'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''""' SARI BERITA : Senin, 30 Oktober 2000 =================================== <>Gus Dur Musuh ICMI Dawam Rahardjo Dukung SI MPR <>Polemik Gus Dur Mundur dan Rakyat yang Bingung <>KAPAL YANG MASUK DAERAH KONFLIK DILARANG BAWA SENJATA <>Penyimpangan Rp 165 T, Karena Pelaksana APBN Lemah +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Gus Dur Musuh ICMI Dawam Rahardjo Dukung SI MPR ---------------------------------------- koridor.com [30 Oct, 9:16] Ketua Organisasi Pusat (Orsat) ICMI Dawam Rahardjo mengatakan, ICMI sendiri bisa juga mendukung SI-MPR, apalagi yang tidak bisa menerima kepemimpinan Gus Dur dilontarkan partai-partai besar seperti PDI Perjuangan, Partai Golkar dan PPP. "Meski ICMI bukan partai politik, tetapi melalui para anggotanya yang banyak duduk di MPR, bisa mengusulkan dan mendukung SI MPR. Apalagi bagi ICMI, Gus Dur merupakan musuh bagi eksistensi organisasi dalam kiprahnya," tambahnya, seperti dilaporkan Bali Post. Menurut Dawam, eksistensi ICMI selalu dipandang sinis oleh Gus Dur, karena terlalu fanatik pada salah satu kelompok ormas tertentu, sehingga sinis terhadap kelompok Islam lainnya. "Akibat pandangan sinis tersebut, sehingga muncul semacam permusuhan antarsesama kelompok Islam, termasuk kepada ICMI," katanya. Lengkapnya: http://koridor.com/artikel.php/103682/28260fd8f87ebca8c478ec95e55824ee4/972 875877 Polemik Gus Dur Mundur dan Rakyat yang Bingung 30/10/2000 09:57 - Desakan Presiden Wahid mundur melahirkan hujan debat. Ada yang berpendapat, seandainya Gus Dur melepas jabatan, mereka yang mendukung harus pula mundur. Tinggalah rakyat yang kebingungan. --------------------------------------------------------------------------- ----- Liputan6.com, Jakarta: Tak seperti meludah, menyuruh Presiden Abdurrahman Wahid mundur bukanlah perkara mudah. Tegok saja pernyataannya beberapa waktu silam. Desakan agar Presiden melepas jabatannya ditanggapi dengan santai, seusai shalat Jumat pekan silam. Gus Dur mengatakan, hanya rakyat yang dapat membuatnya mundur. Menariknya, Gus Dur mempersilahkan para wakil rakyat mengusulkan penyelenggaraan Sidang Istimewa MPR. Ia juga menyatakan tak khawatir tak menjadi presiden lagi. Sebab, dia bilang, selama ini dirinya memang tak berambisi menjadi orang pertama di Indonesia. Perkembangan meminta mundur Presiden itu menguat setelah Ketua MPR Amien Rais turut bicara,. Di mata Amien, yang dilakukan Gus Dur selama ini telah melampui batas. Hanya saja, ia tetap meminta seluruh kalangan masyarakat tetap memandang jernih permasalahan itu. Di antaranya, Amien mengingatkan, jika presiden mundur harus tetap dengan jalur konstitusi, sehingga dipastikan tidak akan menimbulkan gejolak. Lengkapnya: http://www.liputan6.com/v.php?id=2940 KAPAL YANG MASUK DAERAH KONFLIK DILARANG BAWA SENJATA --------------------------------------------------------------------------- --------- Ternate, 30/10 (ANTARA) - Kapal motor (KM) Bimo yang saat ini sedang dioperasikan oleh Tim Khusus Komite Palang Merah Internasional (ICRC) di Wilayah Maluku Utara, dilarang untuk membawa senjata tajam dan senjata api di daerah-daerah rawan konflik yang menjadi sasaran pendistribusian bantuan kemanusiaan para pengungsi. "Meskipun kapal tersebut digunakan untuk menunjang bantuan-bantuan kemanusiaan kepada pengungsi di daerah-daerah yang pernah dilanda konflik mereka harus melapor kepada aparat keamanan setempat," kata Penguasa Darurat Sipil Muhyi Effendie yang juga Gubernur Maluku Utara itu. Hal itu dikemukakan, akhir pekan lalu, berkaitan dengan antisipasi ikhwal masuknya senjata-senjata di daerah konflik Propinsi Maluku Utara selama ini. Bahkan, katanya, apabila kapal yang dipakai ICRC diketahui membawa senjata tajam dan senjata api, maka aparat akan bertindak tegas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, karena tugas utama kapal motor yang dioperasikan ICRC hanya membawa misi kemanusiaan. Lengkapnya: http://www.antara.co.id/topstory.asp?id=20001030080919D300057 Penyimpangan Rp 165 T, Karena Pelaksana APBN Lemah ----------------------------------------------------------------- detikcom - Jakarta, Dirjen Anggaran Anshari Ritonga mengaku prihatin dengan penyimpangan yang terjadi dalam APBN 1999/2000 dan APBN 2000 yang jumlahnya mencapai hampir Rp 165,850 triliun untuk tahun anggaran (TA) 1999/2000 dan Rp 16,485 triliun untuk TA 2000 berdasarkan hasil pemeriksaan BPK pada semester I tahun 2000. Menurutnya hal itu terjadi karena kemampuan si pelaksana APBN sangat lemah. "Memang khusus yang di APBN kurang dari Rp 1 triliun yang dibagi dua untuk penerimaan dan belanja. Sebagian dari penerimaan itu berasal dari migas, ini berarti angka tersebut belum masuk ke APBN," kata Anshari usai perayaan hari keuangan di Depkeu, Jl. Lapangan Banteng Jakarta Pusat, Senin,(30/10/2000). Berdasarkan hasil pemeriksaan BPK untuk TA 1999/2000 total penyimpangan yang terjadi dalam APBN dari sisi penerimaan dan pengeluaran sekitar Rp 1,008 triliun. Dengan perincian dari sisi penerimaannya tercatat sebesar Rp 964,474 miliar serta dari migas tercatat Rp 915,573 miliar. Lengkapnya: http://www.detik.com/bisnis/ekonomi/2000/10/30/20001030-102150.shtml ++++++++++++++ "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
