**************************
Laporkan Situasi lingkungan
<[EMAIL PROTECTED]>
Atau Hub Eskol Hot Line
Telp: 031-5479083/84
**************************
Para pembaca yang budiman,
Tetaplah berdoa untuk daerah-daerah di Indonesia agar terhindar dari
tangan-tangan jahat yang mencoba mengacaukan persatuan dan kesatuan bangsa
yang kita cintai ini. Salam.
Eskol Net

Pengeboman Libatkan Intelijen
Pengeboman di Medan Ada Konsistensi
-----------------------------------------------
koridor.com [21 Aug, 0:37]

Kasus pengeboman yang terjadi lagi di Medan menunjukkan kemungkinan pelaku
yang sama. Hal ini terlihat dari sikapnya yang konsisten untuk selalu
memilih kota yang sama, dan tempat yang sama pula (gereja).

"Meski ada kesamaan pola, tidak bisa langsung dipastikan siapa pelakunya
dan
apa motivasinya," demikian kriminolog dari UI Adrianus Meliala menjawab
pertanyaan koridor.com, di Jakarta, Minggu (20/8).

"Dipilihnya Medan menunjukkan konsistensi si pelaku, namun bukan berarti
pelakunya pihak Muslim, karena di Medan antara Muslim dan Kristen rukun,"
jelas Adrianus. Yang jelas menurutnya si pelaku berupaya untuk menciptakan
kekacauan di kalangan masyarakat, tidak hanya di Medan, tapi juga di
kota-kota lain di Indonesia.

Secara umum, menurut Adrianus, ada tiga teori pelaku pengeboman. Pertama
teori pembom psikopat. Motivasi pelaku ini untuk menciptakan kebahagiaan
personal dari si pelaku dengan meledakkan bom. Dalam hal pengeboman gereja,
bisa saja pelakunya seorang yang fanatik, atau seorang yang tidak percaya
Tuhan.

Kedua teori bomb squad'. Teori ini menempatkan, ada pihak pelaku dan
pelaksana atau agen operasi. Pelaksana ini tidak mempunyai motif dalam
melakukan aksinya, tetapi dia memiliki keahlian untuk melakukan pengeboman.
Motif ada pada si pelaku.

Ketiga teori teror. Di sini ada kesamaan antara pelaku dan agen operasi.
Motivasinya merupakan hal yang besar, berupa penyampaian pesan-pesan
tertentu mencakup berbagai aspek, bisa politik, agama, dan lain-lain.

Teori ketiga inilah yang paling mendekati kasus-kasus di Indonesia.
Adrianus
yakin si pelaku mempunyai maksud tertentu, hanya saja dalam hal penyampaian
pesan ini, apakah yang menerima pesan bisa mengerti.

Kasus-kasus pengeboman yang terjadi saat ini diyakini melibatkan pihak
intelijen. Indikasinya kasus-kasus tersebut sulit diungkap.

Kecenderungannya di Indonesia saat ini teror-teror politik yang dilakukan
bersifat non state terror atau teror yang dilakukan oleh pihak di luar
kekuasaan. Tujuannya untuk mengganggu dan memperlemah pemerintahan.

Sedangkan dulu sebelum Orba tumbang, banyak teror yang dilakukan bersifat
state terror atau teror yang dilakukan oleh pihak kekuasaan untuk
memperlemah oposisi atau melindungi kepentingannya.

Namun, bila dihubungkan dengan kasus-kasus pengeboman yang lain di
Indonesia, menurut Adrianus tidak menunjukkan pola dan ketidakjelasan,
tetapi justru hal ini mampu menjadikan masyarakat cemas.

"Ketidakteraturan pola justru merupakan pola itu sendiri, dan inilah
strateginya," jelas Adrianus. Tetapi ditambahkannya teror-teror tersebut
belum sampai menjadikan masyarakat kita berubah perilakunya. Yang terjadi
baru dalam taraf kecemasan dalam persepsi, belum pada tingkah laku.

Seperti diberitakan koridor.com, Minggu pagi terjadi ledakan di Gereja
Kemenangan Iman Indonesia. Walau tidak menimbulkan korban jiwa, ledakan
tersebut mengagetkan jemaat yang sedang melakukan Misa Minggu pagi. Ledakan
ini merupakan yang ketiga kali terjadi tahun ini di Medan dengan sasaran
gereja.***


"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke