'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''""'
SARI BERITA : Selasa, 22 Agustus 2000
==================================
*> PTUN Sulsel Diamuk Massa
    Keputusan Pengadilan Memenangkan PT GM
*> Gus Dur Berangkat ke Poso
*> Pembentukan Menteri Muda sebagai Langkah Mundur
*> DEN dan DPUN Dibubarkan
*> KM SUPERA I DENGAN 60 PENUMPANG BELUM DIKETAHUI NASIBNYA
*> Pengungsi Maluku Utara Takut Minum Susu Bantuan Wapres
*> Soal Amandemen Pasal 29
    Umat Islam Diminta Berhati-hati
...........................................................................

PTUN Sulsel Diamuk Massa
 Keputusan Pengadilan Memenangkan PT GM
=====================================
koridor.com [22 Aug, 8:11] Kantor Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN)
Sulawesi Selatan (Sulsel) dan rumah kediaman Makmun Hasanuddin merangkap
Kantor PT Germak Motor (GM) diamuk ratusan massa, Senin (21/8). Mereka
mengaku para ahli waris atas tanah seluas kurang lebih 4,0 hektare yang
kini dikuasai PT GM.
Amuk massa itu terjadi lantaran meras kecewa karena merasa penanganan PTUN
terlalu berpihak kepada tergugat (PT GM). Dalam insiden itu, seorang
panitera PTUN Sulsel mengalami luka cukup serius. Tapi semua hakim selamat
karena sudah mendengar kabar akan diserbu sehari setelah putusan itu
dijatuhkan. Tidak satupun penegak keadilan hadir di kantornya pada saat
peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09:30 Wita.
Seluruh fasilitas kantor PTUN hancur berantakan seperti mesin ketik karena
dibanting ke lantai oleh massa yang tidak terkendali. Isi lemari
diobrak-abrik. Juga lemari pada ruangan lain sehingga arsip-arsip perkara
dan kepegawaian berantakan.
Selengkapnya:
http://www.koridor.com/artikel.php3?token=9b60d871eed797f08d5eeadccf86354e0
&in_no=100094

Gus Dur Berangkat ke Poso
Reporter: D. Sangga Buwana
=========================
detikcom - Jakarta, Di tengah kesibukannya menyusun kabinet yang baru,
Presiden Abdurrahman Wahid menyempatkan diri mengunjungi kota Poso Sulawesi
Tenggara. Kunjungan Gus Dur itu diupayakan untuk menciptakan rekonsiliasi
antara dua pihak yang bertikai di Poso.
Selasa (22/8/2000) pukul 07.00 wib, Gus Dur bersama rombongan bertolak ke
Poso melalui Bandar Udara Halim Perdana Kusumah. Ikut mendampingi Gus Dur
adalah Panglima TNI Laksamana Widodo AS, Kapolri Jenderal Rusdihardjo dan
Menteri Agama KH Tolchah Hasan.
Menurut Ketua Protokoler Istana Wahyu Muryadi, kedatangan Gus Dur ke Poso
tersebut adalah sebagai upaya untuk menyatukan kembali pihak yang bertikai
di kota itu.
Sebagaimana diketahui, sudah beberapa bulan yang lalu, Kota Poso dilanda
kerusuhan yang bernuansa SARA. Antara kelompok putih dengan kelompok merah
saling serang. Memang, untuk saat ini ketegangan semakin menurun, setelah 3
orang panglima kelewar hitam beserta wakilnya, yang merupakan sebagai biang
kerok kerusuhan ditangkap dan menyerahkan diri ke polisi.
Selengkapnya:
http://www.detik.com/peristiwa/2000/08/22/2000822-073215.shtml

Pembentukan Menteri Muda sebagai Langkah Mundur
=============================================
JAKARTA, Mandiri - Menteri Negara Otonomi Daerah Ryaas Rasyid yang ditunjuk
sebagai anggota Tim Tiga perumus struktur kabinet mengungkapkan, jumlah
menteri pada kabinet yang akan diumumkan Presiden Abdurrachman Wahid 24
Agustus, mencakup sekitar 25 menteri yang beberapa di antaranya adalah
menteri muda.
Menurut kalangan tertentu, langkah pemberlakuan kembali menteri muda
sebagai langkah mundur. Selain hal ini pernah dilakukan pada pemerintahan
Orde Baru, ini bukan upaya langkah perampingan yang diharapkan untuk
susunan kabinet yang akan datang.
"Ini benar-benar langkah mundur. Ini tak akan ada bedanya dengan
kabinet-kabinet sebelumnya," ujar seorang penelpon dalam acara dialog
khusus RCTI, Senin (21/8) malam.
Selengkapnya:
http://www.mandiri.com/ASPs/Fullstory1.asp?NewsID=POL200008220017

DEN dan DPUN Dibubarkan
21-8-2000 / 21:39 WIB
======================
Presiden Abdurrahman Wahid mengucapkan seluruh tugas Dewan Ekonomi Nasional
(DEN), Dewan Pemulihan Usaha Nasional (DPUN) dan Tim Asistensi telah
selesai. Dengan demikian lembaga-lembaga ekstra kabinet tersebut sekaligus
dibubarkan, Presiden Wahid menyampaikan terimakasih kepada seluruh anggota
lembaga-lembaga tersebut. Demikian laporan dari Rapat Monitoring Program
Pemulihan Ekonomi terakhir di Bina Graha, Jakarta, Senin (21/8) petang.
Sesuai hasil Sidang Tahunan MPR yang baru lalu, semua badan, dewan maupun
Tim Asistensi dari Presiden telah dinyatakan selesai dalam tugasnya.
Presiden mengatakan, selama ini telah terjalin kerjasama yang cukup baik
dan ia berharap bantuan dari semua personil yang terlibat di
lembaga-lembaga tersebut tetap berlangsung di masa akan datang. Demikian
disampaikan Ketua DPUN, Sofyan Wanandi usai rapat yang hanya berlangsung
kurang dari satu jam itu.
Sofyan enggan memberikan penilaian atas kinerja Tim Ekonomi Presiden Wahid
yang sekarang, di mana ia menjadi salah satu komponennya. Menurut dia, yang
penting tim ekonomi berikutnya harus lebih baik karena ia melihat tim
ekonomi yang telah berlangsung sepuluh bulan terakhir, sebagian besar tak
berpengalaman. "Baru berpengalaman sepuluh bulan terkahir," ujarnya
didampingi pengusaha nasional sekaligus Ketua Kadin, Aburizal Bakrie, dan
Sekretaris DPUN yang juga tokoh PKB, Yusuf Faisal.
Selengkapnya: http://www.tempo.co.id/harian/fokus/39/2,1,136,id.html

KM SUPERA I DENGAN 60 PENUMPANG BELUM DIKETAHUI NASIBNYA
Tuesday, August 22, 2000/12:23:50 AM
====================================
Ternate, 22/8 (ANTARA) - Kapal Motor Penumpang (KM) Supera I yang disewa
oleh sebuah perusahaan kayu PT Sindo Utama Raya Indah, yang berangkat dari
Desa Ruba-Ruba Kecamatan Loloda Pulau Halmahera Utara (Maluku Utara) pada
Sabtu (19/8) dengan tujuan Bitung (Sulawesi Utara), hingga kini belum
diketahui nasibnya.
Kapal motor yang membawa sekitar 60 penumpang dan enam anggota Brimob dari
Kecamatan Loloda itu, berangkat pada Sabtu pagi sekitar pukul 05.00 Waktu
Indonesia Timur (WIT) dari pesisir Halmahera Utara, namun hingga Senin
malam, dilaporkan belum tiba ditempat tujuan (Bitung).
Kepala Logistik PT Sindo Utama Raya Indah Ternate, Udjud Sinen kepada
ANTARA di Ternate, Senin, menjelaskan, KM Supera I yang membawa 60
penumpang karyawan perusahaan dan warga setempat.
Ia mengatakan, pihaknya sulit untuk melacak posisi kapal motor berkapasitas
sekitar 35 ton itu, karena tidak memiliki alat komonikasi (radio).
"Kapal tersebut, sesuai dengan jadwalnya hari Minggu (20/8) sudah harus
tiba di Bitung (Sulut), tapi kenyataannya dari Bitung belum ada laporan,"
katanya.
Selengkapnya: http://www.antara.co.id/topstory.asp?id=20000822002350D220005

Pengungsi Maluku Utara Takut Minum Susu Bantuan Wapres
====================================================
Ternate - 22 Aug 00 06:30 WIB (Astaga.com)
Pengungsi korban kerusuhan Tobelo, Galela, Jailolo, Ibu, Sahu, Morotai, dan
Loloda di Pulau Halmahera, Maluku Utara dilaporkan takut mengkonsumsi susu
bantuan dari Wakil Presiden RI, Megawati Soekarnoputeri, karena sudah
kadaluarsa.
Sekretaris Satlak Penanggulangan Bencana (PB-II) Maluku Utara Drs M. Ali
Umahuk, kepada Antara di Ternate, Senin (21/8), menjelaskan, bantuan yang
diserahkan secara simbolis oleh Wapres Megawati kepada Gubernur Malaku
Utara Muhyi Efendie tanggal 26 April 2000 di Pulau Morotai itu, sebagian
tidak bisa dimanfaatkan oleh pengungsi karena batas waktunya sudah lewat
(kadaluarsa).
Bantuan berupa susu kaleng cair dan susu bubuk itu, sebagian masih berada
di gudang tempat penampungan bantuan milik Satlak PB II Maluku Utara. "Kami
takut menyalurkannya, karena dari segi kesehatan sangat membahayakan
kondisi para pengungsi," kata Ali.
Menurutnya, bantuan tersebut terlalu lama disimpan di gudang oleh Satkorlak
Tingkat I Maluku Utara, cg.Biro Bina Sosial, dan setelah kadaluarsa baru
diberikan kepada Satlak PB II Maluku Utara.
Selengkapnya: http://www.astaga.com/Article/0,2124,29912,00.html

Soal Amandemen Pasal 29
Umat Islam Diminta Berhati-hati
============================
KEBUMEN - Anggota Komisi II DPR dari Fraksi Reformasi H Mutammimul 'Ula SH
mengingatkan umat Islam, untuk hati-hati dalam menyikapi amandemen Pasal 29
UUD 1945 dan tak terjebak memaksakan ketentuan Piagam Jakarta. Sebab, yang
penting adalah substansi, bukan soal keredaksian semata.
''Jangan sampai soal syariah itu sekadar jadi pencitraan. Kita bukan
berarti tidak setuju syariah Islam, namun soal bahasa tidak perlu harus
merujuk ke Piagam Jakarta,'' ucap dia Minggu sore kemarin.
Berbicara pada ''Pengajian dan Milad II Partai Keadilan Kebumen'' di Jl HM
Sarbini Wonoyoso, Mutammimul mengatakan, berbeda dari FPP, anggota Fraksi
Reformasi lain-termasuk Partai Keadilan- tak setuju bila Piagam Jakarta
dipaksakan masuk Pasal 29 UUD'45.
Dia menekankan, sepanjang niat untuk mengamandemen Pasal 29 itu tulus dan
sungguh-sungguh, tentu patut didukung. Secara prinsip PK juga setuju, namun
ada yang lebih penting yakni soal substansi. Yakni, sejauh mana bersikap
konsisten terhadap ajaran Islam dan secara sungguh-sungguh memperjuangkan
nilai-nilai Islam dalam tataran kemasyarakatan dan kenegaraan.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0008/22/nas9.htm



"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke