'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''""' SARI BERITA : Sabtu, 21 Oktober 2000 =================================== <> Israel ancam lagi akan hentikan proses perdamaian <> Lagi, Tentara Israel Tembak Mati 9 Warga Palestina <> Para pimpinan milisi takut plot TNI <> Pusat jangan Seenaknya Ubah Keputusan <> Yusril Membohongi Publik <> Amien: Konglomerat Tak Bisa Diampuni ```````````````````````````````````` Israel ancam lagi akan hentikan proses perdamaian ------------------------------------------------------------- satunet.com - Israel mengumumkan akan menghentikan proses perdamaian Timur Tengah sementara bentrokan baru pecah di Tepi Barat, mematahkan kesepakatan gencatan senjata yang dicapai dalam KTT darurat di Mesir awal pekan ini. Tanpa menghiraukan seruan batas waktu yang ditetapkan Israel bagi dihentikannya aksi-aksi kerusuhan, warga Palestina menyerang serdadu Israel dengan tembakan senjata dan lemparan batu di sejumlah titik rawan Tepi Barat, demikian Fox News, Sabtu. Selengkapnya: http://satunet.com/artikel/isi/00/10/21/31347.html Lagi, Tentara Israel Tembak Mati 9 Warga Palestina ---------------------------------------------------------------- Tepi Barat - 21 Oct 00 02:15 WIB (Astaga.com) Tentara Israel lagi-lagi menjadi malaekat maut, pencabut nyawa bagi warga Palestina. Kali ini sembilan orang dilaporkan tewas dan puluhan lain luka-luka, dalam bentrokan di Jalur Gaza dan Tepi Barat, Jumat (20/10). Dalam insiden hari Jumat itu, enam tentara Israel juga mengalami cedera berat setelah terkena tembakan polisi Palestina di Tulkarem, sebuah kota di daerah Tepi Barat. Bentrokan terburuk dilaporkan terjadi di kota Ramallah, di Tepi Barat, dan Nablus. Helikopter militer Israel bersenjata lengkap dan canggih diberitakan terus membombardir daerah pendudukan Palestina yang berdekatan dengan kota Betlehem. Selengkapnya: http://www.astaga.com/Article/0,,37898,00.html Para pimpinan milisi takut plot TNI ------------------------------------------ satunet.com - Para pimpinan milisi di Kupang, yang telah meminta perlindungan keamanan PBB, memperkirakan militer Indonesia akan memprovokasi faksi-faksi di tubuh milisi untuk saling membunuh. Pimpinan milisi Nemecio Lopez de Carvalho dan saudaranya, Cancio, mengatakan militer Indonesia telah memberikan uang dan tiket untuk pergi ke Jakarta guna mendiskreditkan surat yang telah dikirim ke Dewan Keamanan PBB pekan ini untuk meminta bantuan dunia internasional. Secara khusus mereka menunjuk nama pimpinan milisi Joao Tavares, yang mereka katakan awalnya masuk daftar milisi yang minta perlindungan. Selengkapnya: http://satunet.com/artikel/isi/00/10/21/31348.html Pusat jangan Seenaknya Ubah Keputusan ------------------------------------------------- Mataram (Bali Post) - Pemerintah pusat sangat serius memandirikan daerah dalam rangka mempercepat pengembangan wilayah lokal. Sebagai bukti dalam menyusun dan menetapkan perangkat daerah tak perlu lagi menunggu persetujuan pusat, tetapi diserahkan sepenuhnya kepada daerah. Hal itu disampaikan Dirjen Bangda Depdagri Drs. H. Tursandi Alwi dalam acara Rapat Regional Evaluasi Kinerja Penghijauan dan Reboisasi Wilayah D (Bali, NTT, NTB, dan Irian Jaya) di Mataram, Jumat (20/10) kemarin. Dikatakan, penetapan perangkat daerah menurut PP No. 84 Tahun 2000, cukup dengan peraturan daerah (perda) yang tidak memerlukan pengesahan pusat. Jika nantinya ada daerah belum siap, katanya, boleh dilakukan secara bertahap dan itu diatur dalam salah satu Tap MPR. Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/10/21/nusat4.htm Yusril Membohongi Publik ------------------------------- koridor.com [21 Oct, 5:43] Aktivis LSM yang juga Dewan Pengurus YLBHI, Munir, menuding Menteri Kehakiman dan HAM, Yusril Ihza Mahendra telah melakukan kebohongan publik. Pasalnya, Yusril menyatakan tim asistensi revisi UU Pengendalian Keadaan Bahaya (PKB) telah siap menyerahkan hasilnya pada tanggal 27 Oktober 2000. "Yusril jelas telah melakukan kebohongan kepada publik, karena sebetulnya b elum ada kesepakatan di antara tim asistensi untuk melakukan revisi RUU PKB," tegas Munir, di LBH Jakarta, Jumat (21/10). Selengkapnya: http://koridor.com/artikel.php3?token=fd73b803f2bcc34f70bc85ad67d0c3591&rnd =972089967&in_no=103228 Amien: Konglomerat Tak Bisa Diampuni ----------------------------------------------- Hukuman Tak Ganggu Bisnis JAKARTA - Ketua MPR Amien Rais menyatakan kecewa terhadap penundaan proses hukum terhadap tiga konglomerat bermasalah, yaitu Sjamsul Nursalim, Marimutu Sinivasan, dan Prayogo Pangestu. "Ini tidak bisa diampuni. Maling ayam saja dikejar-kejar, konglomerat yang menggelapkan uang rakyat triliunan, kasusnya malah ditunda-tunda," katanya, saat menjawab pertanyaan pers di gedung DPR kemarin. Dia merasa khawatir setelah penundaan proses hukum itu suatu ketika mungkin akan diputihkan. "Mereka diberi kelonggaran untuk tidak bayar. Saya kira ini sudah parah sekali. Mereka sudah meruntuhkan bangsa ini pada saat disuruh membayar, kasusnya justru ditutupi dan ditunda," tambahnya. Selengkapnya: http://suaramerdeka.com/harian/0010/21/nas1.htm "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
