************************************
Apa harapan Anda di HUT 55 RI ini ?
Kirimkan ke [EMAIL PROTECTED]
************************************
Aduh ....
BELENGGU ini ......
membuat hidupku terasa sesak
BELENGGU ini membuatku ingin menangis
BELENGGU ini membuatku ingin berontak
Hatiku menjerit dan ingin menangis
Aku ingin rasanya berteriak dan histeris
tapi aku tidak bisa ......
Aku tidak bisa melepaskannya
BELENGGU ini sudah mencekram hidupku
BELENGGU DOSA
Hidupku yang TERBELENGGU ini membuatku:
<> aku tidak tahu untuk apa aku hidup
aku tidak tahu makna dan tujuan hidupku
<> tidak mengenal siapa itu Allah
tidak percaya Allah itu ada
dan menolak Dia
<> aku tidak tahu apa itu kebenaran
aku sering membohongi diriku sendiri
aku sering membohongi sesamaku
aku sering marah dan memusuhi sesamaku
aku memfitnah sesamaku
aku sering mencuri dan korupsi waktu dan uang
<> aku sering menindas dan tertindas
aku sering berbuat keji
aku sering berzinah dan bercabul dalam hatiku
<> aku sering menyakiti hati ibu dan ayahku
aku pernah membenci keluargaku
BELENGGU DOSA menghantuiku:
<> aborsi, narkoba, homoseks, lesbian,
minuman keras, pembunuhan, peperangan,
pencideraan, kesombongan, keangkuhan,
iri hati, kebencian, dengki, perselingkuhan
perseteruan, egoisme, hedonisme,
materialisme, dan sebagainya rupa-rupa dosa.
Siapakah yang bisa melepaskan aku dari BELENGGU ini ?.
Siapakah yang dapat MEMERDEKAKAN aku ?
O Tuhan ........ aku tidak tahan lagi menahan derita hatiku ini
O Tuhan ....... aku tidak berdaya melepaskan BELENGGU ini
O Tuhan ....... hatiku luka dan menderita akibat BELENGGU ini
O Tuhan ...... mengapa aku TERBELENGGU seperti ini ?
Firman Tuhan berkata:
"Karena semua orang telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah"
(Roma 3: 23).
Diawali dengan ketidaktaatan Adam, kemudian keturunan manusia itu mewarisi
dosa dan melakukan berbagai ragam atau rupa-rupa dosa (Galatia 5 :19-21a).
Tidak seorang pun manusia yang tidak berdosa.
"Upah dosa ialah maut..." (Roma 6:23). Maut artinya kematian kekal
selama-lamanya.
Mengingat hakekat Allah adalah kudus dan suci sehingga Allah tidak mungkin
kompromi terhadap dosa. Allah tidak mungkin menyatu dengan manusia berdosa.
Berhubung semua manusia telah berdosa maka manusia menjadi terpisah dari
persekutuan dengan Allah.
"Tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala
kejahatanmu, dan yang membuat Allah menyembunyikan diri terhadap kamu,
sehingga Allah tidak mendengar, ialah dosamu." (Yesaya:59:2)
Berbagai usaha manusia sepanjang jaman untuk menjembatani jurang pemisah
tersebut dengan berbagai cara, misalnya dengan berbuat baik, agama,
filsafat, teknologi, dsb, tetapi tanpa hasil.
"Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut." (Amsal
14:12).
Namun, karena hakekat Tuhan adalah kasih, Tuhan mempunyai suatu rencana
agar manusia itu tidak binasa. Allah tidak ingin manusia itu binasa.
Beberapa Nabi di Perjanjian Lama telah bernubuat tentang akan adanya KARYA
BESAR Tuhan kepada seluruh umat manusia:
Yaitu karya penyelamatan dari BELENGGU dosa, agar penghukuman kekal tidak
terjadi bagi manusia.
Yesaya 7:14: " Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan
melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel (Tuhan
beserta kita)." Daniel 7:13: "Aku (Daniel) terus melihat dalam
penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang
seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lebih Lanjut Usianya itu,
dan ia dibawa ke hadapanNya.
Janji penyelamatan Tuhan atas manusia yang berdosa itu telah digenapiNya
sekitar 2000 tahun yang lalu. Pada Kitab Perjanjian Baru (PB): Matius
Markus, Lukas, dan Yohanes diceritakan tentang Anak Manusia yang telah
dinubuatkan dalam Perjanjian Lama ialah YESUS.
Yesus adalah Tuhan yang datang dengan mengambil rupa seorang manusia
(merendahkan diriNya) berinkarnasi datang ke dunia yang penuh dosa itu.
Yesus Kristus adalah satu-satunya jawaban bagi masalah ini. Yesus mati
disalibkan untuk men-substitusi dosa-dosa manusia, dan menjembatani jurang
pemisah antara Allah dengan manusia yang percaya padaNya.
Yesus yang tidak bercela itu telah sangat menderita menggatikan penghukuman
yang seharusnya diterima oleh manusia. Tuhan Yesus selama di dunia telah
melakukan gebrakan reformasi (menunjukkan jalan yang benar) yang
menyebabkan Ia dibenci oleh para Ahli Taurat dan para penguasa waktu itu.
Kebenaran dibenci oleh manusia ciptaanNya. Akhirnya Yesus ditangkap, lalu
dihina, didera dengan cambuk berduri hingga dagingNya terkelupas, mahkota
duri ditaruh di atas kepalaNya hingga menimbulkan pendarahan. Lalu, kedua
telapak tangan dan kedua kakiNya dipaku di kayu salib. Alangkah sakitnya
ketika salib itu diberdirikan. Hingga akhirnya Ia mati demi KEMERDEKAAN
manusia dari BELENGGU dosa. Penderitaan itu harus diterimaNya untuk
menggenapi janji penyelamatan Allah.
Seharusnya manusia-lah yang dihukum (dimusnahkan), seperti halnya dalam
peristiwa Air Bah di jaman Nuh. Walaupun tidak bersalah, Yesus rela
menanggung kesakitan yang begitu dashyat dan mati untuk menebus dosa
manusia.
Siapa yang percaya kepadaNya dan menerima Dia sebagai Tuhan dan Juru
Selamat hidup serta mengundang Dia dalam hatinya maka ia akan diperdamaikan
dengan Allah yang kudus dan suci itu.
".Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan
manusia, yaitu manusia Kristus Yesus". (1 Timotius 2:5)
"..Kristus telah mati karena dosa-dosa kita sesuai dengan Kitab Suci, bahwa
Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah
dibangkitkan pada hari ketiga sesuai dengan Kitab Suci". (1 Korintus 15:
3b - 4)
". Allah menunjukkan kasihNya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati
untuk kita ketika kita masih berdosa." (Roma 5: 8).
"Tetapi semua orang yang menerimaNya diberiNya kuasa supaya menjadi
anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namaNya." (Yohanes 1:
12).
".jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya
dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati,
maka kamu akan diselamatkan." (Roma 10: 9)
" Dan inilah keberanian percaya kita kepadaNya, yaitu bahwa Ia mengabulkan
doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepadaNya menurut kehendakNya." (1
Yohanes 5: 14)
Menerima Kristus berarti menyerahkan seluruh totalitas hidup untuk dikuasai
oleh Kristus, baik pikiran, perasaan maupun kemauan kita. Mohon ampun dosa
kepadaNya dan terimalah Anugerah Keselamatan dan pengharapan kekal
sebagaimana yang telah dijanjikanNya.
Sehingga jadilah orang yang dimerdekakan dari BELENGGU dosa dan menjadi
hamba Kebenaran dalam Kristus Yesus, bukan lagi diperhamba oleh dosa.
Terpujilah Tuhan kekal sampai selama-lamanya. Amin. (A.S)
"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l