20/1,1,2,id.html "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
