<*><*><*><*><*><*><*><*><*><*><*><*><*><*> Bila anda ingin membagi berkat Manfaatkan ruang "Wacana Mingguan" Kirimkan ke [EMAIL PROTECTED] ***Jangan sia-siakan talenta anda**** ********************************** Wacana Mingguan : 12 Agustus 2000 ================================ Ketika aku memperoleh sedikit uang aku senang dan aku ingin lebih banyak lagi Ketika aku sudah dapatkan uang lebih banyak lagi aku pun senang dan ternyata aku ingin jauh lebih banyak lagi Ketika aku sudah dapatkan uang jauh lebih banyak aku pun senang dan ingin lebih lagi dan lebih lagi .... Demikianlah hidup manusia yang tak pernah puas dengan uang Mengapa manusia tidak akan pernah puas dengan uang ? Aku pun mencoba merenungkan perkataan Pengkhotbah: "Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Inipun sia-sia." (Pengkhotbah 5:9). "Ada suatau kemalangan yang telah kulihat di bawah matahari, yang sangat menekan manusia: (yaitu) orang yang dikaruniai Allah kekayaan, harta benda dan kemuliaan, sehingga ia tak kekurangan suatupun yang diingininya, tetapi orang itu tidak dikaruniai kuasa oleh Allah untuk menikmatinya, melainkan orang lain yang menikmatinya !. Inilah kesia-siaan dan penderitaan yang pahit." (Pengkhotbah 6: 1-2). Bagaimana dengan keinginan daging lainnya ? Aku melihat kehidupan manusia di era ini: "free sex", penggunaan narkoba, minum-minuman keras, perselingkuhan, korupsi, jabatan, dan sebagainya ...... Ternyata semuanya adalah kepuasan sesaat dan semu .... Aku merenung sejenak, apakah yang dapat memuaskan hidup manusia ? Siapakah yang dapat memuaskan hidup manusia ? Lalu, aku mencoba merenungkan perkataan pemazmur Daud: "Tetapi aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu." (Mazmur 17: 15). Hadirat Tuhan ........ Itulah yang dapat memuaskan jiwa manusia Bagaimana kita dapat menemukan hadirat Tuhan itu ? Pemazmur menjawab: 'dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu' Siapakah sumber kebenaran itu ? DIA-lah Allah yang Maha Besar, Maha Agung dan Mulia DIA-lah Allah yang maha kudus dan suci, maha pengasih. DIA-lah yang memperkenalkan diriNya secara khusus kepada manusia melalui Yesus Kristus. Siapa yang mau menyerahkan dirinya kepada Yesus Kristus dan percaya dalam hatinya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamat hidupnya, ia akan selamat dan jiwanya akan dipuaskan .... Lalu aku ingat sebuah lagu pujian kepada Tuhan: "Di hadirat-Mu aku puas di hadirat-Mu aku bebas di hadirat-Mu ada t'rang kehidupan-Mu pernyataan kuasa kekuatan-Mu .... dst." Terpujilah Allah Bapa dalam Kristus Yesus yang telah memberiku kepuasan jiwa, keselamatan, dan pengharapan kekal selama-lamanya. Amin. "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
