'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''"'''
SARI BERITA : Selasa, 3 Oktober 2000
===================================
*> Pembom Gereja Medan Diduga Terkait Bom BEJ
*> Harga BBM di Ambon Stabil
*> Gus Dur Nyatakan Soeharto Bisa Diadili
*> Kapolri Siap Tangkap Guterres
*> KASAD: TNI AD Tidak Kewalahan
Menghadapi Pernyataan Presiden
*> ''Sweeping'' 15 Hari lagi,
200 Pengungsi Pulang Kampung
*> Gus Dur: Habibie Tak Ngerti Industri
*> 600 Sopir Bemo di Mataram Mogok
````````````````````````````````````
Pembom Gereja Medan Diduga Terkait Bom BEJ
---------------------------------------------------------
Reporter: Aulia Andri
detikcom - Medan, Ada perkembangan baru terkait peledakan BEJ. Diduga,
pelaku pemboman Gereja Kemenangan Iman Indonesia (GKII) Medan terkait
dengan tersangka peledakan BEJ yang tertangkap di Bandung. Pelaku tersebut
kini masih dikejar aparat Polda Sumut.
Hal itu disampaikan Kepala Direktorat Bimbingan Masyarakat (Kadit Bimas)
Polda Sumatera Utara Senior Superintendent HS Nainggolan di hadapan anggota
DPRD, pemda dan tokoh agama Sumut di gedung DPRD Sumut, Jl. Imam Bonjol,
Medan, Senin (2/10/2000).
Selengkapnya:
http://www.detik.com/peristiwa/2000/10/02/2000102-221840.shtml
Harga BBM di Ambon Stabil
----------------------------------
TEMPO Interaktif, Jakarta: Harga bahan bakar minyak (BBM) di Ambon masih
menggunakan patokan harga lama, menyusul diberlakukannya tarif baru BBM
dengan kenaikkan sebesar 12 persen. Beberapa pengecer di kota Ambon yang
ditemui TEMPO Interaktif Senin (2/10) siang menyebutkan, mereka khawatir
menaikkan harga BBM sesuai patokan yang ditetapkan pemerintah. Pasalnya,
hampir setahun terakhir ini mereka sudah lebih dulu menaikkan harga BBM di
tingkat konsumen dari harga yang dipatok pihak pemerintah.
Dua tahun lalu, sebelum konflik di Ambon meletus, minak tanah dijual di
tingkat konsumen berkisar antara Rp 325 - Rp 350 per liter. Namun setelah
pecah konflik, harga itu mulai ditentukan oleh pengecer dengan harga jual
mencapai Rp 600, bahkan terkadang bisa melonjak menembus angkat Rp 3.000
per liter.
Selengkapnya: http://www.tempo.co.id/harian/fokus/48/2,1,12,id.html
Gus Dur Nyatakan Soeharto Bisa Diadili
------------------------------------------------
koridor.com [3 Oct, 1:43] Presiden RI KH Abdurrahman Wahid, menyatakan
Soeharto dapat diadili, sesuai informasi dokter Kepresidenan. "Terus terang
saja, saya bawa dua orang rombongan, dokter saya pribadi. Mereka
menyatakan, bung bahwa Pak Harto bisa diadili," tandas Gus Dur.
Dalam dialog dengan masyarakat Indonesia di Ottawa, Canada Rabu (3/10)
subuh atau Selasa (2/10), Gus Dur bingung, soal pendapat dua tim dokter
yang memeriksa Soeharto.
"Bagaimana dua tim dokter koq lain-lain ini. Lha kebetulan yang resmi yang
disono. Ditunjuk oleh mereka, ditunjuk oleh pemerintah juga dari RSCM,"
papar Presiden Gus Dur.
Selengkapnya:
http://koridor.com/artikel.php3?token=f98ddb7e0cbb9dfbc59384fb9493536d1&in_
no=102366
Kapolri Siap Tangkap Guterres
Jadi Tersangka Kasus HAM Timtim
------------------------------------------
JAKARTA - Kapolri Jenderal S Bimantoro menyatakan kesiapannya menangkap
pemimpin kelompok milisi Timtim Eurico Guterres, jika diminta oleh
Kejaksaan Agung. ''Soal penangkapan Guterres perlu ada pemintaan dari pihak
Kejakgung,''katanya, usai mengikuti rapat paripurna tentang RAPBN di DPR,
kemarin.
Menurut dia, tidak ada masalah untuk melakukan tindakan hukum terhadap
Guterres. ''Prosedurnya harus ada permintaan dari pihak Kejakgung,''
katanya. Namun lain urusannya bila Guterres datang sendiri ke Kejakgung.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0010/03/nas8.htm
KASAD : TNI AD Tidak Kewalahan
Menghadapi Pernyataan Presiden
------------------------------------------
Bandung, 2/10 (ANTARA)- Kasad Jenderal Tyasno Sudarto menegaskan bahwa TNI
AD belum kewalahan dalam menghadapi pernyataan-pernyataan Presiden
Abdurrahman Wahid, namun terhadap berbagai pernyataan maupun instruksinya
kadangkala perlu dilakukan langkah-langkah pendalaman agar bisa dicerna
maksud yang sebenarnya.
"Dia (Presiden Abdurrahman Wahid) adalah Panglima Tertinggi TNI. Untuk TNI
AD, dia juga adalah pemimpin TNI AD. Otomatis kita (TNI) harus bisa
mengerti dengan benar pernyataan-pernyataan dan instruksi-instruksi dari
pimpinan kita (Gus Dur)," katanya, menanggapi pertanyaan wartawan di
Bandung, Senin.
Selengkapnya: http://www.antara.co.id/topstory.asp?id=20001002164707D020581
''Sweeping'' 15 Hari lagi,
200 Pengungsi Pulang Kampung
-------------------------------------
Kupang (Bali Post) -
Kapolda NTT Brigjen Pol. Drs. Jhon Lalo, M.Si. mengatakan, sweeping senjata
yang dilakukan TNI/Polri di NTT terhadap eks milisi Timtim tinggal 15 hari
lagi -- hingga 18 Oktober mendatang. Sementara Pangdam IX/Udayana Mayjen
Kiki Syahnakri mengatakan, hingga hari keempat, eks milisi Timtim telah
menyerahkan 87 senjata standar dan selama sweeping senjata, sudah 260 orang
pengungsi yang kembali ke kampung halamannya di Timor Leste. Keputusan
pengungsi kembali ke Timtim, disambut baik olek Ketua DPRD NTT Drs. Daniel
Woda Palle. Hal ini diungkapkan ketiganya kepada wartawan, usai serah
terima jabatan Danrem 161 Wirasakti Kupang dari Kol. (Art) Jurefar kepada
Danrem baru Kol. (Inf) Budi Heryanto, di Makorem Kupang, Senin (2/10).
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/10/3/nt5.htm
Gus Dur: Habibie Tak Ngerti Industri
----------------------------------------------
detikcom - Ottawa, Pintar teknologi tak berarti mengerti industri.
Setidaknya, itulah penilaian Gus Dur terhadap mantan presiden "seumur
jagung" dan pakar pesawat terbang, BJ Habibie. "Pak Habibie itu terlalu
mementingkan teknologi, sehingga akhirnya tak karuan," ujar Presiden seraya
menyitir pendapat, IPTN layak jadi museum.
Pernyataan Gus Dur itu disampaikan kepada ratusan masyarakat Indonesia di
Canada yang mengikuti dialog dengan presiden di KBRI Ottawa, Canada, Senin
(2/10/2000) pukul 14.00 atau Selasa dinihari waktu Indonesia.
Selengkapnya:
http://www.detik.com/peristiwa/2000/10/03/2000103-025152.shtml
600 Sopir Bemo di Mataram Mogok
------------------------------------------
TEMPO Interaktif, Mataram: Enam ratusan bemo di Kota Mataram mogok dan
berunjukrasa di Gedung Gubernur NTB, Senin (2/10). Aksi ini menyusul
kenaikan harga BBM kemarin (1/10). Mereka menuntut kenaikan ongkos
penumpang dari Rp 500 menjadi Rp 700. Sementara untuk pelajar dari Rp 300
menjadi Rp 500. Akibat aksi mogok itu, banyak penumpang, terutama pelajar,
terlantar.
Menurut para sopir, penghasilan mereka akan semakin menipis dengan kenaikan
BBM ini. Sebelumnya, mereka bisa mengantongi Rp 100 ribu per hari. Setelah
dikurangi dengan biaya BBM dan setoran, mereka membawa pulang seharinya Rp
15 ribu. Tetapi, sejak kenaikan BBM, pendapatan mereka lebih sedikit karena
setoran tetap, sekitar Rp 40-60 ribu.
Selengkapnya: http://www.tempo.co.id/harian/fokus/48/2,1,11,id.html
"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l