'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
SARI BERITA : Selasa, 27 Juni 2000
================================
<>Selesaikan Konflik SARA, Umat Hindu Jadi Penengah
<>AS desak pemerintah RI intervensi di Maluku
<>Widodo AS: Aparat Akan Berusaha Maksimal Tangani Ambon
<>Darurat Sipil Diberlakukan
<>Syahril Sabirin Dikirimi Karangan Bunga Duka Cita
<>PWNU Jatim Sesalkan Aksi FPI
<>Rumah Kayu Buat Bengkulu

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Selesaikan Konflik SARA, Umat Hindu Jadi Penengah
-----------------------------------------------------------------
Jakarta (Bali Post) -
Dalam menyikapi berbagai persoalan SARA di Indonesia, umat Hindu terkesan
diam. Tetapi dalam diamnya, umat Hindu berusaha memberi kontribusi untuk
menyelesaikan konflik dengan berusaha menjadi penengah. Demikian dikatakan
Ketua Umum DPP Prajaniti Mayjen TNI (Pur) Ketut Wirdhana di Jakarta, Minggu
(25/6) malam, dalam peringatan HUT ke-32 Prajaniti.
Menurut Ketut Wirdhana, persoalan bangsa yang kini terjadi di berbagai
daerah, tak bisa disikapi dengan asal vokal. Untuk mengatasi persoalan
tadi, mesti dikaji akar persoalannya sehingga dalam mengambil keputusan
bisa lebih bijaksana dan hati-hati.
Ia tak setuju dengan keinginan sejumlah tokoh Hindu, agar umat Hindu
khususnya DPP Prajaniti, bersikap vokal dalam menyikapi berbagai gejolak di
masyarakat. Persoalannya adalah, kata mantan Pangdam VIII/Trikora ini,
sikap vokal itu mesti memperhitungkan untung ruginya bagi kepentingan umat
Hindu.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/6/27/n3.htm

AS desak pemerintah RI intervensi di Maluku
------------------------------------------------------
satunet.com - Pemerintah Amerika Serikat Senin kemarin mendesak pemerintah
Indonesia untuk menghentikan kekerasan di Maluku.
Pihak Kementerian Luar Negeri AS juga mengatakan Jakarta juga harus
menghentikan kelompok luar untuk masuk ke wilayah Maluku guna menghindari
semakin meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut.
"Kami sangat prihatin dengan semakin meningkatnya skala kekerasan di
Maluku," kata Jubir Kemlu AS Philip Reeker seperti dikutip sebuah laporan
Selasa dinihari.
"Kami sangat terganggu dengan kenyataan di lapangan dimana beberapa aparat
keamanan tidak bisa menghentikan kekerasan dan kami mendesak pemerintah
Indonesia untuk segera melakukan tindakan efektif guna mencegah semakin
meluasnya kekerasan di Mauluku," katanya dalam briefing harian Kemlu AS.
"Pemerintah Indonesio harus mencegah kelompok terorganisir melakukan
inisiatif penyerangan dan menghentikan kelompok luar masuk ke daerah itu
untuk ikut ambil bagian dalam aksi kekerasan," tambahnya.
Selengkapnya: http://satunet.com/artikel/isi/00/06/27/19112.html

Widodo AS: "Apa pun Hukumnya, Aparat
Akan Berusaha Maksimal Tangani Ambon"
 Senin, 26 Juni 2000, @19:27 WIB
------------------------------------------
Jakarta -- Panglima TNI, Laksamana Widodo AS menyatakan bahwa apapun payung
hukum yang diberikan kepada aparat untuk menangani soal Maluku, aparat akan
menerapkannya secara maksimal. Hal itu dinyatakan Panglima TNI seusai Rapat
Gabungan dengan Komisi I dan II di Gedung DPR RI, yang baru usai petang
ini. Hadir juga dalam acara itu Kapolri Letjend (Pol) Rusdiharjo, Menteri
Pertahananan, Juwono Sudarsono dan Menkumdang Yusril Ihza Mahendra.
Ada tiga langkah tegas yang akan diambil TNI, pertama TNI melakukan
langkah-langkah redislokasi pasukan (penarikan ulang), kedua TNI menghimbau
kepada semua pihak yang bertikai untuk tidak saling menyerang, ketiga
masyarakat agar menyerahkan senjata-senjata yang ada. Setelah batas waktu
nanti, secara proaktif aparat akan melakukan razia.
Widodo sempat menyesalkan pula masih adanya kelompok-kelompok masyarakat
yang menginginkan instabilitas di sana.
Selengkapnya: http://www.berpolitik.com/article.pl?sid=100/06/26/1927232

Darurat Sipil Diberlakukan
Untuk Maluku dan Maluku Utara
Situasi Ambon Masih Mencekam
 --------------------------------------
NAIK PAGAR: Sejumlah orang yang mengaku warga Maluku berunjuk rasa di depan
Kantor Kedutaan Besar AS di Jakarta, kemarin. Tiga pengunjuk rasa nekat
naik pagar pintu gerbang kedutaan. Mereka menuntut Amerika ikut membantu
menangani kerusuhan di Maluku. (Foto:Suara Merdeka/rtr-55b)
 JAKARTA-Mulai hari ini, Selasa 27 Juni 2000, pukul 00.00 WIT, pemerintah
memberlakukan darurat sipil di Maluku dan Maluku Utara. Pemberlakuan
darurat sipil itu tertuang dalam Keppres Nomor 88 Tahun 2000 tertanggal 26
Juni.
Hal itu ditegaskan oleh Presiden Abdurrahman Wahid yang didampingi para
menteri dan pejabat negara dalam jumpa pers di Istana Negara, Senin
kemarin.
Presiden menyatakan keputusan itu diambil setelah para menteri dan para
pemimpin Polri dan TNI bertemu DPR.
''Ini setelah Bapak-bapak berbincang dengan pimpinan DPR, diambil
kesimpulan harus segera dikemukakan ke masyarakat mengenai pemberlakuan
darurat sipil di Maluku dan Maluku Utara,'' kata Presiden.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0006/27/nas1.htm

Syahril Sabirin Dikirimi Karangan Bunga Duka Cita
-------------------------------------------------------------
Jakarta (Bali Post) -
Simpati atas ketidakadilan yang menimpa Gubernur Bank Indonesia Syahril
Sabirin terus mengalir. Wakil Ketua DPR-RI AM Fatwa, Senin (26/6) kemarin,
menjenguk Syahril Sabirin di Rutan Kejaksaan Agung. Mantan narapidana
politik orde baru ini menghadiahi Syahril buku berjudul ''Demi Sebuah
Rezim''.
Kepada wartawan yang mencegatnya, Fatwa mengatakan, penahanan Syahril
Sabirin sarat dengan muatan politik. ''Dari segi momennya kelihatannya
dipaksakan dan terlalu dini,'' katanya. Ia mempertanyakan, mengapa
tokoh-tokoh di balik kasus Bank Bali lainnya tidak diperlakukan sama dengan
Syahril Sabirin. Ketika ditanyakan apakah tokoh-tokoh itu termasuk
Baramuli? ''Ya, pokoknya belasan orang itu harus dijadikan tersangka,''
katanya.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/6/27/n2.htm

PWNU Jatim Sesalkan Aksi FPI
--------------------------------------
detikcom - Surabaya, Perusakan sejumlah caf� maupun tempat hiburan dan
kantor Komnas HAM di Jakarta oleh kelompok yang mengatasnamkan Front
Pembela Islam (FPI) beberapa waktu lalu disesalkan oleh ketua PWNU Jatim KH
Ali Maschan Moesa. Cara yang dilakukan FPI dinilai tidak menyelesaikan
masalah.
Hal itu dikemukakan KH Ali Maschan Moesa kepada wartawan di Surabaya, Senin
(26/6/2000). Menurut KH. Drs. Ali Maschan Moesa, aksi kekerasan tersebut
justru tidak meyelesaikan masalah, bahkan sebaliknya akan mencoreng nama
umat Islam secara umum. "Mereka tidak demokratis dan tidak mewakili Islam,"
ujar Ali di kantor PWNU, Jl. Raya Darmo, Surabaya.
Selengkapnya:
http://www.detik.com/peristiwa/2000/06/26/2000626-235338.shtml

Rumah Kayu Buat Bengkulu
26 Jun 2000 22:12:10 WIB
---------------------------------
TEMPO Interaktif, Bengkulu: Pengamat ekonomi politik dari Universitas
Bengkulu (Unib) Budiarto Marsul mengatakan konstruksi bangunan yang terbaik
untuk daerah rawan gempa seperti Bengkulu adalah rumah kayu. "Masyarakat
Bengkulu tidak perlu mengikuti gaya rumah beton ala Jakarta," katanya.
Buktinya, lanjut pembantu dekan III Unib itu, rumah dengan konstruksi
betonlah yang banyak hancur. Sedangkan rumah kayu tidak ada yang rubuh.
Tetapi bila tetap ngotot menggunakan bahan beton, maka konstruksi bangunan
harus menggunakan bahan bangunan tahan gempa. Artinya, warga juga harus
mengeluarkan biaya yang lebih mahal.
Hal senada dikemukakan Pembantu Dekan I Fakultas Teknik Unib, Sujendro.
"Sekarang ini membangun rumah harus tahan gempa, dengan stik konstruksi
yang berpenulangan liat. Jika tidak, bila terjadi beban lebih, bangunan
akan patah," katanya. "Sebenarnya pasangan batu bata di Bengkulu sangat
kokoh, namun ketika batanya habis akibat geseran gempa, bangunan tersebut
akan patah," tambahnya. (Fadilasari)
Selengkapnya: http://www.tempo.co.id/news/2000/6/26/1,1,31,id.html

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke