'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''""' SARI BERITA : Kamis, 21 September 2000 ================================== * Eggy Sudjana: Upaya Adu Domba Umat Islam-Gus Dur * Radikalisme Militer Dibelakang Pemboman BEJ * Umar W: Jangan Bohongi Prajurit * Bom di Depperindag diamankan * Bob Diancam 20 Tahun hingga Seumur Hidup * Soeharto akan Diperiksa Ulang 24 Dokter Independen * Polisi Kenali Identitas Seorang Tersangka ````````````````````````````````````` Eggy Sudjana: Upaya Adu Domba Umat Islam-Gus Dur ----------------------------------------------------------------- Jakarta -- Eggy Sudjana, yang namanya disebut dalam dokumen bertitel "Pertemuan-pertemuan Intensif Wiranto dan Kelompoknya" adalah seorang aktivis. Belakangan, kiprah Ketua PPMI ini dalam menggerakkan demonstrasi menjadikannya sering dituding sebagai penggerak "kerusuhan". Barangkali karena itu, ia lalu disebut pula dalam dokumen yang antara lain merancang pemboman BEJ. Tapi, mantan Ketua Umum PB HMI MPO ini menolak keras. Menurutnya, penyebutan namanya itu nggak bener. "Nggak mungkin saya rapat semacam itu. Sama Wiranto saja saya tidak kenal. Artinya, nggak kenal itu nggak pernah salaman, duduk bareng dan ngobrol," katanya kepada Berpolitik.Com di Jakarta, semalam. Apalagi, katanya, track recordnya dalam berjuang tidak pernah menggunakan cara-cara seperti itu. "Saya kalau berjuang turun, maju mimpin demonstrasi, gebrak-gebrak terhadap sesuatu yang nggak bener." Sepanjang aktivitasnya, ia tidak pernah melakukan kekerasan, apalagi dengan menggunakan bom. "Saya menentang dan mengutuk keras bom itu. Nggak suka saya," tegasnya. Selengkapnya: http://www.berpolitik.com/article.pl?sid=100/09/21/0532242 Radikalisme Militer Dibelakang Pemboman BEJ -------------------------------------------------------- Jakarta -- Pengamat Politik Prof Deliar Noer menyetujui adanya opini yang mengatakan bahwa pelaku peledakan bom Bursa Efek Jakarta (BEJ) adalah radikalisme militer. Deliar menolak tudingan bahwa pelakuk pemboman adalah radikalisme Islam. Menurutnya, kelompok radikal itu secara umum adalah mereka yang memulai memunculkan kerusuhan dengan skala yang besar dan dalam melakukan aksi teror. "Radikal itu tidak harus yang dimaksud adalah Islam, agama-agama lainpun bisa saja seperti Kristen, Katolik dan seterusnya," jelas Deliar. Namun, Deliar menyetujui bahwa pelaku pemboman BEJ adalah kelompok radikal militer. "Saya setuju kalau radikalisme militer itu yang berada dibalik persitiwa pemboman," jelas Deliar. *** (zul) Selengkapnya: http://www.berpolitik.com/article.pl?sid=100/09/20/1859240 Umar W: Jangan Bohongi Prajurit ----------------------------------------- koridor.com [21 Sep, 6:35] Mantan Pangkostrad Letjen TNI Agus Wirahadikusumah masih mempertanyakan hasil pengungkapan pemeriksaan dugaan penyelewengan dana di Yayasan Kostrad yang diumumkan Irjenad (Inspektur Jenderal TNI AD). Dia mengatakan, kini terserah Pangkostrad Letjen Ryamizard Ryacudu, apakah mau atau tidak menindaklanjuti hasil temuan yang sebenarnya sudah cukup jelas. "Silakan saja," katanya kepada wartawan sehubungan dengan pernyataan Irjenad Mayjen Djoko Subroto yang menyebutkan tidak ada penyelewengan dana di jajaran Kostrad oleh Panglima Kostrad sebelum dijabat Agus. Selengkapnya: http://www.koridor.com/artikel.php3?token=7793125f36b8738be70555571a4020c41 &in_no=101699 Bom di Depperindag diamankan -------------------------------------- koridor.com [21 Sep, 3:13] Aparat kepolisian Polres Aceh Besar, Rabu, mengamankan satu bom rakitan yang tidak meledak. Bom ini dipasang oleh orang tak dikenal (OTK) di bagian dinding gedung Kanwil Departemen Perindustrian dan Perdagangan (Depperindag) Aceh. Kapolres Aceh Besar, Superintendent Sayed Hoesainy di Banda Aceh, menjelaskan, bom yang dirakit dengan bahan peledak peninggalan Jepang itu berhasil dijinakkan oleh petugas Gegana Polri dan kini diamanankan di Mapolres Aceh Besar sebagai barang bukti untuk penyelidikan lebih lanjut. Bom rakitan yang dikendalikan dari jarak jauh itu diperkirakan memiliki daya ledak keras, namun tidak membuat kerusakan yang berarti, karena bom itu bertujuan untuk merusakkan bagian-bagian tertentu dari Kanwil Depperindag Aceh di jalan Pocut Baren Banda Aceh itu. Selengkapnya: http://www.koridor.com/artikel.php3?token=7793125f36b8738be70555571a4020c41 &rnd=969493737&in_no=101690 Bob Diancam 20 Tahun hingga Seumur Hidup ------------------------------------------------------ JAKARTA-Sidang kasus penyelewengan dana reboisasi Departemen Kehutanan oleh PT Mapindo Parama dengan terdakwa mantan menperindag Mohamad "Bob" Hasan kemarin digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Sidang yang beragenda pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum itu mendapat pengawalan sangat ketat. Berdasarkan keterangan Mayor Ricky Wakanno dari Polres Metro Jakarta Pusat, 350 personel dikerahkan untuk mengamankan sidang tersebut. Pengerahan sejumlah besar pasukan pengamanan sebagai antisipasi terhadap demonstran yang kontra-Soeharto. Dia menyatakan, karena Bob salah satu kroni Soeharto, ada kemungkinan menjadi sasaran demo. Karena pengamanan ketat, para wartawan yang hendak meliput pun juga diperiksa aparat. Ricky menambahkan, pada malam sebelumnya lokasi sidang sudah disisir oleh tim Gegana dan dinyatakan aman dari teror bom. Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0009/21/nas3.htm Soeharto akan Diperiksa Ulang 24 Dokter Independen * Dua Kubu Demo Pemanasan di Cendana ------------------------------------------------- Jakarta (Bali Post) - Untuk memenuhi penetapan majelis hakim PN Jaksel, mantan Presiden Soeharto dalam waktu dekat ini akan mulai digarap tim medis bentukan Kejaksaan Agung. Tim medis berjumlah 24 orang itu akan memeriksa Soeharto di RSCM Jakarta. Kapuspenkum Kejaksaan Agung Yushar Yahya mengatakan hal itu, Rabu (20/9) kemarin. Menurut Yushar Yahya, pemeriksaan terhadap penguasa orde baru itu akan dilakukan sesegera mungkin dan pemeriksaan tim dokter baru ini harus selesai sebelum 28 September 2000 atau sebelum persidangan berlangsung. Ditetapkannya RSCM sebagai tempat pemeriksaan Soeharto, menurut Yushar Yahya, karena rumah sakit itu merupakan rumah sakit rujukan nasional. Sementara mengenai waktu, katanya, tim dokter mita agar tidak diumumkan kepada masyarakat karena dikhawatirkan proses pemeriksaan terganggu. Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/9/21/n10.htm Polisi Kenali Identitas Seorang Tersangka --------------------------------------------------- TEMPO Interaktif, Jakarta: Tim penyidik Polda Metro Jaya untuk kasus peledakan bom di Gedung Bursa Efek Jakarta saat ini telah mengantongi identitas salah seorang tersangka. Orang ini diduga yang meletakkan bom di mobil Toyota Corona Mark II yang turut meledak tersebut. Demikian penjelasan Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Polda Metro Jaya, Superintendent M Nur Usman, di Ruang Data Ditserse Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (20/9). Nur Usman menjelaskan, identifikasi tersangka tersebut dibuat berdasarkan keterangan saksi-saksi yang telah diperiksa. Hingga saat ini, tim penyidik telah memeriksa 50 orang saksi. Ketika ditanya, apakah tersangka tersebut adalah salah seorang dari saksi, Kadispen tidak bersedia menjawab dengan tegas. "Ya bisa saja dari antara 50 orang tersebut, bisa juga tidak," ujarnya. Dia menambahkan, ada kemungkinan dalam waktu dekat tim penyidik akan membuat sketsa wajah orang tersebut. Selengkapnya: http://www.tempo.co.id/news/2000/9/21/1,1,1,id.html "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
