''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' SARI BERITA : Senin, 3 Juli 2000 ================================ <> Umumkan Nama tokoh Politik yang ditangkap <> Jakgung akan Periksa Anggota MPR/DPR <> Gus Dur Tak Bisa Asal Tangkap <> 11 Penumpang KM Cahaya Bahari yang Hilang <> Akbar: Usut 12.000 Senjata Ilegal di Papua <> Sekeluarga 7 orang bunuh diri bersama <> Xanana Gusmao nikahi gadis A'lia ====================================== Hari ini, Marsilam Umumkan Nama tokoh Politik yang ditangkap ----------------------------------------- Jakarta - 03 Jul 00 06:45 WIB (Astaga.com) Kontroversi isu penangkapan sejumlah tokoh politik dalam waktu dekat tampaknya bakal berakhir. Hari ini, Senin (3/7) pagi Gus Dur bakal memberikan keterangan resmi mengenai hal itu di Istana Merdeka, pagi ini pukul 09.30 WIB. Pengumuman tersebut bakal dilakukan oleh Sekretaris kabinet Marsilam Simanjutak. Demikian keterangan yang berhasil dihimpun Astaga!Com dari kalangan dekat Istana. Keterangan resmi dari pemerintah menyangkut isu tersebut oleh sejumlah kalangan dipandang perlu. Sebab, seperti diungkapkan anggota Fraksi Partai Golkar Ariadi Akhmad, isu penangkapan sejumlah tokoh politik telah dijadikan senjata untuk menurunkan citra Gus Dur. "Mereka ingin mempersepsikan Gus Dur seperti presiden-presiden sebelumnya, yang menangkapi lawan-lawan politiknya," ungkapnya. Menurut Ariadi telah terjadi pembelokan substansi masalah dalam kasus tersebut. Rencana pemanggilan dan pemeriksaan sejumlah anggota DPR/MPR seperti dilansir presiden Abdurahman Wahid, menurut Ariadi, adalah dalam rangka mengusut KKN kroni-kroni Soeharto. Selengkapnya: http://www.astaga.com/Article/0,2124,23033,00.html Jakgung akan Periksa Anggota MPR/DPR ------------------------------------------------- Jakarta, Kompas Jaksa Agung Marzuki Darusman mengakui telah meminta persetujuan Presiden Abdurrahman Wahid untuk memeriksa anggota MPR/DPR berkaitan dengan berbagai kasus pelanggaran hukum yang sedang diselidiki Kejaksaan Agung (Kejagung) dan kepolisian. Permintaan persetujuan pada Presiden semata-mata karena para anggota MPR/ DPR tersebut adalah pejabat negara. "Ini tidak ada kaitannya dengan penahanan. Ini semata untuk pemeriksaan yang diperlukan guna memenuhi ketentuan undang-undang. Nama yang akan kami periksa itu muncul dari hasil pemeriksaan dan pengumpulan data serta sumber yang berkaitan dengan kasus yang sedang diselidiki Kejaksaan Agung dan kepolisian," kata Marzuki ketika dihubungi di Jakarta, Minggu (2/7). Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0007/03/UTAMA/jakg01.htm Gus Dur Tak Bisa Asal Tangkap Soal Biang Kerok Anggota DPR/MPR Kapolri: Namanya Belum Diserahkan ------------------------------------------- JAKARTA-Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ali Yafie menyatakan, Presiden KH Abdurrahman Wahid tak bisa sembarangan menangkap orang kalau tidak ada bukti yang jelas. Sebaliknya, bila ada bukti, siapa saja yang membuat kekacauan harus ditangkap. Namun, tentu harus tetap dengan memperhatikan supremasi hukum. Ali Yafie yakin Gus Dur tidak akan sembarangan menuding anggota DPR/MPR terlibat kerusuhan. ''Karena itu mestinya ditanyakan siapa sebenarnya yang dimaksud Gus Dur itu,'' ujarnya ketika ditemui seusai memberikan ceramah Maulid Nabi, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu. Meski ia menyetujui rencana penangkapan itu, dia mengingatkan supremasi hukum agar tetap ditegakkan. ''Harus ada bukti yang kuat, orang yang ditangkap tersebut memang terlibat kerusuhan,'' tandasnya. Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0007/03/nas1.htm 11 Penumpang KM Cahaya Bahari yang Hilang Ditemukan Satu Tewas, 10 Selamat ------------------------------------------- * Ratusan Lainnya Masih Dicari Manado, Kompas Tim SAR Gabungan, Minggu (2/7) siang, berhasil menemukan 11 dari 492 pengungsi yang menumpang Kapal Motor (KM) Cahaya Bahari, yang hilang sejak 29 Juni lalu di Perairan Pulau Siau Tagulandang, Sulawesi Utara. Satu dari 11 pengungsi itu ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, sedangkan 10 pengungsi lainnya langsung dievakuasi oleh KM Minahasa 9 ke Lirung, Pulau Karakelang (Wilayah Talaud), Kabupaten Sangihe Talaud. Ratusan pengungsi lainnya masih dicari. Jejak kapal naas yang berlayar dari Tobelo ke Manado itu ditemukan oleh Tim SAR menyusul informasi dari kapal pengangkut ikan KM Minahasa 9, Minggu siang. Korban tewas yang ditemukan adalah seorang anak laki-laki kira-kira berusia 10 tahun, namun identitasnya tak diketahui. Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0007/03/UTAMA/satu01.htm Akbar: Usut 12.000 Senjata Ilegal di Papua ----------------------------------------------------- PALU - Ketua DPR Akbar Tanjung minta aparat keamanan segera mengusut keberadaan 12.000 pucuk senjata ilegal yang disinyalir telah berada di wilayah Provinsi Papua (Irian Jaya). "Saya khawatir senjata-senjata itu sampai di tangan tangan rakyat dan jika itu terjadi, pemerintah akan sulit menyelesaikan permasalahan di Papua," kata Akbar Tanjung kepada wartawan di Palu, Minggu kemarin. Aparat keamanan, lanjut dia, sebaiknya segera menyelidiki keperuntukan senjata-senjata itu, apa tujuan pengiriman senjata, dan sekaligus asal senjata tersebut. Ketua Umum Partai Golkar itu mengaku tidak mengetahui asal-muasal senjata tersebut. Namun menurutnya, ada sinyalemen senjata itu berasal dari luar negeri. "Tentang dari negara mana senjata tersebut, itu yang saya belum tahu". Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0007/03/nas11.htm Sekeluarga 7 orang bunuh diri bersama ------------------------------------------------ satunet.com - Satu keluarga yang terdiri dari 7 orang ditemukan tewas dengan beberapa Injil berserakan di sekitar mayat korban yang telah membusuk. Aksi bunuh diri dengan menggunakan racun oleh sekeluarga Peru itu diduga berkaitan dengan aliran evangelis yang mereka anut. Pihak kepolisian Peru mengatakan Minggu bahwa tetangga keluarga tersebut telah menemukan mayat-mayat membusuk kedua orangtua dan lima anak laki-laki dan perempuannya di sebuah rumah sepekan setelah mereka melakukan aksi bunuh diri. Keluarga itu dipercaya sebagai anggota kelompok evangelis. Enam dari para korban itu ditemukan terbungkus permadani dan selimut. Anak paling bungsu adalah laki-laki berusia 15 tahun. Selengkapnya: http://satunet.com/artikel/isi/00/07/03/19663.html Xanana Gusmao nikahi gadis A'lia ----------------------------------------- satunet.com - Pemimpin Timor Timur Xanana Gusmao dikabarkan telah menikahi petugas lembaga bantuan Australia bernama Kirsty Sword dalam sebuah upacara pribadi di Dili akhir pekan lalu. Menurut sebuah laporan Senin dinihari, upacara pernikahan yang kedua bagi Xanana itu dihadiri oleh keluarga dan kawan dekatnya. Pernikahan itu sendiri diselenggarakan di kota Dare, di sebelah selatan Dili. Berita pernikahan Xanana itu telah mendapat konfirmasi dari seorang jubir Badan Ketahanan Nasional Timtim (National Council of Timorese Resistance) Minggu. Selengkapnya: http://satunet.com/artikel/isi/00/07/03/19657.html "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
