'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''""' SARI BERITA : Kamis, 2 November 2000 =================================== <> Tahun 2004, Persoalan Maluku Beres <> Pendidikan di Indonesia Jauh Terpuruk <> Munir: Tutut juga harus dimintai keterangan <> Malaysia-Arab Saudi Tegaskan Hak Palestina <> Gus Dur Takut Menteri Mundur <> Solo Sweeping, AS Justru Cuek <> HMI Mesti Rasional, Jangan Melecehkan `````````````````````````````````````` Tahun 2004, Persoalan Maluku Beres --------------------------------------------- Suara Merdeka CyberNews. Sampai kini, konflik Maluku memang terus berlangsung. Tapi Menko Polsoskam Susilo Bambang Yudhoyono optimis, tahun 2004 konflik bernuansa SARA itu akan terselesaikan, dengan syarat proses yang sekarang berjalan, berlangsung dengan baik. Mengutip pendapat Gubernur Maluku, dia mengatakan, kedua belah pihak, yaitu pihak Islam dan Kristen, sepakat untuk berdialog. "Ini adalah awal yang bagus. Kewajiban pemerintah adalah memfasilitasi, termasuk dalam hal pemeliharaan keamanan seperti sekarang," kata Susilo, usai melaporkan kunjungannya ke daerah-daerah konflik di Indonesia timur kepada Presiden Abdurrahman Wahid di rumah Jalan Irian 7, Jakarta Pusat, Rabu (1/11). Selengkapnya: http://suaramerdeka.com/cybernews/harian/0011/01/nas10.htm Pendidikan di Indonesia Jauh Terpuruk ------------------------------------------------ Mataram (Bali Post) - Sekitar 20 tahun lalu, banyak mahasiswa dari Malaysia dan negara-negara ASEAN menempuh pendidikan di Universitas Indonesia, namun kondisi tersebut kini terbalik. Mutu pendidikan di Indonesia jauh terpuruk dibandingkan negara yang pernah belajar di Jakarta. Berbicara di hadapan guru dalam penataran imtak (iman dan takwa) di BPG, Rabu (1/11) kemarin, Kormin Kanwil Depdiknas NTB Drs. Zaeny Aroni mengatakan, dari 174 negara, Indonesia menempati posisi 109 atau berada di bawah Malaysia yang urutan 50 dan Thailand yang berada pada urutan ke 53. Kondisi ini sangat memprihatinkan. Namun keprihatinan itu hendaknya dijadikan pelajaran dalam menuju perbaikan-perbaikan. Amerika misalnya, pernah mengalami kegagalan dalam dunia pendidikan, kemudian berhasil memperbaiki kegagalan itu setelah mempelajari lebih jauh kekalahannya dari negara lain yang terlebih dahulu astronotnya berhasil menginjakan kaki di bulan. Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/11/2/nt1.htm Munir: Tutut juga harus dimintai keterangan --------------------------------------------- satunet.com - Siti Hardiyanti Rukmana yang akrab disapa Tutut seharusnya juga dimintai keterangan dari Tim Koneksitas 27 Juli. Hal ini dilakukan karena kasus 27 Juli tidak lepas dari motif politik di belakangnya. "Dalam hal ini motif politik yang dicari adalah kepentingan Golkar yang berniat menggusur PDI dalam Pemilu 1997. Pada saat itu ada kekhawatiran dari kubu Golkar jika Megawati naik, PDI sulit dipukul," kata Ketua Dewan Pengurus Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Munir di ruang kerjanya Rabu sore. Selengkapnya: http://satunet.com/artikel/isi/00/11/02/32635.html Malaysia-Arab Saudi Tegaskan Hak Palestina ------------------------------------------------------- Kuala Lumpur, 1/11 (ANTARA) - Malaysia dan Arab Saudi menegaskan perlunya hak rakyat Palestina dikembalikan jika keamanan dan kestabilan di Asia Barat ingin dicapai. "Selagi hak penduduk Palestina tidak dikembalikan, keamanan dan kestabilan di Asia Barat tidak akan menjadi kenyataan," kata komunike bersama kedua negara itu yang dikeluarkan di Kuala Lumpur, hari Selasa. Komunike itu disampaikan pada akhir kunjungan Deputi II PM Arab Saudi Pangeran Sultan Abdul Aziz As-Saud selama delapan hari di Malaysia. Komunike itu disampaikan kepada pers oleh Kementerian Luar Negeri Malaysia, Selasa petang. Komunike itu mengatakan kedua negara sepenuhnya mengutuk tindakan brutal Israel di lokasi-lokasi orang Islam yang seharusnya dilindungi tentara Israel, sehingga mengakibatkan terjadi pembunuhan begitu banyak penduduk Palestina. Selengkapnya: http://www.antara.co.id/topstory.asp?id=20001101211833D010719 Gus Dur Takut Menteri Mundur -------------------------------------- koridor.com [1 Nov, 16:24] Hubungan Gus Dur dan Megawati masih mendominasi isu-isu politik nasional. Dari soal keretakan hubungan, persaingan dan perilaku politik. Para politisi sibuk dengan isu-isu istana. Sementara krisis semakin mengepung. Dalam beberapa pekan terakhir, terjadi beberapa peristiwa politik yang menarik, terutama menyangkut posisi Presiden Gus Dur yang semakin terpuruk, isu keretakan hubungannya dengan Wakil Presiden Megawati, serta rivalitas politik yang terjadi diantara keduanya. "Memang, saat ini Gus Dur menganggap Mbak Mega sebagi rival politik," ujar sumber koridor.com, yang sangat dekat dengan Megawati, Selasa (31/10). Selengkapnya: http://www.koridor.com/artikel.php/103830/cd713f505af19cd5739591213a8826fc4 /973119762 Solo Sweeping, AS Justru Cuek -------------------------------------- detikcom - Jakarta, Aksi sweeping warga AS di Solo banyak dikecam masyarakat. Tapi anehnya pihak AS sendiri terkesan cuek, seperti diakui Atase Pertahanan Kedubes AS Colonel Joseph H Daves. "Itu bukan urusan kami. Itu urusan pemerintah Indonesia," kata Joseph enteng. Dari dalam negeri, kecaman meluncur dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). PKB mengutuk aksi yang mereka nilai sebagai tindakan anarkis itu. PKB juga menuding, sweeping yang digelar Selasa (30/10/2000) kemarin merupakan upaya sistematis untuk menjatuhkan kredibilitas pemerintah RI di mata internasional. "PKB mengutuk keras tindakan pengusiran warga Amerika di Solo," ujar Sekjen PKB Muhaimin Iskandar dalam siaran pers, Rabu (1/11/2000). Menurut Muhaimin, aksi itu merupakan pendustaan terhadap nilai-nilai luhur bangsa. Selengkapnya: http://www.detik.com/peristiwa/2000/11/02/2000112-014415.shtml Ketua GP Ansor: HMI Mesti Rasional, Jangan Melecehkan --------------------------------------------------------------------- Reporter: Blontank Poer detikcom - Jakarta, Ketua Umum GP Ansor Saifullah Yusuf dan Sekjen PKB Muhaimin Iskandar menyesalkan aksi demonstrasi HMI Jakarta dan kemarahan warga NU di kantor HMI Surabaya. "HMI mestinya rasional dan tidak melecehkan pribadi seseorang," ujar Saiful. "Saya menyesalkan sikap adik-adik HMI yang seharusnya bisa bertindak rasional dan akhlaqul karimah. Sayang, aksi itu bisa ditafsir melecehkan pribadi seseorang yang dijadikan sebagai pemimpin oleh pihak lain," ujar Cak Ipul, sapaan akrab Ketua GP Ansor yang juga alumni HMI itu kepada detikcom di Kantor GP Ansor, Jl. Kramat Raya, Jakarta Timur, Kamis (2/11/2000) dini hari. Kendati begitu, Saiful juga mengingatkan agar Ansor, Banser dan warag NU tetap menjaga suasana persaudaraan yang telah dicapai dengan semua komponen bangsa. "Warga Ansor, Banser dan NU harus menghindari cara-cara emosional yang mengganggu kebersamaan," ujar Saiful. Selengkapnya: http://www.detik.com/peristiwa/2000/11/02/2000112-053344.shtml "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
