'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''""'
SARI BERITA : Selasa, 31 Oktober 2000
===================================
<>Rupiah Anjlok, BI Bingung
Anwar Janjikan Kejutan
<>Laskar Tetap Akan Bertindak
Diduga Penggeraknya Dari Jakarta
<>TNI AL Bantah Usir Kapal AS
<>Secara Hukum, Tuntutan Gus Dur Mundur Agak Rumit
=====================================

Rupiah Anjlok, BI Bingung
Anwar Janjikan Kejutan
-----------------------------
koridor.com [31 Oct, 4:51] Anwar Nasution dan Miranda Gultom, dua eksekutif
Bank Indonesia, tidak bisa memastikan langkah apa yang segera bisa
dilakukan pihaknya, guna menghentikan terus melorotnya nilai mata uang
rupiah, terutama terhadap dolar AS.
Keduanya yang secara kebetulan hadir dalam sebuah seminar di Jakarta, Senin
(30/10), malahan menyatakan keheranannya terhadap fluktuasi nilai rupiah
tersebut.
Miranda Gultom pada kesempatan itu hanya mencoba mengungkap motif
fluktuasi. Dikatakannya, penyebab utama menurunnya nilai rupiah, bisa
disebabkan oleh faktor internal, eksternal dan regional. "Bila penyebab
utamanya regional atau eksternal, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Namun
kalau internal, bisa dilakukan sesuatu," kilahnya.
Lengkapnya:
http://koridor.com/artikel.php/103712/135e200a13996db78680e6d4443d92b64/972
959113

Laskar Tetap Akan Bertindak
Diduga Penggeraknya Dari Jakarta
-----------------------------------------
koridor.com [31 Oct, 8:31] Wakil Wali Kota (Wawali) Surakarta J Suprapto
menduga aksi sweeping terhadap warga AS di hotel-hotel Sala, yang dilakukan
ratusan anggota laskar Islam, Minggu (29/10) kemarin, punya benang merah
dengan kelompok-kelompok di Jakarta.
"Saya memperkirakan ada penggeraknya dari Jakarta. Karena waktunya agar
berbarengan dengan aksi serupa di daerah lain, terutama di Jakarta, yang
melakukan penolakan AS," kata Wawali di Sala, Senin, seperti dilaporkan SM
CyberNews.
Namun demikian, dia menyatakan tidak punya data mengenai keterkaitan aksi
di Sala dengan di Jakarta. Hanya saja, dia sangat tidak setuju langkah
kelompok yang terdiri atas Jundullah, Hizbullah, Corps Hizbulah Divisi
Sunan Bonang dan Kokam itu, melakukan sweeping terhadap warga negara AS.
Sebab, lanjut dia, langkah tersebut sama halnya dengan tidak menghargai
aparat keamanan setempat.
Lengkapnya:
http://koridor.com/artikel.php/103738/135e200a13996db78680e6d4443d92b64/972
959113

TNI AL Bantah Usir Kapal AS
-----------------------------------
detikcom - Surabaya, Setelah Kapten kapal perang USS O'Brien, Letkol Eric
Lindenbaum membantah melarikan diri, kini giliran TNI AL yang membantah
mengusir kapal perang AS itu. TNI AL hanya bertegur sapa dan berkomunikasi
dengan AL Amerika saat berlayar di utara Pulau Seram.
Demikian penjelasan Kadispen TNI AL Armada Timur Letkol (Laut) Ditya
Sudarsono ketika menghubungi secara khusus detikcom, Selasa (31/10/2000)
pukul 08.15 WIB. Dia menegaskan, bahwa tidak ada pengusiran terhadap kapal
USS O'Brains yang berjenis destroyer tersebut. Untuk diketahui, kapal AS
itu dilengkapi dengan senjata torpedo, rudal tomahawk, dan senjata lainnya.
Menurut dia, yang dilakukan oleh dua kapal Indonesia, yaitu KRI Rancong dan
KRI Pandrong itu merupakan hal yang wajar. "Hanya bertegur sapa dan tidak
mengusir," kata Ditya
Lengkapnya: http://www.detik.com/peristiwa/2000/10/31/20001031-094052.shtml

Secara Hukum, Tuntutan Gus Dur Mundur Agak Rumit
----------------------------------------------------------------
Menteri Kehakiman dan HAM Prof Dr Yusril Ihza Mahendra mengatakan, dilihat
dari segi hukum, tuntutan mundur terhadap Presiden Abdurrahman Wahid (Gus
Dur) bukanlah persoalan yang mudah. Di sela-sela peringatan Hari Dharma
Karyadhika di Depkeh, Senin (30/10), ia mengingatkan, dilihat dari sisi
hukum, masalah tersebut agak rumit.
"Misalnya soal impeachment, tidak dikenal dalam sistem hukum Indonesia. Itu
hanya dikenal dalam konstitusi Amerika Serikat (AS)," tegasnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, hanya ada sesuatu yang agak
mirip-mirip impeachment, tetapi itu bukan impeachment. "Menurut UUD, jika
presiden melanggar UUD/Haluan Negara maka DPR dapat mengingatkan Presiden.
Sesudah dua kali diingatkan baru dipanggil Sidang Istimewa," katanya.
Menurut Yusril, kalau belum sampai ke tahap itu, agak sulit menempuh suatu
prosedur konstitusional terhadap keinginan untuk dilakukan semacam
impeachment terhadap Presiden
Lengkapnya: http://www.astaga.com/Article/0,,39011,00.html
________________________________________________

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke