'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''""' SARI BERITA : Rabu, 18 Oktober 2000 =================================== ^ Kapolda Metro Jaya Dicopot Gus Dur Lancang Menangkap Suwondo? ^ Laporan dari Surabaya Kapolda Jatim Dicopot ^ Muladi: Pansus Tak Berhak Memanggil Presiden ^ Banyak ulama yang kini jadi 'bebek' Gus Dur ^ INDONESIA DESAK PEMBENTUKAN KOMISI PENYELIDIK UNHCHR DI PALESTINA ```````````````````````````````````````` Kapolda Metro Jaya Dicopot Gus Dur Lancang Menangkap Suwondo? -------------------------------- koridor.com [17 Oct, 19:41] Kadispen Polri Brigjen Saleh Saaf mengatakan mutasi di tubuh Polri, dengan meminta 'korban' Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Nurfaizy, merupakan kegiatan reguler. Nurfaizi akan digantikan oleh Brigjen (Pol) Mulyono Sulaiman, Waaslog Kapolri. Sementara Nurfaizi, akan menjadi Kepala Lembaga Pendidikan dan Latihan Polri. Suatu posisi yang, dinilai kurang strategis. "Mutasi ini tak ada kaitannya dengan penangkapan Suwondo, tersangka utama kasus Bulog," tegas Saleh Saaf, kepada pers di Jakarta, Selasa (17/10). Mutasi besar-besaran ini, sesuai dengan Surat Keputusan Kapolri No. 23, tanggal 17 oktober 2000, yang mencakup 312 personil dari perwira menengah ke perwira tinggi. Kedudukan Inspektur Jenderal Nurfaizi, sebenarnya sudah mulai terancam ketika Presiden Gus Dur, Minggu (15/10) siang, secara tiba-tiba memanggilnya ke Istana Merdeka. Pemanggilan ini, diduga, berkaitan dengan ditangkapnya tersangka utama kasus Buloggate Suwondo. Selengkapnya: http://www.koridor.com/artikel.php3?token=fd6956f43a6f56c0d097dc9267d268061 &in_no=103096 Laporan dari Surabaya Kapolda Jatim Dicopot 17 Oct 2000 22:11:48 WIB ----------------------------------- TEMPO Interaktif, Surabaya: PARTAI Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur menyambut gembira atas pencopotan Inspektur Jenderal Da'i Bachtiar dari jabatan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur. Sepekan sebelum keputusan itu dijatuhkan, Ketua DPW PKB Jawa Timur, Choirul Anam, sempat mengadu ke Mabes Polri mengenai 'dosa' dan kinerja buruk Da'i. Pengaduan itu bahkan dilengkapi sejumlah dokumen, termasuk temuan tim pencari fakta PKB-NU dalam bentrokan di Bondowoso yang menewaskan 5 anggota Pagar Nusa karena ditembak polisi. Namun, Anam membantah telah terang-terangan mengusulkan pencopotan Da'i, yang kini akan menempati posisi Gubernur Akademi Kepolisian. Ia mengatakan, di sana dirinya hanya memaparkan kekerasan yang terjadi di Jawa Timur. Ini dikatakan Anam kepada TEMPO Interaktif, Selasa (17/10). Seperti diketahui gerbong mutasi di jajaran kepolisian ini, yang diumumkan Mabes Polri Selasa (17/10) siang, selain ditandai pencopotan mendadak terhadap Inspektur Jenderal Nurfaizi sebagai Kapolda DKI Jakarta, juga memakan korban Da'i Bachtiar yang digantikan Brigadir Jenderal Soetanto, yang saat ini menjabat Kapolda Sumatera Utara. Soetanto pernah berdinas di Jawa Timur sebagai Kepala Polres Sidoarjo, lalu ditarik ke Jakarta sebagai ajudan Presiden Soeharto. Selengkapnya: http://www.tempo.co.id/news/2000/10/17/1,1,20,id.html Muladi: Pansus Tak Berhak Memanggil Presiden --------------------------- SEMARANG, Mandiri - Hakim Agung, Prof Dr Muladi SH mengatakan, upaya Panitia Khusus (pansus) untuk memanggil Presiden dalam kasus Buloggate mengandung penafsiran yang ambivalen. Artinya, walau dibentuk atau merupakan subsistem DPR, secara hierarkis pansus tidak sederajat dengan presiden. ''Yang sederajat itu kan DPR-nya. Jadi, yang berhak memanggil Presiden adalah DPR, bukan pansus. Sebaliknya, pansus juga tidak bisa mewakili dewan,'' katanya seusai menghadiri Dies Natalis Ke-43 Undip di auditorium Jl Imam Bardjo, kemarin. Karena itu, tambahnya, tidak masalah jika Gus Dur tidak menanggapi pemanggilan tersebut. ''Kalau suatu peraturan bisa ditafsirkan ambivalen, maka ketentuan itu tidak terlalu mengikat, karena tidak tegas.'' Apalagi, katanya, Menteri Kehakiman Yusril Ihza Mahendra sebelumnya juga telah menyatakan pansus tidak berhak memanggil Presiden. ''Kasusnya sama seperti waktu Gus Dur mengangkat Kapolri yang baru, Tap MPR itu juga mengandung penafsiran ambivalen dan kurang tajam.'' Selengkapnya: http://www.mandiri.com/ASPs/Fullstory1.asp?NewsID=POL200010180009 Rabu, 18/10/2000, 07:49 WIB Banyak ulama yang kini jadi 'bebek' Gus Dur Laporan Yogi Kuswantini ------------------ satunet.com - Saat ini banyak ulama pemimpin organisasi Islam yang dengan sengaja memperalat umatnya untuk kepentingan kantong pribadi. Lebih dari 90% ulama di Indonesia adalah 'ulama amplop' sementara umat pengikutnya tetap orang-orang yang tulus, ikhlas, dan konsisten mengamalkan amar ma'ruf nahi munkar. Kecenderungan yang ada saat ini menunjukkan para ulama tidak lagi berbicara dengan dasar hati nurani. "Mereka yang dulu betul-betul aktif menyerukan anti kezaliman, sekarang ini hanya menjadi 'bebeknya' Gus Dur," kata Presiden Ikhwanul Muslimin Indonesia Habib Husein Al-Habsyi di Jakarta, Selasa. Selengkapnya: http://satunet.com/artikel/isi/00/10/18/30866.html INDONESIA DESAK PEMBENTUKAN KOMISI PENYELIDIK UNHCHR DI PALESTINA Wednesday, October 18, 2000/12:45:43 AM --------------------------------- Jenewa, 17/10 (ANTARA) - Indonesia mendesak perlunya Komisi Tinggi HAM PBB (UNHCHR) segera mengambil tindakan-tindakan nyata untuk mengatasi pelanggaran-pelanggaran HAM terhadap rakyat Palestina, termasuk dengan membentuk komisi penyelidik internasional, kata Wakil Tetap RI untuk PBB dan Organisasi Internasional di Jenewa, Nugroho Wisnumurti. Desakan pembentukan penyelidik internasional di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu disampaikan oleh Nugroho saat dimulainya Sidang Khusus (Special Session) UNHCHR di Jenewa, Selasa, berkaitan dengan situasi Hak Asasi Manusia (HAM) di Palestina. Pihak Watapri di Jenewa kepada ANTARA mengemukakan, Indonesia juga menginginkan agar Komisaris Tinggi PBB untuk HAM, Ny. Mary Robinson, secara aktif terlibat dalam upaya-upaya kolektif perbaikan HAM di Palestina, termasuk antara lain dengan melakukan kunjungan ke wilayah pendudukan Palestina. Selain itu, Ny. Mary Robinson diharapkan dapat segera melaporkan situasi di Palestina kepada UNHCHR dengan semangat dan keteguhan yang sama seperti yang telah ditunjukkannya dalam kasus lain belum lama ini. Selengkapnya: http://www.antara.co.id/topstory.asp?id=20001018004543D180041 ******************************************** "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
