************************* Laporkan Situasi lingkungan <[EMAIL PROTECTED]> Atau Hub Eskol Hot Line Telp: 031-5479083/84 ************************* Sepuluh Pengungsi Buru Utara Barat Meninggal --------------------------------------------------------- Sebanyak 105 kepala keluarga (KK) atau sekitar 300-an jiwa pengungsi asal Waikose, Desa Wainibe Air Buaya, Kecamatan Buru Utara Barat (BUB), Kabupaten Pulau Buru, saat ini mengeluh karena kurang obat-obatan dan tenaga medis untuk melayani mereka yang sakit. Sejak pecah rusuh di Wainibe 22 Desember 1999 lalu belum pernah mendapat pelayanan kesehatan dari pemerintah daerah. Hingga saat ini 10 orang telah meninggal dunia karena kekurangan obat-obatan. Hal ini diungkapkan oleh Dominggus Lehalima, tokoh masyarakat dari Dusun Waikose yang ditemui kontak person kami kemarin di Ambon. Untuk itu atas nama masyarakat pengungsi di Waikose, ia meminta pemerintah daerah tingkat I maupun tingkat II untuk segera mendrop obat-obatan dan mengirim tenaga kesehatan ke wilayah tersebut untuk mengatasi kekurangan yang dialami para pengungsi di sana. Sejak rusuh Desember tahun lalu, sampai sekarang para pengungsi Waikose belum pernah mendapat pelayanan obat-obatan dari pemerintah daerah. Padahal disana banyak yang menderita berbagai macam penyakit, dan saat ini sungguh memprihatinkan. Dikatakan, saat ini para pengungsi Waikose tinggal di rumah-rumah darurat yang dibangun sendiri dengan beratap daun rumbia, di suatu wilayah yang berjarak sekitar 1,5 km dari Waikose. Mereka mengungsi saat rusuh tanggal 22 Desember 1999, yang mengakibatkan rumah-rumah mereka ludes terbakar. Saat ini sebagian besar pengungsi terutama anak-anak dan para lansia, kondisi kesehatannya sangat memprihatinkan. Banyak yang menderita sakit, ada yang sudah lama terbaring sakit hanya karena tidak ada tenaga medis dan dukungan obat-obatan. Rata-rata mereka sakit diare dan malaria. Akibatnya, mereka hanya pasrah pada keadaan apa pun yang akan menimpa mereka. Menurut Lehalima, mereka memang pernah menerima bantuan langsung dari Satkorlak berupa beras 1, 5 ton, 50 karton sarimie, dan sejumlah terpal yang diterima pada Pebruari lalu. Namun hanya se-kali itu saja. Seterusnya mereka hanya mengkonsumsi bahan makanan yang didapat dari hasil kebun di sekitar kali Wainibe. Selain itu, di wilayah pengungsian warga Waikose tetap merasa tidak aman karena masih ada gangguan keamanan yang mengancam hidup mereka. Untuk mengambil hasil-hasil kebun di daerah pengungsian, mereka harus selalu waspada karena sering muncul isu-isu penyerangan. Pernah di suatu waktu seorang pengungsi kena tembak ketika hendak mengambil hasil kebunnya sedangkan seorang lagi sampai sekarang belum diketahui nasibnya. Demikian informasi pengungsi di Buru Utara Barat. Eskol Net ------------ "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
