**************************
Laporkan Situasi lingkungan
<[EMAIL PROTECTED]>
Atau Hub Eskol Hot Line
Telp: 031-5479083/84
**************************

Para pembaca yang terhormat,
Kembali Ketua MPR Amin Rais mengeluarkan sebuah pernyataan yang cukup
menarik, yakni agar umat Islam Indonesia mewaspadai "zionis-zionis"
Indonesia.  Hanya saja, tidak jelas siapa saja yang dimaksud oleh Amin Rais
dalam kategori "zionis" Indonesia ini.  Dan pertanyaan berikutnya ialah,
apakah dengan membuka hubungan dagang dan diplomatik dengan Israel maka
dikategorikan sebagai "zionis" ?. Dengan tanpa bukti mengatakan "Indonesia
berwajah Melayu berhati zionis", bukankah itu merupakan suatu pelecehan
terhadap bangsa sendiri ?. Suatu hal yang perlu dikaji pula dari pernyataan
Amin Rais adalah, bahwa komponen bangsa yang dibenturkan ialah antara "umat
Islam Indonesia" dengan "zionis Indonesia".  Tentu hal ini akan membuat
rakyat bingung, rakyat yang mana sebenarnya yang tergolong bangsa Indonesia
?.  Apakah di negeri ini pantas menstigmatisasi/mencap bangsa sendiri
sebagai "zionis" tanpa bukti yang jelas ?.

Eskol Net
------------

Ketua MPR: Waspadai "Zionis-Zionis" Indonesia
---------------------------------------------------------
Friday, October 13, 2000/2:29:21 PM
Jakarta, 13/10 (ANTARA) - Di hadapan ribuan massa aktifis Partai Keadilan
(PK) anti Israel yang berunjuk rasa di halaman Gedung DPR Senayan Jakarta,
Jumat, Ketua MPR RI Amien Rais mengingatkan umat Islam Indonesia agar
mewaspadai "zionis-zionis" Indonesia yang menginginkan pembukaan hubungan
diplomatik dengan Israel. "Setiap anak bangsa apapun jabatannya, kalau dia
berniat membuka hubungan diplomatik dengan Israel, maka dia punya karakter
zionis," tegas Amien Rais yang disambut pekik takbir para pengunjuk rasa
yang dengan tertib duduk mendengarkan pidato tersebut.
Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional itu menambahkan, cara-cara yang
mereka gunakan juga licik, yaitu pertama- tama dengan membuka hubungan
perdagangan, tetapi nanti pada akhirnya akan membuka pula hubungan
diplomatik. "Jangan terjebak dengan zionis-zionis Indonesia itu, yang
sebetulnya wajah melayu tetapi berhati zionis," ujarnya.

Ketua MPR mengingatkan, sejak setengah abad lalu sampai sekarang bangsa
Israel belum berubah wataknya, dan Indonesia saat ini telah menjadi sasaran
strategis zionis internasional. "Sebagai negara muslim terbesar, kita layak
mencurigai negara kita menjadi sasaran zionis internasional," kata Amien
Rais. Dikatakannya, dirinya memang tidak mempunyai bukti- bukti, tetapi
kekuatan eksternal yang bisa merusak bangsa Indonesia di Aceh, Timtim,
Irian Jaya dan lain-lain, secara langsung atau tidak jelas ada kaitannya
dengan zionis internasional. Karena itu Amien Rais mengajak umat Islam
untuk terus menjalin ukhuwah Islamiyah guna menghantam zionis Israel dan
antek-anteknya di Indonesia.

"Apakah itu pedagang, menteri, atau presiden sekalipun, tetapi kalau dia
membela Israel maka kita harus tolak bersama-sama," tegasnya. Beberapa saat
sebelumnya, Ketua DPR Akbar Tandjung juga sempat berpidato di hadapan massa
partai berlambang ka`bah dengan dua bulan sabit kembar itu. "Kami mendukung
aspirasi saudara-saudara. kami juga merasakan ketidakadilan di Timur
Tengah. Ketidakadilan itu juga ditunjukkan oleh PBB dan AS," katanya. Dalam
pidato singkat yang mendapat sambutan meriah dari para demonstran itu,
Akbar juga menyatakan bahwa delegasi Israel dipastikan tidak akan hadir
dalam Konperensi Inter Parliamentary Union (IPU) di Jakarta, 15-21 Oktober.

Kutuk Israel Sementara itu, Presiden Partai Keadilan Dr HM Hidayat Nur
Wahid MA yang langsung memimpin aksi itu menyatakan menuntut delegasi
Indonesia dalam sidang IPU untuk membuat resolusi untuk mengutuk perilaku
biadab Israel terhadap warga muslim Palestina. PK juga menuntut agar
delegasi Indonesia mendesak dunia internasional agar menangkap para pelaku
kekejaman terhadap warga Palestina itu dan diadili di pengadilan
internasional serta menmgucilkan dan mengeluarkan Israel dari keanggotaan
IPU.

Aksi demonstrasi itu juga diwarnai oleh tampilnya para anggota DPR dari PK
yang tergabung dalam Fraksi Reformasi. Mereka memberi dukungan atas
aspirasi para pengunjuk rasa. Para wakil rakyat dari fraksi ini juga
mendesak Presiden Abdurrahman Wahid keluar dari Yayasan Simon Peres,
yayasan yang didirikan mantan PM Israel Simon Peres.
Unjuk rasa anti Israel itu sebelumnya juga diwarnai aksi pembakaran bendera
dan patung Rabi Yahudi di halaman gedung wakil rakyat itu, yang disertai
pemukulan beduk serta orasi menentang pendudukan Israel di Palestina.
Sambil terus mengibarkan bendera Merah Putih dan bendera Partai Keadilan,
mereka juga membentangkan poster yang mengutuk tindakan Israel atas warga
Palestina. Meski jumlahnya ribuan jalannya aksi unjuk rasa berlangsung
tertib, dengan pemisahan barisan antara perempuan dan laki-laki.

Usai menunaikan sholat Jumat berjamaah di halaman Gedung DPR, para
pengunjuk rasa itu pun dengan tertib meninggalkan Gedung Wakil Rakyat tanpa
sedikitpun meninggalkan sampah ataupun benda-benda lainnya sebagaimana yang
terjadi dalam aksi-aksi massa lain-lain. (T.PTU08/B/ND07/13/10/:0 14:23).

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke