'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''""'
SARI BERITA : Jumat, 4 Agustus 2000
==================================
*> Mahasiswa Surabaya Deklarasikan Anti Kekuatan Orba
*> Hilangkan Jiwa Sosialisme di UUD
*> Amien Kembali Serang Gus Dur
*> Soeharto Resmi Jadi Terdakwa
*> Manila Bantah Pengakuan Caday
*> Presiden: Asing Pura-pura Dukung Kedaulatan RI
*> Pabottinggi Kritik Amien Rais
*> Bom Teror Politik Spekulasi Politik di Balik Bom
==========================================

Mahasiswa Surabaya Deklarasikan Anti Kekuatan Orba
------------------------------------------------------------------
Surabaya (Bali Post)-
Mahasiswa nampaknya tidak puas terhadap pemerintahan Gus Dur. Sebab, sudah
sembilan bulan pemerintahan Gus Dur terbentuk, tetapi belum mampu keluar
dari krisis ekonomi. Keadaan ini disebabkan masih adanya kekuatan orde baru
(orba) dan reformis gadungan dalam pemerintahan dan parlemen.
''Karena itulah, Jumat (4/8) hari ini mahasiswa yang tergabung dalam
berbagai organisasi mendeklarasikan anti kekuatan orba dan reformis
gadungan,'' kata Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jatim,
Yoyok, kepada Bali Post di Surabaya Kamis (3/8) kemarin.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/8/4/n1.htm

Hilangkan Jiwa Sosialisme di UUD
------------------------------------------
JAKARTA - Pasal-pasal yang menyangkut masalah ekonomi di UUD 1945
mencerminkan ideologi sosialis, sehingga perlu diamandemen. Dalam kondisi
kompetisi global saat ini, Pasal 33, 34, dan 23 perlu diubah dan
disesuaikan. Selain itu, ada pasal yang sulit diwujudkan karena terlalu
idealis.
Pengamat ekonomi Dr Sjahrir mengemukakan hal itu dalam diskusi terbuka yang
diselenggarakan Pusat Kajian Komunikasi Bisnis dan Politik di Jakarta
kemarin. Tampil pula sebagai pembicara Wakil Ketua PAH I BP MPR Slamet
Effendi Yusuf.
Sjahrir mengatakan, jika UUD 1945 yang menyangkut ekonomi akan diamandemen
mestinya perlu diperhatikan watak sosialisme mau dibawa ke mana. Dia
mencontohkan, bagaimana penguasaan alat produksi oleh negara yang sudah
lama ditinggalkan di negara-negara lain.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0008/04/nas5.htm

Amien Kembali Serang Gus Dur
-------------------------------------
JAKARTA-Meski baru selang dua hari dilakukan pertemuan di Yogyakarta, Ketua
MPR Amien Rais kembali melakukan manuver secara terbuka. Kali ini dia
menilai, pemerintahan Gus Dur hingga kini belum ada sisi ekonomi yang
konkret untuk pemulihan ekonomi.
Bahkan, dalam beberapa persoalan penting ekonomi, menurut Amien, justru
terjadi kegagalan. Seperti penjualan aset BPPN, bank-bank yang masih
bleeding walau sudah direkap, dan berkembangnya masalah praktek KKN.
Pemerintahan Gus Dur saat ini, kata dia, ternyata permainannya sama dengan
saat pemerintahan Soeharto dan Habibie, hanya pemainnya saja yang diganti
oleh wajah baru. "Tapi mereka lebih pandai dan cerdik," kata Amien di Hotel
Century Park, Jakarta, kemarin.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0008/04/nas6.htm

Soeharto Resmi Jadi Terdakwa
Penyerahan Barang Bukti di Cendana
Pelimpahan sebelum 10 Agustus 2000
---------------------------------------------
JAKARTA-Dengan pertimbangan kondisi kesehatan Soeharto yang tidak
memungkinkan, penyerahan berkas perkara tahap II kasus dugaan KKN mantan
presiden RI tersebut dari Kejaksaan Agung ke Kejaksaan Tinggi DKI dilakukan
di kediamannya di Jalan Cendana Jakarta Pusat. Penyerahan berkas perkara
yang berupa barang bukti dan tersangka tersebut semula akan dilakukan di
Kejaksaan Tinggi.
Rombongan Kejaksaan Agung yang terdiri atas Jaksa Umbu Lage Lozara, Agus
Sutoto, Direktur Penuntutan Muchtar Arifin, dan Kapuspenkum Yushar Yahya SH
tiba di Cendana pada pukul 09.30 WIB. Beberapa saat kemudian rombongan dari
Kejaksaan Tinggi DKI yang antara lain beranggota Aspidsus Andi Syarifudin
dan Kajari Jakarta Selatan Barman Zahir tiba di lokasi. Hampir bersamaan
dengan tim tersebut, tiba pula tim medis RSCM.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0008/04/nas1.htm

Manila Bantah Pengakuan Caday
Otak Pengeboman Bukan Perorangan
--------------------------------------------
koridor.com [4 Aug, 5:37]
Filipina meyakini bila ledakan bom di kediaman Dubes-nya di Jakarta,
Lionides Caday, Selasa lalu, adalah buah kejahatan terorganisasi. Maka,
mustahil ledakan itu dilakukan oleh hanya satu orang dengan target yang
juga satu orang. Statemen ini untuk menangkis pengakuan Caday. Kepada
Wapres Glorio Arroyo, Rabu lalu, dia mengatakan di balik peledakan itu
tidak ada motif politik, melainkan persoalan pribadi (koridor.com, 03/08).
Selengkapnya: http://www.koridor.com/artikel.php3?in_no=6663

Asing Terlibat di Maluku
Presiden: Pura-pura Dukung Kedaulatan RI
---------------------------------------------------
koridor.com [4 Aug, 7:42]
Presiden Abdurrahman Wahid menyatakan ada keterlibatan dua pengaruh asing
dalam konflik di Maluku dan Maluku Utara.
Hal itu dikatakan Gus Dur ketika membuka Munas I Asosiasi Pemerintah
Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) di Tenggarong, Kutai, Kalimantan Timur
(Kaltim), kemarin.
Menurut Presiden, tampak sekali keterlibatan asing yang menanamkan
pengaruhnya di kedua provinsi tersebut. Indikasinya, terlihat pada
perkembangan terakhir di dua provinsi yang sedang dilanda konflik.
Selengkapnya: http://www.koridor.com/artikel.php3?in_no=6658

Pabottinggi Kritik Amien Rais
Amandemen UUD 45 'Set Back'
--------------------------------------
koridor.com [4 Aug, 5:53]
Pengamat politik dan sejumlah pemerhati menyesalkan dan menilai set back
kesepakatan Panitia Ad Hoc (PAH) I Badan Pekerja (BP) MPR dalam melakukan
amendemen UUD 1945. Alasannya masih mengakomodasi TNI dalam MPR dan
menghidupkan kembali pasal-pasal yang bisa menjadi titik rawan perpecahan
bangsa.
Hal tersebut merupakan kesimpulan percakapan dengan pengamat politik Dr
Mochtar Pabottingi dan pernyataan bersama Koalisi Ornop untuk Amendemen UUD
1945 di Jakarta, Kamis.
Selengkapnya: http://www.koridor.com/artikel.php3?in_no=6661

Bom Teror Politik Spekulasi Politik di Balik Bom
----------------------------------------------------------
Reporter: Suwarjono
detikcom - Jakarta, Bom berkekuatan dasyat meledak di depan kediaman duta
besar Filipina di Jl Imam Bonjol Jakarta, Selasa (1/8/2000) lalu. Spekulasi
pun bermunculan. Benarkah berkait dengan masalah dalam negeri Filipina?
Atau ledakan itu murni urusan dalam negeri? Lantas bagaimana hubungannya
dengan ST-MPR dan keluarga Cendana?
Begitu ada ledakan bom dahsyat di luar negeri, kita akan segera
mendengarkan pengakuan sekelompok orang yang bertanggungjawab; apakah
kelompok itu anti-pemerintah atau anti negara tertentu. Dan pengakuan itu
bisanya tak lama disampaikan setelah ledakan terjadi.
Selengkapnya: http://www.detik.com/peristiwa/2000/08/04/200084-071912.shtml

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke