**************************
Laporkan Situasi lingkungan
<[EMAIL PROTECTED]>
Atau Hub Eskol Hot Line
Telp: 031-5479083/84
**************************

Operasi Genocide Pulau Saparua:
Gereja & Pemukiman di Desa Pia
Dibakar Massa Muslim desa Kulur
`````````````````````````````
(Provided By Masariku Network)

Pulau Saparua yang letaknya bertetangga dengan pulau Pulau Haruku dan Pulau
Seram terdiri dari 16 desa, 3  diantaranya adalah desa Muslim dan 13
sisanya adalah desa Kristen. Ketiga desa Muslim tersebut adalah desa
Sirisori Salam, Desa Iha dan Desa Kulur. Penempatan lokasi ke-16 desa yang
mengelilingi pulau Saparua dapat dipetakan menurut garis pantai secara
berurutan sbb:

(dimulai dari desa Itawaka):
Itawaka - Noloth - Iha (Desa Muslim) - Ihamahu - Kampung Mahu - Tuhaha -
Pia - Kulur (Desa Muslim) - Porto - Booy
Paperu - Haria - Saparua-Tiouw - Sirisori Sarani - Sirisori Salam (Desa
Muslim) - Ulath - Ouw.

Bila sebelumnya, Senin 18/9, titik konflik berawal dari wilayah desa
Sirisori Salam-Ulath, maka pada hari Rabu, 20/9, titik konflik dan serangan
diperlebar ke wilayah Kristen di desa Sirisori Sarani, Pada hari Jumat,
22/9
diperluas lagi ke desa Noloth dan Ihamahu dan pada hari ini, 23/9 pukul
10.30 WIT hingga siang pukul 14.00 WIT, titik konflik dan serangan muslim
dperlebar lagi ke desa Pia. Seperti yang telah kami informasikan (Maluku
Report 86) mengenai tiga lokasi konsentrasi massa Muslim dan daerah target
serangannya di pulau Saparua, serangan ke desa Pia dibangun dari desa Kulur
(kedua desa ini bertetangga).

Massa yang didatangkan dari luar pulau Saparua dengan menggunakan angkutan
laut berhasil meratakan bangunan gereja maupun kawasan pemukiman warga di
desa Pia. Dengan demikian, ketiga desa Muslim di pulau Saparua, dengan
menggunakan momentum penembakan peristiwa misterius di tanjung Ouw, telah
berposisi sebagai pusat-pusat pengerahan massa perusuh dengan target
bumi-hangus desa-desa Kristen di pulau Saparua. apabila eskalasi
penyerangan para perusuh dalam waktu dekat tidak berhasil di hentikan maka
dapat dipastikan bahwa 13 desa di pulau saparua terancam Christian
Cleansing mengingat hebatnya kekuatan amunisi mortir, bom, granat hingga
senjata organik yang dimiliki perusuh dan adanya dukungan aparat TNI-Brimob
dibalik penyerangan massa perusuh.

Sejauh ini tercatat dalam peta pelayanan Gereja Protestan Maluku ada 5
klasis (lima wilayah/pulau di kepulauan Maluku) yang mengalami Christian
Cleansing baik dalam bentuk penggusuran semua warga Kristen maupun
penghancuran total desa-desa adat Kristen. Ke lima wilayah itu adalah pulau
Banda, pulau Obi, pulau Bacan, wilayah pulau Seram bagian timur, dan
wilayah pulau Buru Utara.

Disamping itu juga tercatat ada 8 Klasis yang mengalami kehancuran wilayah
yang parah dan penggusuran penduduk yang signifikan yakni klasis pulau
Ambon, kota Ambon, pulau-pulau Lease, Tehoruw, Sanana, Ternate, Seram barat
Piru dan Masohi. Posisi Aparat Adanya penyerangan baru terhadap 3 desa
Kristen di Saparua ( Noloth, Ihamu
dan Pia) telah menyebabkan Kapolda mengirim 3 kompi Brimob, yang terdiri
dari kesatuan Brimob Kelapa Dua Jakarta dan dari Polda Maluku, ke Saparua
hari ini, 23/9.

Informasi terakhir menyebutkan bahwa ternyata ketiga kompi ini tidak
menempati lokasi daerah-daerah Kristen yang diserang melainkan menempati
daerah pusat pengerahan massa perusuh di 3 desa Muslim tsb. Alasan dibalik
penempatan Brimob ke lokasi Muslim ini karena mereka tidak diterima oleh
masyarakat Kristen setelah pada hari Jumat kemarin, 22/9, satuan Zipur 8
yang didatangkan dari ambon di tolak masyarakat Kristen di Saparua.

Protes dan penolakan masyarakat Kristen terhadap aparat khususnya TNI-AD
bukanlah tanpa alasan mengingat sejak hari selasa, 19/9 terpantau adanya
mobilisasi aparat TNI AD bersama para penyusup dalam speed boat ke desa
Sirisori Salam dan ternyata ikut mendukung massa penyerang. Kekecewaan ini
kian diperkuat dengan kehadiran kapal patroli TNI-AL di sekitar perairan
pulau Saparua yang tidak memainkan peran pengaman dan peran blokade arus
penyusupan dan mobilisasi massa penyerang dari luar pulau Saparua.

Anehnya, kapal patroli itu justru merapat ke desa Haria ketika desa
Sirisori Sarani diserang dari laut pada hari Rabu, 20/9 Info terakhir yang
kami terima hari ini menyatakan bahwa kapal patroli tersebut justru
menembak ke arah desa Noloth di saat desa itu tengah diserang warga muslim.
Ketidak-beresan dalam sikap pengamanan kapal patroli TNI-Al patut dicermati
lebih lanjut di tengah iklim konflik tertutup antara TNI-AD dengan Brimob
yang selama ini membayangi berbagai aksi kerusuhan di sejumlah tempat. Di
pihak lain, berita terbaru yang terpantau juga bahwa 2 aparat Brimob yang
dikirim ke Kulur tertembak mati.

Provided By Masariku Network 2000
````````````````````````````````

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke