'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''""'
SARI BERITA : Jumat, 11 Agustus 2000
==================================
<>Gus Dur diberi dua pilihan soal susunan kabinet baru
<>PPP Siap Jadi Oposisi Bila Tak Masuk Kabinet Baru
<>Wajar, Tak Percayai Mega
 Kemampuan Wapres Perlu Dibuktikan
<>Nurmahmudi Ismail: Tak Ada Kewajiban Mundur
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Gus Dur diberi dua pilihan soal susunan kabinet baru
-------------------------------------------------------------
satunet.com - Presiden KH Abdurrahman "Gus Dur" Wahid diberi dua pilihan
dalam penyusunan kabinet mendatang.
Dua pilihan itu disampaikan anggota Fraksi Partai Golkar (FPG) Priyo Budi
Santoso. Menurut Priyo, pilihan pertama bagi Presiden Gus Dur adalah
kabinet tersebut disusun dari orang-orang profesional yang jauh dari
keanggotaan parpol, termasuk jauh dari orang-orang dekat Gus Dur dan
Megawati.
Sedangkan pilihan kedua adalah Gus Dur membentuk koalisi permanen dari
partai-partai pemenang pemilu, namun tetap mempertahankan aspek
profesionalisme.
"Untuk itu Gus Dur harus melakukan konsultasi dengan partai-partai untuk
menentukan komposisinya. Walaupun keputusan akhir tetap pada Gus Dur,"
katanya di Jakarta, kamis malam.
Lengkapnya: http://satunet.com/artikel/isi/00/08/11/23492.html

PPP Siap Jadi Oposisi Bila Tak Masuk Kabinet Baru
------------------------------------------------------------
Partai Persatuan Pembangunan (PPP) siap menjadi oposisi bila tak ada
kadernya yang masuk dalam susunan kabinet baru yang menurut rencana akan
diumumkan pada 21 Agustus 2000. "Kami siap menjadi oposisi bila tak masuk
kabinet, tetapi kami juga tidak akan minta-minta jatah. Terserah, itu hak
prerogatif presiden," kata Sekjen DPP PPP Alimarwan Hanan ketika dihubungi
seusai rapat interen fraksi PPP di Jakarta, Kamis (10/8) malam.
Meski penyusunan merupakan hak prerogatif presiden, Alimarwan mengatakan
soliditas kabinet tidak hanya ditentukan komposisi yang terdiri atas
kalangan profesional, tetapi harus juga mendapatkan dukungan dari kekuatan
politik.
Dikatakan, munculnya pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid juga tidak
lepas dari dukungan PPP.
Jika PPP diminta untuk memasukkan kadernya dalam kabinet, pihaknya akan
mempersiapkan kader-kader terbaik untuk memperbaiki kinerja pemerintahan.
"Kami tidak mau 'ramai-ramai patah cengkeh' atau asal masuk
tetapi tidak bisa memperbaiki kinerja pemerintahan," katanya.
Lengkapnya: http://www.astaga.com/Article/0,2124,28556,00.html

Wajar, Tak Percayai Mega
 Kemampuan Wapres Perlu Dibuktikan
--------------------------------------------
koridor.com [11 Aug, 8:53] Bagi Laksamana Sukardi, keraguan beberapa orang
tentang kapasitas Megawati dalam mengemban tugas limpahan Gus Dur adalah
hal yang wajar.
Menurut Laksamana, semua para pimpinan partai juga patut diragukan
kapasitasnya. "Itu karena mereka belum terbukti," katanya.
Dalam analisa Laks, Megawati adalah seorang pemimpin yang sangat
berdisiplin, menghargai undang-undang dan selalu mengutamakan pendekatan
hukum. Dan bagi laks, itu yang paling penting.
Soal pelimpahan wewenang itu, harus diperjelas dengan peraturan pemerintah
(PP), dan bukan hanya ucapan verbal.
"Perlu dan harus ada PP-nya. Kita tidak bisa hanya komitmen verbal, karena
kesuksesan Mega tergantung dari otoritas yang didukung oleh hukum
ketatanegaraan. Saya kira itu sangat baik, tinggal difollow up menurut
kebiasaan dalam hukum tata negara," ucapnya
Lengkapnya:
http://koridor.com/artikel.php3?token=6aa0f609c736be339614f6f2bc79c7360&in_
no=7125

Nurmahmudi Ismail:
Tak Ada Kewajiban Mundur
-----------------------------------
detikcom - Jakarta, Menteri Kehutanan dan Perkebunan, Nurmahmudi merasa
dirinya tidak perlu mengajukan pengunduran diri, seperti yang dilakukan
Kwik Kian Gie. "Tidak ada kewajiban bagi para menteri, untuk melakukan hal
yang sama. Itu pribadi Pak Kwik untuk melaksanakannya," katanya.
Pernyataan Nurmahmudi itu disampaikan kepada detikcom, seusai menemui
Presiden Gus Dur di Lagoon Tower Hotel Hilton, Jumat (11/8/2000)dini hari.
Seperti diwartakan sebelumnya, Kwik mengimbau kepada seluruh menteri untuk
mengundurkan diri, guna memberi kesempatan yang luas kepada presiden dan
wakil presiden untuk menyusun kabinet baru.
Namun, menurut Nurmahmudi setiap orang, dan setiap menteri mempunyai
pikiran yang berbeda-beda. "Kita tidak harus sama dalam menyikapi keadaan
yang berkembang," katanya.
Lengkapnya: http://www.detik.com/peristiwa/2000/08/11/2000811-022019.shtml

+++++++++++++++++++

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke