'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''""''''''
SARI BERITA : Rabu, 27 September 2000
======================================
<>Pengebom Napi Dari Aceh
Kabur Dari LP Beberapa Bulan Lalu
<>PIMPINAN POLRI JANGAN MENDISKREDITKAN SUKU ACEH
<>Gus Dur: Bakin Sedang Dikaji, Kabakin Takkan Diganti
<>KORBAN TEWAS DAN LUKA-LUKA DI DESA HATIVE BESAR TERUS BERTAMBAH
+++++++++++++++++++++++++

Pengebom Napi Dari Aceh
Kabur Dari LP Beberapa Bulan Lalu
--------------------------------------------
koridor.com [27 Sep, 6:09] Salah satu dari 25 tersangka pemboman BEJ dan
Kedubes Malaysia diyakini sebagai napi yang melarikan diri dari Lembaga
Pemasyarakatan (LP) Aceh beberapa bulan lalu.
"Karena itu Polda Aceh melakukan koordinasi dengan Mabes Polri untuk
menyelidiki kemungkinan pemboman di BEJ dan Kedubes Malaysia ada kaitannya
dengan GAM," kata Kapolda Daerah Isyimewa Aceh, Brigjen Sumantyawan
Hadidojo, di Jakarta, Selasa.
Kalau GAM membantah keterlibatannya dalam peristiwa pemboman seperti di
Jakarta, menurut Kapolda, itu hal biasa. GAM selalu membantah setiap
pernyataan yang menyudutkan posisinya.
Lengkapnya:
http://koridor.com/artikel.php3?token=7650193c0c4ee216b58f0156ce35ceeb1&in_
no=102002

PIMPINAN POLRI JANGAN MENDISKREDITKAN SUKU ACEH
---------------------------------------------------------------------------
Banda Aceh, 26/9 (ANTARA) - Ketua DPRD Aceh Tgk Muhammad Yus mengharapkan
agar pimpinan Kepolisian (Polri) tidak mendiskreditkan suku Aceh dalam
kasus peledakan bom di gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ), beberapa waktu
lalu.
"Kalau ada di antara 25 para tersangka yang tertangkap aparat polisi
berasal dari Aceh, itu hanya secara kebetulan, tetapi mereka melakukan
tindakan tersebut bukan atas nama suku Aceh," katanya kepada ANTARA di
Banda Aceh, Selasa.
Pernyataan itu disampaikan menanggapi pernyataan Kapolri Jenderal Bimantoro
yang menyebutkan bahwa sebagian para pelaku peledakan bom di gedung BEJ
Jakarta yang tertangkap itu seakan-akan dilakukan oleh suku Aceh.
Sebaiknya, pimpinan Polri tidak mengait-kaitkan kasus peledakan gedung BEJ
dengan konflik Aceh, tetapi harus dilakukan penyelidikan secara lebih
cermat agar citra suku Aceh tidak tidak ternoda dengan pernyataan keliru.
Lengkapnya: http://www.antara.co.id/topstory.asp?id=20000926163344D260531

Gus Dur: Bakin Sedang Dikaji, Kabakin Takkan Diganti
-----------------------------------------------------------------
detikcom - Caracas , Seperti biasa, banyak hal di dalam negeri yang
terjawab saat Presiden Gus Dur berada di luar negeri. Kali ini, spekulasi
mengenai rencana penggantian Kabakin terjawab sudah. Gus Dur membantah hal
itu namun memastikan bahwa saat ini keberadaan Badan Koordinasi Intelijen
Nasional itu memang sedang dikaji.
Hal itu terungkap saat Presiden Gus Dur menggelar jumpa pers di atas
pesawat menjelang landing di Bandara Simon Bolivar, Caracas, Venezuela,
Rabu (27/9/2000) pukul 13.00 WIB waktu setempat. Jumpa pers yang juga
diikuti wartawan detikcom itu sebenarnya soal harga minyak dunia. Tapi
kemudian berkembang menjadi tanya-jawab hingga ke soal-soal lain.
Lengkapnya: http://www.detik.com/peristiwa/2000/09/27/2000927-075113.shtml

KORBAN TEWAS DAN LUKA-LUKA DI DESA HATIVE BESAR TERUS BERTAMBAH
---------------------------------------------------------------------------
--------------------------
Ambon, 26/9 (ANTARA) - Korban jiwa akibat terkena tembakan, splenter bom
maupun bacokan di kawasan Desa Hative Besar, Kecamatan Baguala, Kodya
Ambon, terus bertambah hingga tiga orang tewas dan sembilan lainnya
menderita luka ringan/berat, sementara kepulan asap tebal yang hampir
merata di kawasan itu masih nampak terlihat.
Seorang tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Haulussy Ambon,
yang dikonfirmasi Selasa, membenarkan bahwa korban meninggal dunia sudah
mencapai dua orang dan yang menderita luka ringan atau berat sebanyak
sembilan orang yang dilarikan ke RS.
"Maaf Pak, kami sedang sibuk merawat para korban yang menderita luka ringan
dan berat dan silakan Bapak datang lihat sendiri korbannya, namun mereka
yang meninggal dunia adalah Paulus Sivera (19) dan Ny. Leti
Lainata/Supusepa (23)," katanya tanpa bersedia menyebutkan identitasnya.
Ia mengatakan Paulus Sivera tertembak di bagian kepala, dada kanan dan
lengan kanan, sedangkan Ny. Leti menderita luka tembak dan luka tebas di
pundak kanan hingga nyaris putus. Sementara data yang dihimpun ANTARA di
lapangan, korban meninggal dunia sudah mencapai tiga orang dan satu lainnya
masih hilang.
Lengkapnya: http://www.antara.co.id/topstory.asp?id=20000926163128D260530
++++++++++++++++++++++++++=

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke