'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''""'
SARI BERITA : Sabtu, 14 Oktober 2000
===================================
<> Kerusuhan Malut: 2004 Tewas, 197 Ribu Mengungsi
<> Negara Arab Tuduh Israel Lakukan Kejahatan Perang
<> Di Beberapa Tempat Bintang Kejora Turun
<> Eurico: UNTAET Tunjukkan Kebodohannya
<> Bintang Kejora Dilarang Berkibar
<> Soeharto Akan Diadili di Cendana
<> AS Khawatir Gus Dur Melemah
``````````````````````````````

Kerusuhan Malut: 2004 Tewas, 197 Ribu Mengungsi
-------------------------------------------------------------
Sedikitnya 2004 warga Maluku Utara (Malut) tewas dan 197.000 lainnya
terpaksa menjadi pengungsi akibat kerusuhan bernuansa SARA yang berlangsung
selama delapan bulan, sejak Desember 1999 lalu, di Maluku Utara.
"Sejarah mencatat bahwa secara keseluruhan propinsi Maluku Utara hanya
menikmati suasana aman damai dan tentram selama tujuh hari saja," kata
Gubernur Maluku Utara Muhyi Effendie kepada wartawan di sela-sela acara
peringatan satu tahun terbentuknya Propinsi Maluku Utara di Ternate, Jumat
(13/10).
Bahkan, lanjutnya, sampai saat ini, sekitar 197.000 jiwa warga Maluku Utara
yang mengungsi ke berbagai tempat itu, masih diliputi rasa kekhawatiran
akan masa depannya yang belum jelas, dan anak-anaknya yang tak dapat
menikmati pendidikan yang layak.
"Yang lebih menyedihkan lagi, pranata sosial dan rasa kebersamaan yang
dibangun oleh nenek moyang mereka selama ratusan tahun, hancur dalam
sesaat, akibat konflik sosial itu," ujarnya.
Selengkapnya: http://www.astaga.com/Article/0,4536,36946,00.html

Negara Arab Tuduh Israel Lakukan Kejahatan Perang
----------------------------------------------------------------
Reporter: Shinta NM Sinaga
detikcom - Jakarta, Para diplomat Arab berencana mengajukan Israel ke
komisi HAM PBB dengan tuduhan sebagai penjahat perang dan penghilangan
etnis. Mereka siap berdebat untuk itu pekan depan berkaitan dengan tindakan
Israel yang membombardir puluhan nyawa warga Palestina.
"Kami sedang menyusun draf untuk melancarkan resolusi sekeras-kerasnya,"
kata salah seorang dubes negara Arab pada Reuter, Jumat (13/10/2000) di
Jenewa.
Sebanyak 4 negara Arab siap melancarkan resolusi, antara lain Maroko,
Qatar, Sudah, dan Tunisia. Mereka juga didukung 5 negara yang penduduknya
mayoritas muslim, seperti Bangladesh, Indonesia, Nigeria, Pakistan, dan
Senegal.
Selengkapnya:
http://202.158.66.10/peristiwa/2000/10/13/20001013-223433.shtml

Di Beberapa Tempat Bintang Kejora Turun
---------------------------------------------------
Batas penurunan bendera bintang kejora yang ditetapkan pemerintah pusat
paling lambat 15 Oktober 2000 menimbulkan berbagai reaksi di kalangan
masyarakat. Ada yang setuju dan tidak setuju.
Pemantauan Pembaruan Kamis dan Jumat (12-13/10) di Kota Wamena, Jayawijaya
dan beberapa kecamatan yang dekat dengan Kota Wamena bendera bintang kejora
sudah diturunkan. Namun, di beberapa kecamatan lain belum diketahui apakah
bendera-bendera tersebut sudah diturunkan atau belum.
Anggota Presidium Dewan Papua (PDP), Pdt Obet Komba, Jumat pagi,
mengatakan, PDP dan Panel telah bertekad untuk menurunkan bendera bintang
kejora tanggal 15 mendatang dengan tetap menjamin keadaan aman, tertib dan
damai. Oleh karena itu, pihak PDP dan Panel terus melakukan sosialisasi
hasil kesepakatan bersama yang dilakukan antara pemerintah Kabupaten
Jayawijaya, Presidium, Panel dan Satgas Papua lewat alat komunikasi SSB
(single side band).
Selengkapnya: http://www.suarapembaruan.com/News/2000/10/13/index.html

Eurico: UNTAET Tunjukkan Kebodohannya
----------------------------------------------------
Kupang (Bali Post) -
Mantan Wakil Panglima Pasukan Pejuang Integrasi (PPI) Eurico Guterres
mengatakan, permintaan Pemerintahan Transisi PBB di Timor Timur (UNTAET)
agar dirinya diadili di Dili, Timtim, menunjukkan bahwa UNTAET sedang
mempertontonkan kebodohannya kepada dunia internasional. ''UNTAET hanya
ditugaskan untuk mempersiapkan kemerdekaan Timor Timur secara penuh, bukan
mengadili Eurico Guterres,'' tegasnya, Jumat (13/10) kemarin.
Eurico meminta UNTAET untuk memberikan perhatian pada tugas utamanya
mempersiapkan kemerdekaan Timtim secara penuh dan mencari jalan
rekonsiliasi bagi warga Timtim dan tidak lagi mengurus masalah status
tahanan bagi dirinya. "UNTAET itu hanya ditugaskan PBB untuk mempersiapkan
kemerdekaan Timor Timur dan sampai hari ini tidak bisa berbuat apa-apa,
lalu sekarang mau mengadili saya," kata Eurico sinis.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/10/14/p3.htm

Bintang Kejora Dilarang Berkibar
----------------------------------------
PEMERINTAH telah mengeluarkan keputusan, bendera Bintang Kejora dilarang
dikibarkan. Sekretaris Kabinet Marsilam Simanjuntak usai sidang kabinet
Kamis (12/10), menjelaskan, telah terjadi penyalahgunaan terkait dengan
pengibaran bendera tersebut di Irian Jaya. Pemerintah juga tidak menganggap
Presidium Dewan Papua memiliki mandat rakyat Papua untuk merdeka, melainkan
hanya sebagai lembaga atau badan yang memudahkan rekonsiliasi.
Keputusan pemerintah ini dikeluarkan menyusul kerusuhan di Wamena pekan
lalu, yang mengakibatkan sekitar 30 orang tewas, dan yang mengakibatkan
sekitar 9.000 penduduk pendatang pergi mengungsi. Sementara itu kini sedang
marak isu bahwa 1 Desember 2000 akan diproklamirkan kemerdekaan Irian Jaya.
Sebagian pengamat menuding dan menyalahkan Presiden Abdurrahman Wahid
bertalian dengan makin maraknya isu kemerdekaan Irian Jaya itu. Sebagaimana
telah diberitakan secara luas, Presiden pernah mengizinkan pengibaran
bendera Bintang Kejora itu, dan mengizinkan bahkan memberi bantuan dana
penyelenggaraan Kongres II Papua.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/10/14/o1.htm

Soeharto Akan Diadili di Cendana
Gus Dur: Jika Gagal, Gelar In Absentia
------------------------------------------------
JAKARTA - Presiden Abdurrahman Wahid mengisyaratkan kemungkinan mengadili
Soeharto di rumahnya Jl Cendana, setelah mantan presiden itu gagal diajukan
ke pengadilan karena alasan kesehatannya. Jika itu pun gagal dilakukan,
pihaknya berencana menggelar pengadilan in absentia dengan diwakili
penasihat hukumnya.
Hal itu diungkapkan Gus Dur saat berdialog dengan jamaah usai salat jumat
di Masjid Dirgantara Al-Hidayah, kompleks PRJ Kemayoran Jakarta Pusat,
kemarin. Ia menanggapi pertanyaan seorang jamaah soal beragamnya berita di
koran. Ada yang berpendapat keadaan bangsa ini sudah membaik, ada pula yang
menyebutkan masih kacau.
Soal pemberitaan, Gus Dur menjelaskan, dalam rangka demokrasi pemerintahnya
memang memberikan kebebasan sepenuhnya kepada pers, dan dia bertekad tidak
akan mengganggu kebebasan pers. Sebab, sedikit saja kebebasan pers diganggu
maka dalam jangka panjang akibatnya sangat berat.
Selengkapnya: http://suaramerdeka.com/harian/0010/14/nas1.htm

AS Khawatir Gus Dur Melemah
-------------------------------------
koridor.com [14 Oct, 4:38] Pasar internasional mengkhawatirkan kembalinya
militer (TNI) ke panggung politik RI karena melemahnya peran Presiden
Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam mengatur TNI. Akibatnya, yang terlihat
misalnya, nilai rupiah terus melemah terhadap Dolar AS.
Kekhawatiran akan kembalinya TNI ke panggung politik RI, dikemukakan oleh
anggota Komisi IX DPR RI, Ekky Syachruddin, kemarin di DPR, menilai
penyebab utama melorotnya nilai nilai tukar rupiah beberapa hari ini. Jumat
kemarin, nilai tukar rupiah sempat menyentuh angka Rp 9000/Dolar AS.
Menurutnya, kecil kemungkinan faktor kebakaran di Gedung BPKP menjadi
penyebab melorotnya nilai rupiah.
Selengkapnya:
http://koridor.com/artikel.php3?token=6dd6eccc669a2d0ae4455ae78c2776fc1&in_
no=102924

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke