'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''""'
SARI BERITA : Jumat, 6 Oktober 2000
===================================
<> Penahanan 20 tersangka pembom BEJ
<> Guterres: Dari Ujung Tombak Menjadi Tumbal
<> PB NU Dukung Gerakan Yang Mengutuk Israel
<> Lagi-Lagi Senen Rusuh
<> Empat Uskup Diminta Jembatani Proses Rekonsiliasi
<> Rektor UGM: Sipil Adu Domba TNI
`````````````````````````````````
Penahanan 20 tersangka pembom BEJ,
mungkin ditangguhkan Jumat
-----------------------------------
satunet.com - Dua puluh orang tersangka pemboman di Kedutaan Malaysia dan
BEJ akan ditangguhkan penahanannya.
"Kemungkinan hari ini (Kamis) atau besok (Jumat) keduapuluh orang ini akan
ditangguhkan penahanannya. Semua itu atas desakan para pengacara mereka
dari PBHI, Hendardi," kata Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Makbul
Padmanegara kepada wartawan di Jakarta Kamis.
Sementara itu, menurut informasi dari 20 tersangka tersebut dikenai sanksi
pidana pasal 1 (1) uu drt 12/51 Sub pasal 164 KUHP (mengetahui tindak
pidana tapi tidak melaporkan ke aparat kepolisian). Ke 20 orang tersebut
yang ditangkap di bengkel Krung Baro Motor di Jl Warung Silah 99 Ciganjur,
23 September lalu.
Selengkapnya: http://satunet.com/artikel/isi/00/10/06/29125.html

Dari Ujung Tombak Menjadi Tumbal
--------------------------------------------
SOSOK Wakil Panglima Perang Pro-Integrasi (PPI) Eurico Guterres memang
unik. Pria berambut gondrong yang gemar memakai topi hitam pasukan komando
itu selain lebih terkenal daripada Panglima PPI Joao Tavares, juga lebih
karismatis.
Komandan milisi Aitarak (yang berarti duri-Red) itu terlihat lebih memegang
kendali ketimbang komandan milisi prointegrasi lain dalam berbagai
peristiwa menjelang dan pascajajak pendapat di Timor Timur.
Mungkin hanya komandan milisi Laksaur (almarhum) Olivio Mendoza Moruk yang
mampu menyaingi karisma Eurico. Sehingga, kematian Moruk secara sadistis
memicu kemarahan milisi prointegrasi yang mengakibatkan pembumihangusan
markas UNHCR di Atambua dan menewaskan tiga staf lembaga PBB itu.
Eurico juga tampak sebagai sosok berwawasan luas. Terbukti, pria yang
mengaku pernah kuliah di Universitas Trisakti itu lancar dalam memberikan
keterangan pers dan menjawab berbagai pertanyaan wartawan secara strategis.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0010/06/nas6.htm

PB NU Dukung Gerakan Yang Mengutuk Israel
--------------------------------------------------------
Jakarta -- KH Irfan Zidni, MA, Ketua Majelis Syuro PB NU menegaskan bahwa
sikap PB NU jelas terhadap Israel. "PB NU mendukung gerakan yang mengutuk
perilaku Israil yang biadab itu. PB NU menyesali perilaku Israel yang telah
melukai umat Islam Palestina dengan jumlah yang cukup besar," kata Irfan
kepada berpolitik di kantor PB NU, hari ini.
Jumlah korban umat Islam Palestina bukan seperti yang diberitakan, yaitu 58
orang, kata Irfan, tapi sebenarnya sudah mencapai 80 orang, seperti yang
dinyatakan Yasser Arafat di Perancis itu.
Momentum ini dinilai positif oleh Irfan untuk merapatkan barisan (shaff)
umat Islam dalam menghadapi musuh-musuhnya seperti Israil itu. Selama ini
kita sering bentrok sendiri di dalam. Nah momen ini, katan Irfan, umat
Islam Indonesia yang jumlahnya terbesar ini harus memberikan perhatian dan
dukungan yang besar pula terhadap nasib umat Islam di tempat lain seperti
di Palestina itu.
Irfan juga membenarkan kalau tragedi yang dibuat Israil ini ditujukan untuk
menguji seberapa jauh solidaritas dan soliditas dunia Islam dalam
menghadapi pihak lawan, Israel.
Selengkapnya: http://www.berpolitik.com/article.pl?sid=100/10/05/2016201

Lagi-Lagi Senen Rusuh
---------------------------
detikcom - Jakarta, Kawasan perbelanjaan Pasar Senen, Jakpus, Kamis
(5/10/2000) malam, lagi-lagi rusuh. Puluhan lapak dan ruko dilempari batu
oleh segerombolan massa yang disinyalir oknum anggota TNI AL Armada Barat
(Armabar). Ratusan pedagang kaki lima dan pemilik ruko yang menjadi korban,
menuntut kasus penyerangan ini diusut tuntas. Mereka pun balas dendam.
Selengkapnya:
http://www.detik.com/peristiwa/2000/10/05/2000105-222215.shtml

Empat Uskup Diminta Jembatani Proses Rekonsiliasi
--------------------------------------------------------------
Kupang (Bali Post) -
Permintaan masyarakat Timtim agar keempat uskup di Pulau Timor dapat
menengahi dua kelompok pro-integrasi dan pro-kemerdekaan, disambut baik
Yang Mulia Uskup Agung Mgr. Petrus Turang.
Pr. Turang saat ditemui Bali Post seusai peringatan hari TNI di Makorem
Kupang, Kamis (5/10) kemarin mengatakan, demi kemanusiaan, dirinya siap
membantu masyarakat Timtim untuk proses rekonsiliasi.
Rekonsiliasi menurutnya, suatu kebutuhan untuk memulihkan kerukunan dan
persaudaraan masyarakat Timtim baik yang ada di Timor Barat maupun di Timor
Leste. Bahkan, sejak sebelum jajak pendapat, para uskup dan gereja telah
menawarkan diri menjembatani rekonsiliasi antara semua pihak yang bertikai
itu, namum tak dihiraukan. Seperti diberitakan sebelumnya, Komisi I DPR-RI
dan Pemerintahan Transisi PBB untuk Timor Leste (Untaet), telah membahas
penanganan pengungsi Timtim di Timor Barat bulan lalu. Dalam pertemuan di
Montaain, perbatasan Indonesia dan Timor Leste, disepakati empat uskup di
wilayah Timor menjadi jembatan emas memfasilitasi rekonsiliasi. Keempat
uskup itu adalah Mgr. Carlos Filipe Belo, SDB (Uskup Dilli), Mgr. Basilio
dos Nasciemento, Pr. (Uskup Baukau), Mgr. Antonius Pain Ratu, SVD (Uskup
Atambua) dan Mgr. Petrus Turang, Pr. (Uskup Kupang).
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/10/6/nusat5.htm

Rektor UGM: Sipil Adu Domba TNI
------------------------------------------
koridor.com [6 Oct, 3:48] Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Dr.
Ichlasul Amal mensinyalir, ada kelompok sipil saat ini yang memanfaatkan
disorientasi yang sedang terjadi di tubuh militer lewat cara adu domba.
"Saya lihat itu, memang sekarang militer itu kan sedang disorientasi, jadi
kelompok-kelompok tidak tahu. Nah, ini jangan sampai, kalau saya lihat itu,
sipil memanfaatkan itu dengan mengadu domba mereka. Ini yang saya lihat
elite-elite sipil mengadu domba mereka," katanya ketika ditanya wartawan di
kampus UGM, Kamis (5/10).
Kata dia, kedudukan militer sekarang sudah subordinasi sipil. Tetapi yang
seringkali belum tahu apa yang harus dilakukan sipil, kalau sipil menjadi
superordinasi dari militer.
"Sipil masih gamang, saya melihat malah sipil yang gamang sekali. Misalnya,
tradisi-tradisi yang sudah dikembangkan dan dasarnya dari militer, sipil
malah kesenangan melaksanakan," katanya sambil tersenyum.
Selengkapnya:
http://koridor.com/artikel.php3?token=4becc8ad5a8159299a73509efb8b86831&in_
no=102539

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke