'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
SARI BERITA : Rabu, 28 Juni 2000
================================
<> Hari Kedua Darurat Sipil di Maluku
   Dua Kelompok Mulai Lepas Senjata
<> Jika Keadaan Memburuk Maluku Darurat Militer
<> Sjahrir tawarkan pengadilan rakyat untuk kasus BLBI
<> Alasan Tahan Baramuli Lemah
<> HAMAS Ancam Bumihanguskan Israel
<> Cina Eksekusi 17 Penyelundup Narkoba
<> Tutut: Satu Sen pun Tak Punya
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
...........................................................................
.....
Hari Kedua Darurat Sipil di Maluku
Dua Kelompok Mulai Lepas Senjata
--------------------------------------------
Reporter: Yogi Arief Nugraha
detikcom - Jakarta, Adanya Maklumat no 1/27 juni dari Penguasa Darurat
Sipil/Gubernur Maluku Saleh Latuconsina yang di antaranya, meminta
masyarakat menyerahkan senjata, ternyata membuat masyarakat Ambon saat ini
melepas senjatanya. Namun, mereka hanya melepas, bukan menyerahkannya
kepada aparat.
Dengan melepas senjata tersebut, sebagian besar masyarakat Ambon sudah tak
nampak membawa senjata. Menurut sumber detikcom, masyarakat melepas
senjata, karena jika tidak, maka mereka akan ditangkap aparat keamanan.
Meski hanya menyembunyikan senjata, keadaan ini sangat berbeda dengan
keadaan sebelumnya.
Selengkapnya:
http://www.detik.com/peristiwa/2000/06/28/2000628-073957.shtml

Jika Keadaan Memburuk Maluku Darurat Militer
----------------------------------------------------------
JAKARTA-Menko Polkam ad interim Surjadi Soedirdja mengatakan, jika setelah
pemberlakuan darurat sipil kondisi di Maluku dan Maluku Utara memburuk,
maka keadaan bisa ditingkatkan menjadi darurat militer. "Tetapi itu sama
sekali tidak kita harapkan. Kita berharap dengan darurat sipil, keadaan
bisa segera pulih,'' katanya usai mengikuti rapat kerja dengan Komisi II
DPR, kemarin.
Sementara itu, Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi menyatakan siap mengirimkan
Banser ke Maluku sesuai dengan permintaan Persatuan Gereja Indonesia (PGI)
dan Persatuan Intelektual Kristen Indonesia (PIKI) untuk mengatasi konflik
bernuansa SARA yang masih berlangsung di daerah itu.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0006/28/nas2.htm

Sjahrir tawarkan pengadilan rakyat untuk kasus BLBI
----------------------------------------------------------------
satunet.com - Sjahrir, pakar ekonomi mengusulkan pengadilan rakyat sebagai
salah satu alternatif penyelesaian kasus BLBI.
Sjahrir merasa sangat heran, hingga saat ini belum ada satupun yang ditahan
sehubungan dengan bantuan likuiditas BI (BLBI), padahal kasus ini sudah
sedemikian lama bergulir. Dia juga menyatakan keyakinannya, tanpa
keterlibatan BI, kasus ini tidak akan terjadi.
"Oleh karena itu kalau tidak ada jalan lain, ya pengadilan rakyat yang
betul," katanya.
Namun dia juga memberikan alternatif lain, bila cara tadi tidak bisa
dilakukan. Yakni kreditur dalam hal ini BPPN duduk semeja dengan debitur,
untuk bersama-sama menyepakati penentuan pengembalian aset yang maksimal.
"Sayang sampai sekarang, saya belum melihat ini dilakukan," tambahnya.
Selengkapnya: http://satunet.com/artikel/isi/00/06/28/19205.html

Alasan Tahan Baramuli Lemah
------------------------------------
Reporter: Rizal Maslan
detikcom - Jakarta, Tuduhan Baramuli sebagai aktor utama dalam skandal Bank
Bali itu sangat lemah. Sebab, hanya satu orang yang mengatakan bahwa
kliennya menekan Syahril Sabirin untuk mencairkan dana. "Jadi, tidak ada
dasar menahan Baramuli," kata pengacara Baramuli I Made Gelgel.
"Memang betul ada pertemuan di Hotel Mulia, tapi apakah betul Baramuli
melakukan penekanan terhadap Gubernur BI," kata I Made Gelgel kepada
detikcom, Rabu (27/6/2000) di Jakarta.
Selengkapnya:
http://www.detik.com/peristiwa/2000/06/28/2000628-071449.shtml

HAMAS Ancam Bumihanguskan Israel
---------------------------------------------
 Gaza - 28 Jun 00 05:45 WIB (Astaga.com)
Pemimpin spiritual kelompok garis keras Palestina HAMAS, Sheikh Ahmad
Yasin, mengancam akan membumihanguskan Israel jika tentara negara itu
menyerang warga Palestina. "Tanah tempat tentara Israel berjalan akan
dibumihanguskan jika mereka terus berusaha menyerang kami," kata Yassin.
"Israel hanya mengerti satu bahasa, yaitu kekerasan. Dan, mereka mengerti
hal itu sejak Intifada (perlawanan Palestina) di Lebanon selatan dan saya
dapat menjamin anda bahwa mereka akan merasakan kepahitan jika mereka
berusaha menguasai rakyat Palestina atau menyerang mereka," katanya
Selengkapnya: http://www.astaga.com/Article/0,2124,22376,00.html

Cina Eksekusi 17 Penyelundup Narkoba
-----------------------------------------------
 Beijing - 28 Jun 00 06:45 WIB (Astaga.com)
Pemerintah daerah Cina, Selasa (27/6), sebagaimana dilaporkan harian
Xinhua, telah mengeksekusi 17 orang penyelundup obat-obatan terlarang,
termasuk diantaranya empat orang bersaudara. Para penyelundup ini
dieksekusi pada hari Senin (26/6), bertepatan dengan hari antinarkoba
dunia, di kota Chongqing, di baratdaya Cina. Ketujuh belas tersangka yang
dieksekusi di Chongqing termasuk dari 72 kriminal pelaku penyelundup
narkoba yang telah dituntut mati pemerintah Cina.
Pada hari yang sama Pemerintah Cina juga mengeksekusi tiga warga Hong Kong,
pelaku penyelundupan narkoba asal Taiwan, seorang bandar heroin asal
Shanghai, empat bandar narkoba asal propinsi Shaanxi, tiga petani di
propinsi Yunnan, dan empat orang pembuat methamphetamine
Selengkapnya: http://www.astaga.com/Article/0,2124,22391,00.html

Tutut: Satu Sen pun Tak Punya
--------------------------------------
Hj Siti Hardiyanti Rukmana (Tutut) kemarin kembali diperiksa Kejaksaan
Agung berkaitan dengan kasus KKN yang dilakukan ayahnya. Mantan presiden
Soeharto pernah mengaku tak punya uang satu sen pun di luar negeri.
Pernyataan tersebut kemarin kembali dilontarkan oleh putri sulungnya, Hj
Siti Hardiyanti Rukmana (Tutut), seusai diperiksa di Kejaksaan Agung.
"Alhamdulillah kalau memang ada. Mohon Presiden memerintahkan aparat yang
berwenang mengambil uang tersebut dan dipakai untuk kesejahteraan rakyat,''
katanya.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0006/28/nas1.htm

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke