'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''""'
SARI BERITA : Sabtu, 25 September 2000
==================================
*> Polisi Tangkap 25 Peledak Bej & Kedubes Malaysia
*> Albert Skeptis Terhadap Polisi
*> Gus Dur: Serahkan senjata atau diserang
*> "Dokumen Wiranto, Sulit Dipercaya tapi Kok Ada?"
*> Indorayon Siap Ditutup
*> Amin Rais: Gus Dur Sudah Tabrak Rambu
````````````````````````````````````

Polisi Tangkap 25 Peledak Bej dan Kedubes Malaysia
----------------------------------------------------------------
Jakarta, 24/9 (ANTARA) - Sejumlah 25 tersangka peledak bom di gedung Bursa
Efek Jakarta (BEJ, 13/9) dan pelempar granat di Kedubes Malaysia (27/8)
ditangkap reserse Polda Metro Jaya.
Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Nurfaizi kepada pers di Jakarta,
Minggu, mengatakan, pengungkapan 25 tersangka itu bermula dari penangkapan
tersangka Iwan Setiawan alias Husein (43) di taksi (23/9 pukul 04.00 WIB)
di perempatan Cilandak, Jakarta Selatan.
Berdasarkan atas informasi dan penyelidikan oleh Polda Metro Jaya, kata
Kapolda, tersangka akan meledakkan bom di Kedubes AS, Jl Merdeka Selatan,
Jakarta Pusat; dan Sarinah, Jl Thamrin, Jakarta Pusat.
Selengkapnya: http://www.antara.co.id/topstory.asp?id=20000924121554D240041

Albert Skeptis Terhadap Polisi
--------------------------------------
koridor.com [25 Sep, 7:34] Pengumuman nama-nama anggota Gerombolan Sipil
Bersenjata oleh pihak polisi, malah menimbulkan tanda tanya. Pengamat hukum
Albert Hasibuan secara terus terang mengaku skeptis terhadap hasil kerja
polisi.
"Bagaimana mungkin hanya selang sehari Kapolri dilantik, Kapolda langsung
mengumumkan para tersangka dan sejumlah saksi," ujarnya seraya menambahkan,
jangan sampai pengumuman tersebut semata-mata untuk menghibur masyarakat.
Selengkapnya:
http://koridor.com/artikel.php3?token=a152a9e188afa20b9f42018b7b9823041&in_
no=101882

Gus Dur: Serahkan senjata atau diserang
-------------------------------------------------
satunet.com - Presiden KH Abdurrahman Wahid mengingatkan para anggota
milisi untuk segera menyerahkan senjata mereka kepada aparat keamanan,
karena kalau hal itu tidak dilaksanakan, para milisi itu akan diserang oleh
pihak luar.
Pernyataan Presiden Gus Dur itu menanggapi upaya intervensi militar
internasional di Nusa Tenggara Barat (NTB) jika Indonesia tidak segera
menyelesaikan masalah keamanan di NTT atau tidak juga segera melucuti para
milisi.
Gus Dur mengungkapkan peringatan itu sebelum Wapres Megawati Soekarnoputri
bertolak ke NTT, Minggu, guna menyaksikan penyerahan senjata para milisi
kepada aparat keamanan.
Selengkapnya: http://satunet.com/artikel/isi/00/09/25/27766.html

"Dokumen Wiranto, Sulit Dipercaya tapi Kok Ada?"
------------------------------------------------------------
SEHARI setelah Kapolri Komisaris Jenderal Bimantoro dilantik, pelaku aksi
pengeboman yang mengguncangkan Jakarta akhir-akhir ini ditangkap. Yang
mengagetkan, justru mereka ditangkap saat akan meledakkan bom di Kedubes
Amerika Serikat (AS) dan Gedung Sarinah.
Kepolisian juga berhasil menguak pengakuan para tersangka. Merekalah yang
meledakkan bom di Kedubes Malaysia serta gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ),
yang menelan belasan korban nyawa.
Yang patut dipertanyakan dari peristiwa penangkapan pelaku pengeboman itu,
kenapa persis dalam selebaran yang memuat ''Dokumen Wiranto'' dan
kelompoknya yang beredar beberapa waktu lalu dan dimuat beberapa media
massa.
Dalam lembaran kelima dokumen itu disebutkan peletakan bom waktu dengan
sasaran BEJ, Masjid Istiqlal, Kejaksaan Agung, Gereja Katedral, Bina Graha,
Stasiun Gambir, Atmajaya, Trisakti, Sarinah, Kedubes AS, Australia,
Malaysia, dan gedung-gedung sekitar Monas.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0009/25/nas2.htm

Indorayon Siap Ditutup
----------------------------
TEMPO Interaktif, Medan: PT Indorayon Utama telah siap untuk ditutup jika
masyarakat Toba Samosir sungguh-sungguh menginginkannya. Demikian
pernyataan Director of Community Relations PT Indorayon, Bilman Butar
Butar, kepada TEMPO Interaktif di sela-sela Temu Kajian Ilmiah membahas
masalah Indorayon di Niagara Hotel, Medan, Sabtu (23/9) malam.
Meski demikian, Bilman beranggapan bahwa persoalan Indorayon sesungguhnya
berawal dari masalah yang bersifat personal. Kasus tersebut muncul dan
menjadi masalah nasional, bahkan internasional, karena banyak muatan
politiknya. "Kami hanya menyerahkan kepada masyarakat yang punya power,
dipercaya atau tidak, semua tergantung masyarakat," ujar Bilman.
Selengkapnya: http://www.tempo.co.id/news/2000/9/23/1,1,21,id.html

Amien: Jujur Saya Katakan,
Gus Dur Sudah Tabrak Rambu
-------------------------------------
Yogyakarta -- Ketua MPR Amien Rais menilai alasan Gus Dur segera melantik
Kapolri hanyalah alasan yang dicari-cari. "Itu hanya alasan yang
dicari-cari. Saya kira bukan itu masalahnya," kata Amien kepada wartawan di
Yogyakarta, usai peletakan batu pertama pembangunan masjid SMU Muhammadiyah
Sewon Bantul, Minggu (24/9).
Amien mengakui bahwa substansi masalah penggantian Kapolri belum menyangkut
eksistensi negara, karena penggantian Kapolri tidak terlalu istimewa.
Tetapi secara teoritik Gus Dur melanggar Tap MPR dan melecehkan lembaga
tertinggi negara. "Tetapi bahwa sebuah Tap MPR itu bisa dilanggar dengan
entengnya, ini menunjukkan bahwa presiden mengelola negara ini seolah tanpa
rambu-rambu apapun juga," kata Amien
Selengkapnya: http://www.berpolitik.com/article.pl?sid=100/09/24/1845254

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke