'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''""'
SARI BERITA : Sabtu, 7 Oktober 2000
===================================
<>Gus Dur: Silakan SI MPR
Kasus Kapolri, Lewat Fatwa MA
<>Hilang, nasib 4 mahasiswa USM belum jelas
<>Arbi Sanit: Soehartois Masih Bercokol Kuat
<>SBSI Dukung Gus Dur Hukum Tommy Soeharto
+++++++++++++++++++++++++++

Gus Dur: Silakan SI MPR
Kasus Kapolri, Lewat Fatwa MA
--------------------------------------
koridor.com [7 Oct, 2:34] Presiden Abdurrahman Wahid, Jumat (6/10) kemarin,
kembali mengeluarkan pernyataan menantang DPR. Ia mempersilakan DPR
menggelar Sidang Istimewa (SI) MPR atas ketidakpuasan sejumlah anggotanya
terhadap pergantian Kapolri belum lama ini. Meski menganggap penilaian itu
bukan dilakukan DPR, melainkan MPR; Gus Dur tetap mempersilakan keinginan
sejumlah anggota DPR yang tidak puas tersebut.
"Jika DPR masih bersikeras, dapat menempuh jalur hukum. Kita selesaikan di
PTUN, jika masih belum selesai, kita minta fatwa MA," ujar Presiden dalam
dialog dengan para jemaah dalam salat Jumat di Mesjid Munawarroh, Ciganjur,
Jakarta Selatan.
"Inilah cara yang benar dalam bernegara, masalahnya perlu waktu lebih dari
satu tahun, dan selama belum ada fatwa dari Mahkamah Agung, saya tetap
berpegang pada ketentuan Ketua DPR, yakni silakan Kapolri yang ditunjuk
Presiden melakukan tugasnya," ujar Gus Dur
Lengkapnya:
http://koridor.com/artikel.php3?token=ce6d035321fa0a430330aa6b66d017f81&in_
no=102579

Hilang, nasib 4 mahasiswa USM belum jelas
Laporan Wawan Setiawan
------------------------------
satunet.com - Nasib empat mahasiswa Universitas Satria Makassar (USM) yang
dinyatakan hilang setelah terjadi bentrokan fisik dengan polisi di depan
mereka hingga kini belum jelas.
Keempat mahasiswa tersebut, Putu, Sakiran, Zaenal dan Amir masih dalam
pencarian rekan-rekan mereka. "Sampai saat ini belum ada kabar mengenai
keberadaan mereka dan pihak keluarganya juga mengabarkan yang bersangkutan
belum pulang ke rumah," ujar Andrianus, koordinator aksi unjuk rasa
mahasiswa USM pada saat terjadinya bentrokan tersebut.
Dia mengakui, pihaknya sudah menanyakan keberadaan keempat rekannya itu
kepada pihak Poltabes Makassar karena ada laporan, keempatnya telah diciduk
aparat seusai bentrokan.Tapi pihak petugas jaga Poltabes juga mengaku tidak
ada penangkapan terhadap keempat orang mahasiswa yang dimaksud.
Lengkapnya: http://satunet.com/artikel/isi/00/10/07/29301.html

Arbi Sanit: Soehartois Masih Bercokol Kuat
----------------------------------------------------
  Jakarta, LippoStar
Pengamat politik Arbi Sanit berpendapat bahwa saat ini kaum Soehartois
(orang-orang yang loyal kepada mantan Presiden Soeharto, red) ternyata
masih bercokol kuat sehingga jalannya reformasi terhambat.
Keberadaan para Soehartois ini diperkirakan masih banyak tampak dari masih
banyaknya orang yang bersikap dan berpola pikir sama seperti mantan
penguasa Orde baru tersebut.
Menurut Arbi Sanit, tipikal pengikut Soeharto memiliki kecenderungan di
antaranya dalam aspek hukum sering berlindung di balik formalisme. Pada
aspek ekonomi berpegang pada konsep pertumbuhan ekonomi dengan mengorbankan
hak-hak rakyat. Sedangkan pada aspek politik, cenderung tidak mengenal
adanya demokrasi, tapi otoritarianisme
Lengkapnya:
http://lippostar.com/img/lol.dll/lippo/en/home/home_newsdetail.jsp?contentO
ID=1073794820&BV_SessionID=@@@@0899141301.0970885782@@@@&BV_EngineID=daljcj
gmhmkbekfcfkcgchg.0

SBSI Dukung Gus Dur Hukum Tommy Soeharto
--------------------------------------------------------
detikcom - Jakarta, Tiada ampun bagi Tommy. Presiden Gus Dur sudah bulat,
Tommy harus dihukum. Dewan Pengurus Pusat Serikat Buruh Sejahtera Indonesia
(DPP SBSI) menilai keputusan Gus Dur itu sangat bijaksana mengingat
besarnya korupsi yang telah dilakukan anak kesayangan mantan Presiden
Soeharto itu. Untuk itu, SBSI mendukung Gus Dur untuk memenjarakan Tommy.
"DPP SBSI sepakat dengan sikap Presiden Gus Dur untuk tidak memberikan
pengampunan (grasi) kepada Tommy Soeharto," tegas Sekretaris Departemen
Humas DPP SBSI Andy William Sinaga dalam sebuah keterangan pers di Jakarta,
Sabtu (7/10/2000). Dikatakan, DPP SBSI memandang, hukuman penjara bagi
Tommy akan menjadi titik awal bagi penegakan supremasi hukum di Indonesia.
Di samping itu, diseretnya Tommy ke penjara dipandang sebagai awal dari
penindakan hukum bagi Keluarga Cendana pada umumnya dan mantan-mantan
pejabat Orde Baru pada khususnya, yang dicurigai banyak melakukan KKN.
"Langkah selanjutnya yang harus dilakukan pemerintah, menyita harta
kekayaan dari Tommy yang indikasinya dijarah dari hasil KKN," saran SBSI
Lengkapnya: http://www.detik.com/peristiwa/2000/10/07/2000107-093035.shtml
++++++++++++++++++++++++

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke