'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''""'''' SARI BERITA : Senin, 4 September 2000 ===================================== *> Darurat Sipil Maluku Tinggal Dua Minggu Lagi *> Jaksa dan Polisi Brengsek *> Kontras Bantah Isu Turut "Bermain" dalam Penculikan *> Marzuki Manipulasi Kejahatan HAM *> Dubes AS Dinilai Campuri Urusan RI *> Soal Aryantigate, Amien Rais Ketinggalan Jaman *> Harga BBM 2001 Akan Naik Lagi ....................................................................... Darurat Sipil Maluku Tinggal Dua Minggu Lagi ------------------------------------------------------- TEMPO Interaktif, Jakarta: Pelaksanaan darurat sipil di Maluku dan Maluku Utara tinggal dua minggu lagi. Saat ini keadaan di Maluku sudah lebih membaik, meski pertikaian antara kelompok Kristen dan Islam belum mereda. Namun, pertikaian itu diperparah dengan ulah para oknum TNI yang acap kali menembaki kedua kelompok yang bertikai. Akibatnya, mereka saling curiga dan baku hantam tak kunjung berhenti. "Sejauh ini, menurut catatan yang diberikan Kapolda Maluku dan Kapolri ada 350 orang prajurit TNI yang desersi. Namun, hal ini tidak diumumkan kepada khalayak umum" kata Ketua Umum Kelompok Kerja Penyelesaian Maluku, Amir Hamzah, Sabtu (2/9), usai bertemu Presiden Abdurrahman Wahid di Istana Merdeka, Jakarta. Selengkapnya: http://www.tempo.co.id/news/2000/9/2/1,1,10,id.html Jaksa dan Polisi Brengsek ------------------------------- koridor.com [4 Sep, 7:19] Pengadilan terhadap mantan Presiden Soeharto memang banyak dikritik. Bahkan Menteri Kehakiman dan HAM Yusril Ihza Mahendra pun turut kecewa. Yusril sepakat dengan pendapat yang berkembang, salah satu titik lemah pengadilan terhadap HM Soeharto adalah masalah tuduhan yang kurang tepat. Mestinya, tuduhan terhadap mantan penguasa Orba itu bukan karena penyalahgunaan yayasan, tapi karena kejahatan kemanusiaan. Tapi menurut Yusril, semua itu bukan karena kesalahan hakim. "Semua proses itu dimulai dari polisi dan jaksa. Jadi yang brengsek polisi dan jaksa," paparnya usai memberi sambutan pada HUT ke-50 SMUN 2 Surabaya, Minggu. Yusril mengaku kecewa dengan Jaksa Agung Marzuki Darusman. Sebelumnya, kata Yuisril, dia sudah mengingatkan Jaksa Agung, tapi diabaikan. "Dakwaan Kejaksaan Agung masih lemah, karena persoalan ini masih membingungkan perdata apa pidana." Kontras Bantah Isu Turut "Bermain" dalam Penculikan ---------------------------------------------------------------- TEMPO Interaktif, Jakarta: Koordinator Kontras, Munarman, menepis keras anggapan bahwa Kontras ambil peranan dalam kisah penculikan ke-4 aktivis KPA (Konsorsium Pembaruan Agraria). Ia juga menepis isu bahwa Kontras menjadikan kasus ini sebagai komoditi politik. "Buat apa? Kontras sudah cukup terkenal di mana-mana," katanya sambil tertawa saat dihubungi TEMPO Interaktif, Sabtu (2/9) malam via telepon. Namun, Maman-panggilan akrab Munarman-memandang anggapan itu sebagai hal yang wajar. "Dulu waktu Pius (Lustrilanang) dan Desmon diculik tahun 1998 dulu publik juga mempertanyakan seperti sekarang," ucapnya tenang. "Skenario polisi memang begitu. Jadi polisi coba mengalihkan pada ada atau tidaknya penculikan. Bukan mencari pelaku penculikan itu." Selengkapnya: http://www.tempo.co.id/news/2000/9/2/1,1,14,id.html Marzuki Manipulasi Kejahatan HAM ------------------------------------------- koridor.com [4 Sep, 3:24] Pihak Kejaksaan Agung, dibawah pimpinan Marzuki Darusman, telah memanipulasi kasus kejahatan hak asasi manusia (HAM). Ini terbukti, lolosnya mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Wiranto, sebagai tersangka pelangggaran HAM Timor Timur. Demikian Ketua Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) Hendardi, Minggu (3/9) malam. Tidak adanya nama Wiranto dan beberapna mantanb petinggi TNI, seperti direkomendasikan KPP HAM Timor Timur, merupakan konsekuensi logis dari hasil manipulasi dan pembelokan makna kejahatan HAM yang secara sengaja dilakukan di Kejaksaan Agung, sejak awal menangani kasus HAM Timtim. Selengkapnya: http://www.koridor.com/ Dubes AS Dinilai Campuri Urusan RI -------------------------------------------- NEW YORK-Ketua Komisi I DPR-RI Yasril Ananta Baharuddin mendesak Departemen Luar Negeri RI untuk memanggil Dubes Amerika Serikat di Jakarta, Robert Gelbard, untuk meminta klarifikasi atas pernyataan-pernyataannya yang dinilai telah jauh mencampuri urusan dalam negeri Indonesia. "Komisi I DPR-RI sudah berulang kali minta pemerintah untuk memanggil Dubes AS Gelbard, karena beberapa kali ucapan dan tindakannya sudah masuk jauh mencampuri urusan dalam negeri Indonesia," katanya kepada Antara di New York, Sabtu. Yasril yang mantan diplomat itu berada di Amerika Serikat untuk menghadiri Konferensi Ketua Parlemen Sedunia (IPU) di Markas Besar PBB bersama Ketua DPR Akbar Tandjung dan sejumlah wakil rakyat yang lain. Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0009/04/nas6.htm Harga BBM 2001 Akan Naik Lagi --------------------------------------- JAKARTA - Pemerintah diharapkan segera mengalihkan dana subsidi bahan bakar minyak (BBM) Rp 40 triliun lebih per tahun untuk menggerakkan perekonomian rakyat, sehingga rencana penghapusan subsidi pada tahun 2001 yang berarti kenaikan harga BBM lagi tidak menimbulkan gejolak. Demikian rangkuman pendapat dari kalangan DPR dan pengamat tentang kenaikan BBM 12% Oktober 2000, serta rencana peninjauan kembali subsidi BBM tahun 2001 oleh pemerintah. DPR meminta kenaikan harga BBM tidak berlaku untuk angkutan umum dan PLN. Di pihak lain, pemerintah akan segera mengajukan rencana kenaikan harga BBM untuk tahun 2001 dalam upaya mengurangi disparitas harga antara dalam dan luar negeri. Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0009/04/nas1.htm Soal Aryantigate, Amien Rais Ketinggalan Jaman ---------------------------------------------------------- Semarang -- Ketua MPR Prof Dr HM Amien Rais yang komentarnya paling ditunggu masyarakat malah mengaku ketinggal jaman, maksudnya terlambat, ketika ditanya tentang Aryantigate. Amien juga menolak ketika dirinya dianggap orang pertama yang ditemui Aryanti untuk dimintai tolong menyelesaikan kasusnya. "Sebelum saya ternyata sudah banyak yang tahu, termasuk ketika bisik-bisik dengan rekan, Pak Hamzah malah sudah tahu beberapa bulan sebelumnya," ujar Amien ketika memberikan keterangan pers di Ruang Prambanan Hotel Graha Santika Semarang, Minggu malam (3/9). Selengkapnya: http://www.berpolitik.com/article.pl?sid=100/09/04/0730212 "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
