'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''""'''
SARI BERITA : Selasa, 24 Oktober 2000
====================================
<> Wakil Ketua DPR Ancam Pansus
<> Gus Dur Tak Paham Etika Negara Modern
<> Soal Penangkapan "Mata-mata AS"
    Kedubes AS Kecam Menhan
<> Muhiet: Umat Banyak Terjerumus
   Menuhankan Nabi Muhammad SAW
<> Sejumlah kapal perang AS siaga penuh di Teluk
<> Syafii Maarif: Gus Dur Harus Lebih
    Cekatan Atasi Infiltrasi Asing
`````````````````````````````````

Wakil Ketua DPR Ancam Pansus
--------------------------------------
Sekjen DPP PKB, Muhaimin Iskandar, merasa gerah dengan sepak terjang Pansus
DPR yang menangani masalah Buloggate. Ia menilai telah ada upaya
mempolitisir kasus itu dengan sasaran tembak Presiden Abdurrahman Wahid.
Karena itu, Muhaimin memperingatkan agar Pansus tidak melampaui proporsi
wewenang dan fungsinya. Bila ultimatum itu tak diindahkan, Muhaimin
mengancam akan mengusulkan pembentukan Dewan Kehormatan DPR untuk mengadili
Pansus Buloggate.
Menurut Muhaimin, sebaiknya Pansus membaca UU No 6/1959 tentang hak angket
DPR, sehingga dalam bekerja mereka tidak melampaui wewenang dan
proporsinya, apalagi ada kecenderungan mempolitisir kasus tersebut. "Masak
baru memeriksa Jusuf Kalla, mereka sudah membuat pernyataan terbuka," ujar
keponakan Presiden Wahid itu kepada wartawan di sela-sela resepsi
pernikahan putra Ketua Umum PB NU, KH Hasyim Muzadi, di Malang, Minggu
(22/10).
Selengkapnya: http://www.tempo.co.id/harian/fokus/22/2,1,66,id.html

Nurcholis Madjid: Gus Dur
Tak Paham Etika Negara Modern
---------------------------------------
Reporter: Arif Shodiq, Rizal Maslan
detikcom - Jakarta, Banyak orang agaknya seperti kehabisan akal memahami
kebijakan Presiden Gus Dur. "Gus Dur memang seperi itu, semaunya sendiri,"
nilai cendekiawan Nurcholis Madjid menyusul niat Gus Dur menunda tuntutan
hukum atas tiga konglomerat. Menurut Cak Nur, Gus Dur tidak memahami etika
negara modern.
Cak Nur sendiri bisa memahami, mengapa banyak kalangan yang dulu mendukung
Gus Dur sekarang balik mengkritiknya. "Itu biasa, karena kita berharap
terlalu tinggi dari Gus Dur," ujar Cak Nur, panggilan akrab Nurcholis
Madjid saat ditemui usai usai acara diskusi di Gedung Yayasan Bina
Pembangunan Pejaten, Jakarta Selatan, yang selesai menjelang Selasa
(24/10/2000) dini hari tadi.
Selengkapnya:
http://202.158.66.10/peristiwa/2000/10/24/20001024-075353.shtml

Soal Penangkapan "Mata-mata AS"
Kedubes AS Kecam Menhan
----------------------------------
detikcom - Jakarta, Menhan Mahfud agaknya memang tengah menjadi 'bintang'
belakangan ini. Menyusul rencananya membentuk badan intelijen sendiri dan
mengusulkan sebuah pakta pertahanan baru, ia mengklaim bahwa Polri telah
menangkap seorang penyusup AS di Wamena, Papua. Atas klaim itulah, Kedubes
AS melayangkan kecaman pada Menhan Mahfud. Kedubes AS di Jakarta menuding
Mahfud telah memberikan informasi yang salah mengenai penangkapan Aaron
Ward Maness, 46 tahun, warga AS di Wamena. Pihak Kedubes menolak, bahwa
warga AS yang ditangkap pada 6 Oktober lalu itu seorang mata-mata yang
sengaja menyusup.
Selengkapnya:
http://202.158.66.10/peristiwa/2000/10/24/20001024-004824.shtml

Umat Banyak Terjerumus
Menuhankan Nabi Muhammad SAW
------------------------------------------
Mataram (Bali Post) -
Kendati Muhammad seorang rasul, ia adalah sosok manusia yang dalam
tindakannya senantiasa rasional. Namun banyak yang terjerumus menuhankan
Nabi Muhammad SAW. Hal itu dikemukakan Ketua DPW Muhammadiyah NTB Drs.
Muhiet El-lefaky, S.U., dalam dialog tentang ''Islam dan Kebudayaan'',
Senin (23/10) kemarin.
Selain Muhiet, tampil sebagai pembicara Drs. Sulaeman Saleh. Hadir pada
acara itu antara lain budayawan Umar Siradz, M. Yamin, Bambang Ibnu Sina,
Yusuf Mahri, Sukran Hasan, dan novelis N. Marewo.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/10/24/nt3.htm

Sejumlah kapal perang AS siaga penuh di Teluk
---------------------------------------------------------
satunet.com - Beberapa kapal perang AS yang saat ini berada di Teluk, telah
menerapkan siaga penuh sebagai respon terhadap ancaman kemungkinan serangan
teroris terhadap tentara dan warga AS di kawasan tersebut.
"Beberapa dari armada kami di Teluk telah menerapkan siaga penuh untuk
menghadapi segala kemungkinan ancaman serangan," kata seorang pejabat
Dephan AS yang tidak bersedia disebutkan namanya kepada Reuters, Senin.
Selengkapnya: http://satunet.com/artikel/isi/00/10/24/31635.html

Syafii Maarif: Gus Dur Harus Lebih
Cekatan Atasi Infiltrasi Asing
------------------------------------
Yogyakarta, 23/10 (ANTARA) - Ketua PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Syafii
Maarif, MA, mengatakan, Presiden Abrudahman Wahid tidak boleh menyepelekan
masuknya ilfiltrasi asing dalam memprovokasi kerusuhan di daerah sehingga
perlu diatasi dengan lebih serius terhadap setiap ancaman semacam itu.
"Tertangkapnya warga AS yang terbukti memprovokasi warga Papua di Wamena
serta menyebarkan berita bohong kepada pihak luar negeri merupakan bukti
nyata bahwa infiltrasi semacam itu bukan lagi hanya isapan jempol saja.
Kalau terlambat ditangani maka riwayat negara kesatuan RI bisa segera
tamat," katanya, Senin.
Saat dimintai komentarnya tentang penangkapan Aaron Ward Maness di Papua,
kepada ANTARA dia menyatakan, hal semacam itu tidak mustahil telah
berlangsung sejak lama berkaitan dengan setiap celah yang memungkinkan
negara Indonesia bisa dipecah belah.
Selengkapnya: http://www.antara.co.id/topstory.asp?id=20001023183241D230657

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke