'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''""'' SARI BERITA : Jumat, 20 Oktober 2000 =================================== <> Sikap netral RI soal Palestina-Israel, <> sesuai politik bebas aktif <> Mungkin Gunakan Militer di Papua <> Pinjaman CGI Membahayakan Kedaulatan <> Pejabat Polri Diganti karena Ragu <> Pemerintah Takut pada AS, Berani pada Palestina <> Arab akan kutuk Israel ````````````````````````````````````` Sikap netral RI soal Palestina-Israel, sesuai politik bebas aktif ------------------------------- satunet.com - Ketua Umum PKB, Matori Abdul Djalil menyatakan sikap Presiden KH Abdurrahman 'Gus Dur' Wahid yang memilih tidak memihak dalam konflik Palestina- Israel adalah sesuai dengan kebijakan politik luar negeri bebas aktif. Hal itu diungkapkan Matori yang juga Wakil Ketua MPR ini di Gedung DPR/MPR, Kamis. "Kita memang tidak boleh berpihak pada negara tertentu. Tetapi berpihak pada kebenaran saja," katanya menanggapi sikap 'tidak senang' anggota parlemen Palestina atas sikap Indonesia yang tidak membela Palestina dalam konflik dengan Israel. Hal itu ditunjukkan delegasi parlemen Palestina dalam pertemuan Uni Antar Parlemen (IPU). Selengkapnya: http://satunet.com/artikel/isi/00/10/20/31184.html Mungkin Gunakan Militer di Papua ----------------------------------------- koridor.com [19 Oct, 12:08] Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), tetap konsisten mengedepankan sisi budaya, dalam penyelesaian Papua Barat (dulu Irian Jaya-Red). "Yang berubah, hanya policy," ujar Jubir Presiden, Wimar Witoelar kepada koridor.com. Gus Dur kata Wimar, juga mengedepankan aksi non violence, dengan target win-win solution. "Namun yang terjadi di Papua, opsi penyelesaian budaya yang diberikan Gus Dur, berubah kepada gerakan politik," kata Wimar Witoelar, Kamis (19/10). Selengkapnya: http://koridor.com/artikel.php3?token=9a4fd18dbb4adb438fe15f63dff7cf4c1&in_ no=103175 Membahayakan Kedaulatan * Pinjaman CGI harus Ditolak ------------------------------------ Jakarta (Bali Post)- Anggota Komisi IX dari Fraksi PDI-P Aberson Marle Sihaloho, Kamis (19/10) kemarin di Jakarta mengatakan akan memperjuangkan agar DPR menolak pinjaman CGI 4,8 milyar dolar AS. Sebab, pinjaman tersebut bisa membahayakan kedaulatan RI. Menurutnya, dengan makin menumpuknya utang luar negeri, campur tangan pihak asing terhadap Indonesia pun meningkat. Terbukti, dari sikap ambivalen (mendua) mereka terhadap berbagai pelanggaran kasus di Tanah Air dengan komitmen CGI pada meningkatnya pinjaman dari plafon pemerintah 4,1 milyar dolar AS. Di satu sisi, katanya, negara pendonor menekankan terciptanya kestabilan politik, penegakan hukum, di sisi lain jumlah pinjaman cenderung terus meningkat. Sebelumnya, dari plafon 4,1 milyar dolar AS ternyata CGI memberikan 4,7 milyar dolar AS. Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/10/20/n5.htm Pejabat Polri Diganti karena Ragu ----------------------------------------- SEOUL - Presiden Abdurrahman Wahid menyatakan penggantian sejumlah pejabat teras di lingkungan Polri baru-baru ini karena mereka dinilai ragu-ragu dalam bertugas. Dengan demikian, mereka perlu diganti agar terjadi perubahan mendasar dalam penegakan hukum di dalam negeri. Hal itu diungkapkan Presiden, ketika berdialog dengan sekitar 200 warga masyarakat Indonesia di Korea di Kedubes RI Seoul, Kamis. Presiden menyatakan telah menerima informasi melalui telepon dari Menko Polsoskam Susilo Bambang Yudhoyono, Kamis (19/10) dilakukan serah-terima jabatan beberapa kapolda. Antara lain Kapolda Metro Jaya dari Irjen Pol Nurfaizi ke Brigjen Pol Mulyono Sulaiman. Selengkapnya: http://suaramerdeka.com/harian/0010/20/nas5.htm Pemerintah Takut pada AS, Berani pada Palestina ------------------------------------------------------------ JAKARTA--Nama besar Amerika Serikat menyurutkan nyali Presiden Abdurrahman Wahid. Sebaliknya dengan negara kecil semacam Palestina, Pemerintah bertindak tegas, meskipun belum tentu mereka salah. ''Pemerintah tidak tegas terhadap dubes yang jelas-jelas menekan dan menghina RI, contohnya saja dubes AS. Tapi, ketika ada kesalahan informasi dari Palestina, pemerintah langsung meresponnya,'' kata pengamat Timur Tengah Rizasihbudi di Jakarta, Kamis (19/10/00). Riza diminta tanggapa menanggapi permintaan Indonesia kepada Palestina untuk mengganti duta besarnya (dubes) Palestina di Indonesia. Alasan pemerintah, dubes itu telah memberikan informasi salah sehingga parlemen Palestina menyatakan kekecewaannya pada Presiden Abdurrahman yang bersifat 'netral' terhadap konflik Pelstina-Israel. Selengkapnya: http://www.republika.co.id/br_info.cfm?in=1335 Arab akan kutuk Israel ----------------------------- satunet.com - Para menteri luar negeri Arab telah menyiapkan pertemuan darurat Kamis, yang diperkirakan untuk mengutuk tindakan kejam Israel terhadap warga Palestina dalam konflik berdarah di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Para menteri negara-negara Arab itu juga memperingatkan negara Zionis itu bahwa kemajuan perdamaian di masa mendatang sangat bergantung pada perilaku Israel. Pertemuan yang dituanrumahi oleh Mesir itu mendesak digalangnya dukungan bagi Palestina pasca konflik yang pecah pada 28 September itu, yang dikhawatirkan akan memicu perang yang lebih luas. Selengkapnya: http://satunet.com/artikel/isi/00/10/20/31204.html "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
