'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''""''''' SARI BERITA : Sabtu, 30 September 2000 ===================================== <>Mariyun Bantah Presiden Kasus HMS Ketetapan, Bukan Keputusan <>Lalu Mariyun "sembunyi" di Mataram <>Lawan Komunis' Apel Akbar di Istiqlal & DPR <>UMAT ISLAM MINTA PANGDAM XVI GANTI DANSEKTOR 1/AMBON ++++++++++++++++++++++++++++ Mariyun Bantah Presiden Kasus HMS Ketetapan, Bukan Keputusan ------------------------------------------------ koridor.com [30 Sep, 5:05] Pernyataan Presiden yang akan meminta Mahkamah Agung mencari hakim 'yang tak bisa dibeli' dalam kasus HM Soeharto, langsung membuat merah telinga ketua majelis hakim persidangan Lalu Mariyun SH. Dia mempersilakan Presiden Abdurrahman Wahid mencari hakim yang bersih untuk kasus HMS. "Saya bantah pernyataan Presiden Abdurrahman Wahid yang mengesankan hakim dalam sidang mantan Presiden Soeharto ini bisa dibeli. Terlalu riskan dan ceroboh kalau saya melakukan itu," kata Mariyun, di Mataram (Nusa Tenggara Barat), Jumat. Presiden Abdurrahman Wahid gusar atas bebasnya mantan Presiden Soeharto. Bahkan, dia terus terang menyatakan kecewa terhadap majelis hakim dan menuduh pengadilan mantan penguasa Orde Baru itu berat sebelah. Ditegaskan selama ini pihaknya telah berbaik hati kepada Cendana. "Pencuri ayam saja ditahan, Pak Harto tidak. Dia hanya ditahan di rumah sendiri. Karenanya, harus dilakukan hal-hal untuk menegakkan kekuasaan hukum," tandasnya Lengkapnya: http://koridor.com/artikel.php3?token=272d07f90bfe5cb580e5a5d7bd2315541&in_ no=102213 Lalu Mariyun "sembunyi" di Mataram ------------------------------------------- satunet.com - Sehari setelah memutus bebas mantan Presiden Soeharto, hakim ketua Lalu Mariyun SH menghilang dari PN Jakarta Selatan. Banyak wartawan media cetak dan elektronik yang kecewa dengan kenyataan seperti ini. Karena, masih banyak persoalan yang harus dijawab oleh Lalu Mariyun. Salah satu diantaranya adalah keraguan Jaksa Penuntut Umum Muchtar Arifin SH, yang mengatakan, "Jangan-jangan yang dibacakan hakim ketua tidak sama dengan surat ketetapan yang tertulis." Keraguan Muchtar Arifin itu muncul karena PN Jakarta Selatan lambat memberikan salinan ketetapan hakim dalam sidang kasus KKN Soeharto di Auditorium Departemen Pertanian, Jakarta Selatan, Kamis, 28 September 2000. Akibatnya, jaksa terbuang waktunya untuk mempelajari ketetapan hakim tersebut. Karena, jaksa penuntut umum hanya punya waktu tujuh hari untuk melakukan perlawanan atau verzet. Lengkapnya: http://satunet.com/artikel/isi/00/09/30/28260.html Lawan Komunis' Apel Akbar di Istiqlal & DPR ----------------------------------- detikcom - Jakarta, Perlawanan terhadap Komunis tiba-tiba hadir lagi.Penolakan tersebut, rencananya akan dilakukan dalam apel akbar di masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu (30/9/2000) pukul 08.00 WIB. Sementara, sekitar pukul 11.00 WIB di Gedung DPR/MPR juga akan dilakukan aksi yang sama. Aksi tersebut dilakukan oleh beberapa kalangan LSM dan mahasiswa. Kelompok masyarakat akan bergabung dalam FAKTA (Front Anti Komunis & Cinta Tanah Air). Sedangkan mahasiswa itu terdiri dari IAIN, UMJ, UI, PTDI,UIJ,STIAD, U Juanda Bogor dan Satelit. Kelompok FAKTA sendiri akan menampilkan mantan Menkeu Fuad Bawazier dan Drs. Mafa'id Harahap. Siapa Mafa'id Harahap. Namanya tidak begitu populer. Nama dia mencuat setelah berbuat ulah di dalam persidangan Soeharto. Ceritanya, saat hakim menjatuhkan vonis bebas terhadap Soeharto, Mafa'id langsung berteriak "Hidup Soeharto". Aksi langsung membuat masyarakat yang hadir kaget. Mereka marah. Namun Mafa'id langsung diamankan pertugas. Lengkapnya: http://www.detik.com/peristiwa/2000/09/30/2000930-083511.shtml UMAT ISLAM MINTA PANGDAM XVI GANTI DANSEKTOR 1/AMBON --------------------------------------------------------------------------- ---------- Ambon,29/9(ANTARA)- Puluhan umat Islam yang tergabung dalam Forum Pembela Islam Maluku(FPIM) minta Pangdam XVI/Pattimura, Brigjen TNI. I Made Yasa untuk menggantikan Dan Sektor 1/Ambon, Kolonel Inf. A. Siswanto karena tidak profesional dalam pengamanan kerusuhan bernuansa SARA di daerah ini. Permintaan FPIM melalui juru bicaranya, Aziz Fitmaten dalam demonstrasi dan pernyataan tuntutan kepada Gubernur Maluku, Saleh Latuconsina, di Ambon, Jumat bahwa Dan Sektor 1/Ambon bertindak tidak saptamargais dalam menangani kerusuhan bernuansa SARA, akhir-akhir ini. "Jadi kami minta Gubernur Latuconsina, selaku Penguasa Darurat Sipil Daerah Maluku untuk memperhatikan tuntutan ini, sekaligus membicarakannya dengan Pangdam XVI,"tandasnya. Gubernur Latuconsina setelah menerima pernyataan tuntutan puluhan demonstran itu tidak memberikan tanggapan. Kemudian ia menaiki tangga ke ruang kerjanya di lantai II kantor Gubernur . Ketika dicegat ANTARA, Gubernur pun mengelak untuk berkomentar. Lengkapnya: http://www.antara.co.id/topstory.asp?id=20000929213731D290700 +++++++++++++++++++++ "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
