**********************************
Bila anda mampu berpikir kritis analisis
    Kirimkan ke [EMAIL PROTECTED]
''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''

D u n i a   " M e n g g a r a m i "  G e r e j a
``````````````````````````````````````
            Oleh: Augustinus S, S.H

Judul di atas memang tampak aneh karena yang biasa kita dengar dan kita
ucapkan adalah bahwa gerejalah yang menggarami dunia, sebagaimana tertulis
di Matius 5: 13.  Judul ini tidak lepas dari realita pola kehidupan gereja
akhir-akhir ini.

'Dunia menggarami gereja' merupakan suatu ironi bahwa pengaruh dunia telah
mampu menetralisir dan merusak sifat 'garam' dalam gereja, sekaligus
menggantikan hakekat 'garam' dengan hakekat lainnya yang berasal dari
dunia.  Sehingga pola hidup gereja bisa dikatakan tidak jauh beda dengan
dunia, dan bahkan gereja justru banyak mengadopsi pola hidup dunia ini.

Dengan demikian, banyak gereja yang menjadi korban 'garam' dunia.  Seorang
jemaat, atau bahkan yang bertitel pelayanan jemaat, dengan penuh gaya harus
meninggalkan suasana peribadatan karena tiba-tiba terdengar
suara handphone-nya berbunyi, seakan-akan menunjukkan adanya suatu pesan
yang sangat penting dan mendesak untuk dijawab waktu itu juga. Ada anggapan
umum bahwa pemilik handphone adalah orang yang begitu penting sehingga
suasana doa pun harus ditinggalkan untuk melayani pesan yang masuk melalui
handphone.

Salah satu trend artis di Barat maupun di Indonesia saat ini ialah
berpakaian sangat ketat dan seksi sehingga menjadi salah satu daya tarik
tersendiri bagi khalayak ramai. Hal semacam ini pun banyak diadopsi jemaat
dalam hidup bergereja. Sehingga tidak heran kalau banyak orang ke gereja
dengan pakai rok sebatas ujung paha dan pakaian ketat agar lekuk tubuhnya
juga menjadi perhatian lawan jenisnya. Mode-mode yang berkembang di dunia
pemuda saat ini, seperti rambut metal, pria pakai anting-anting, model
celana jenas compang-camping, dan sebagainya juga merasuk ke dalam gereja.

Musik dan lagu gereja pun harus mengadopsi model-model lagu-lagu dunia
dengan dalih menyesuaikan dengan perkembangan musik saat ini. Musik dan
lagu rohani diupayakan sesuai dengan selera anak muda jaman ini.
Sehingga konser rohani pun diadakan dengan menampilkan artis yang bisa
membawakan suasana "funky", histeria sambil berjingkrak - jingkrak di depan
panggung, tanpa menunjukkan suasana menghormati Allah.

Banyak orang Kristen mengalami degradasi iman karena kesurupan kesukaan
akan kesenangan duniawi.  Beribu-ribu orang Kristen yang duduk di gedung
bioskop dan membuka diri mereka terhadap pengaruh-pengaruh buruk, yang
dulunya mereka benci.  Orang Kristen itu tidak secara langsung menyerahkan
dirinya kepada suatu rupa dosa tertentu, akan tetapi mereka merasa
menikmati/ candu terhadap film-film yang condong kepada percabulan,
kekerasan, kejahatan, pesta kemewahan, dan sebagainya.

Melihat realitas kehidupan orang Kristen sedemikian rupa, maka iblis,
dengan tertawa,  akan berkata di hadapan Allah yang Maha Kudus:  " Lihatlah
orang Kristen sekarang ini, pecandu TV. Lihatlah, mereka tahan berjam-jam
menonton film drama telenovela, lawak, acara olah raga, dan sebagainya,
hingga mereka tidak ada waktu untuk bersekutu dengan Allah. Lihatlah,
mereka memutuskan hubungan dengan Allah hanya dengan menekan tombol TV.
Setelah itu, ada yang berburu, memancing, main golf di lapangan mewah,
tennis, basket, dsb, sehingga mereka berkata 'tidak ada waktu untuk belajar
Firman Tuhan'. Seperti inikah orang beriman yang bisa mengalahkan pengaruh
dunia ?. "

Pencobaan utama dalam Kekristenan pada jaman ini ialah kemakmuran.
Kemakmuran dan kekayaan membuat Kekristenan tidak memerlukan apa-apa lagi.
Memang menjadi kaya bukanlah suatu kejahatan, akan tetapi menjadi fatal
ketika kekayaan membuat Kekristenan menjadi hambar, hingga mengikut Tuhan
tidak sepenuh hati dan hanya mementingkan diri sendiri.

Dengan demikian, iblis, dengan tertawa, akan berkata di hadapan Allah yang
Maha Suci: "saya telah mengelilingi dunia ini untuk mengamati orang-orang
Kristen. Lihatlah, mereka telah melupakan Engkau hanya karena kekayaan
mereka; rumah mewah, mobil mewah, pakaian mewah, makanan mewah, tanah, uang
simpanan, dsb.  Lihatlah, mereka telah gila uang.  Mereka terjangkit
penyakit jaminan keamanan. Lihatlah, mereka membeli perkakas-perkakas baru.
Lihatlah, mereka tidak beda dengan dunia ini; hidup berlebih-lebihan tanpa
berbelas kasihan, menikah lalu bercerai."

Materialisme dan hedonisme merupakan cobaan berbahaya bagi Kekristenan yang
tak kalah dengan penggunaan narkoba, seks atau alkohol. Banyak orang
Kristen yang terikat dan terbius oleh hal-hal materi. Kekristenan banyak
yang diasyikkkan dengan benda-benda materi sehingga imannya suam-suam kuku
dan lemah kerohaniannya, padahal di tengah-tengah kemewahan dan kekayaan
itu jiwa tak akan terpuaskan. Inilah kondisi yang empuk bagi iblis untuk
menyesatkan orang-orang beriman. Kiranya tulisan sederhana ini menjadi
refleksi bagi kita semua.  Tuhan Yesus memberkati.  Amin.

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke