''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' Sari Berita : Senin, 19 Juni 2000 ================================ *POLISI BANTAH REICHE MEMPROVOKASI PEMELUK AGAMA DI SULAWESI *Mantan Menlu Alatas diperiksa Kejagung *Gus Dur Soal Kesehatannya:"Saya Keliling-keliling Nggak Mati" *Penjarahan Merajalela di Kota Poso ++++++++++++++++++++ POLISI BANTAH REICHE MEMPROVOKASI PEMELUK AGAMA DI SULAWESI --------------------------------------------------------------------------- ------ Palu, 19/6 (ANTARA) - Kepolisian RI membantah tuduhan bahwa Karl Heinz Reiche (63), warga negara asing, telah memprovokasi masyarakat di wilayah propinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan menciptakan permusuhan antar- pemeluk agama setempat. "Kami sudah periksa yang bersangkutan, tapi tidak menemukan cukup bukti atas tuduhan itu," kata Kolonel Mardjito, Kapolwil Parepare yang dihubungi ANTARA di Makassar melalui saluran telepon dari Palu, Senin. Bahkan, katanya, polisi setempat tidak pernah menahan yang bersangkutan kecuali hanya meminta keterangan, meskipun diakuinya pihak militer setempat telah menyerahkan Reiche beserta sejumlah barang bukti sekaitan dengan tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Barang bukti temuan Kodim Tanah Toraja di Hotel Lameri Makale --tempat Reiche menginap--- antara lain Transmeter, Revitter, dan Roll Film berisi gambar sejumlah kondisi fasilitas umum beberapa kota di wilayah Sulteng dan Sulsel. "Tidak ada aturan hukum di Indonesia yang melarang orang asing membawa barang-barang tersebut. Ini sangat prematur bagi polisi untuk menjadikan seseorang sebagai tersangka," ujarnya. Kolonel Mardjito juga mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap Reiche, warga negara Austria (bukan Jerman sebagaimana dikemukakan beberapa pejabat militer sebelumnya), pihaknya tak menemukan indikasi kuat yang bersangkutan terlibat menciptakan permusuhan antar-pemeluk agama, termasuk di wilayah Poso yang dilanda tragedi kerusuhan berdarah. Lengkapnya: http://www.antara.co.id/topstory.asp?id=20000619093720D190120 Mantan Menlu Alatas diperiksa Kejagung --------------------------------------- satunet.com - Mantan Menlu Ali Alatas Senin pagi diperiksa oleh tim penyidik gabungan kasus pelanggaran HAM di Timor Timur (Timtim). Alatas -- akrab dipanggil Alex -- tiba di Kejaksaan Agung sekitar pukul 09:10 WIB dan akan diperiksa oleh Jaksa Yan Mere SH dan Indrajit. Dalam pemeriksaan ini, Alatas -- salah satu menlu dengan masa jabatan terpanjang sejak kemerdekaan -- didampingi oleh tiga kuasa hukumnya, Yan Juanda, Chandra Motik, dan Muladi. Pihak pemeriksa memanggil Alatas sehubungan dengan posisinya sebagai menteri luar negeri yang ikut merundingan mengenai pelaksanaan penentuan pendapat rakyat (pepera) bersama dengan Sekjen PBB dan Menlu Portugal, yang dituangkan dalam kesepakatan New York awal tahun lalu. Sebagaimana diketahui, pengumuman hasil pepera itu kemudian berujung pada tindak anarki skala luas di Timtim dan sejumlah pejabat Indonesia dari kalangan militer maupun sipil dianggap bertanggungjawab atas hal tersebut. (sumber: Satunet) Gus Dur Soal Kesehatannya:"Saya Keliling-keliling Nggak Mati" ------------------------------------------------------------ JAKARTA, Mandiri - Terus-terusan diserang 'lawan politiknya' soal kondisi kesehatan, Presiden Abdurrahman Wahid [Gus Dur], akhirnya angkat bicara. Kepada wartawan di lokasi KTT G-15, Kairo, Mesir, Gus Dur mengungkapkan bahwa dirinya sehat. Hal itu, kata dia, terbukti dari kemampuannya keliling dunia. Presiden mengatakan bahwa dirinya sehat-sehat saja, dan tidak perlu dibentuk tim dokter independen. "Masalah kesehatan, gampang saja. Sekarang saya keliling-keliling nggak mati," ujarnya enteng. Soal keinginan Golkar agar presiden membentuk tim dokter independen, Pre-siden mengatakan, "Saya mau tanya ya, dokter-dokter yang memeriksa saya itu dokter-dokter terbaik, Dokter Jusuf [Misbach], dokter Sidharta, dokter Suhardjono, di bidang masing-masing mereka itu jago-jago," ujarnya semalam, seperti dikutip Bisnis Indonesia. Sebelumnya, Ketua Majelis Dokter Tim Dokter Kepresidenan (MDA-TDK), dr. Jusuf Misbach, di sela-sela kunjungan Presiden Gus Dur ke Bahrain, kemarin mengatakan, TDK saat ini adalah satu-satunya tempat bertanya mengenai kondisi kesehatan Presiden Gus Dur. Untuk itu dia menegaskan, bila ada anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang mempertanyakan kesehatan Presiden Abdurrahman Wahid dipersilahkan untuk bertanya langsung kepada tim dokter kepresidenan. Lengkapnya: http://www.mandiri.com/ASPs/Fullstory1.asp?NewsID=POL200006190001 Penjarahan Merajalela di Kota Poso ---------------------------------------- Aksi penjarahan di rumah-rumah penduduk dalam Kota Poso, Sulawesi Tengah, semakin merajalela, meskipun dilaporkan kondisi kota yang dilanda tragedi pertikaian berdarah kurun tiga pekan terakhir ini sudah dalam kendali aparat keamanan. Informasi dari warga Poso yang mengungsi di Palu, Senin, menyebutkan, aksi penjarahan dilakukan kelompok-kelompok misterius menjadikan sasaran rumah penduduk yang telah dikosongkan oleh penghuninya sejak pecah kerusuhan berdarah fase ketiga tanggal 23 Mei lalu. "Seisi rumah saya ludes dijarah," kata Ny. Ratna (36), warga asal Kelurahan Gebangrejo. Ratna mengatakan hal itu beberapa saat setelah suaminya yang baru kembali dari Poso gagal membawa barang keperluan sehari-hari bagi anggota keluarganya yang berada di lokasi pengungsian karena seisi rumahnya telah kosong. Keterangan senada diungkapkan karyawan sejumlah bank pemerintah asal Poso dan kini berkantor sementara di Palu. Menurut beberapa karyawan ini, saat mereka ramai-ramai menuju Poso Sabtu pekan lalu mengambil berkas di kantor, mereka sempat menengok keadaan rumahnya dan menemukan semua pintu masuk telah dirusak oknum tak bertanggungjawab. Bahkan sebagian isi rumah mereka, terutama barang-barang elektronika, telah tiada. "Meskipun sebagian isi rumah kami telah dijarah, tapi kami masih bersyukur jiwa semua anggota keluarga kami berhasil terselamatkan dari incaran pembantaian oleh kelompok perusuh," ujar mereka. Lengkapnya: http://kompas.com/berita-terbaru/0006/19/headline/17.htm ++++++++++++++++++++++++ "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
