'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''""'
SARI BERITA : Kamis, 23 November 2000
========================================
(*)Keluarga Tommy Berbohong?
Kesimpulan Pemeriksaan Polri
(*)Tiga Strategi Militer Mengambil Alih Kekuasaan
(*)Kapolri akui Tommy masih berpengaruh
(*)Marzuki: Tommy Hilang, Keluarga Cendana Tak Bisa Dihukum
=======================================

Keluarga Tommy Berbohong?
Kesimpulan Pemeriksaan Polri
--------------------------------
koridor.com [23 Nov, 5:17] Ada indikasi, keluarga Soeharto berbohong
mengenai raibnya Tommy. Ini merupakan kesimpulan sementara hasil
pemeriksaan yang dilakukan Polri terhadap keluarga Soeharto, seperti
dinyatakan Kepala Korps Reserse Polri, Engkesman R Killef.
Hal itu ia kemukakan kepada wartawan usai melakukan pemeriksaan terhadap
keluarga Soeharto di gedung Korps Reserse Mabes Polri, Jalan Trunojoyo
Nomor 3, Jakarta Selatan, Rabu (22/11) petang.
Tentang melakukan perbuatan berbohong ini, menurut Engkesman, merupakan hak
setiap warga negara. Tidak ada kewajiban tiap warga negara harus jujur.
Kebohongan yang dilakukan keluarga Soeharto, terjadi ketika mereka
mengatakan, Tommy akan menyerahkan diri kepada Kejaksaan Negeri Jakarta
Selatan, tapi hal itu tidak dilakukan.
Lengkapnya:
http://koridor.com/artikel.php/104863/c11848bb9fde680dfceab05ba793ee644/974
941129

Tiga Strategi Militer Mengambil Alih Kekuasaan
------------------------------------------------------
YOGYAKARTA, Mandiri - Jika bangsa Indonesia terus-terusan mempunyai masalah
tanpa menerapkan strategi yang jelas dan mengatasinya, hal itu merupakan
peluang besar bagi militer untuk kembali ke politik. Bahkan bukan tak
mungkin TNI akan membangkang dan menyimpang dari peraturan-peraturan yang
ada. Ada tiga strategi militer yang disiapkan untuk mengambil alih
kekuasaan.
Demikian ditegaskan anggota Komnas HAM yang punya latar belakang karir
militer Brigjen (purn) Syamsuddin saat jadi pembicara dalam Semiloka
`Reposisi TNI/Polri Dalam Hukum` yang diselenggarakn oleh Fakultas Hukum
Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, di Hotel Radisson Yogyakarta, kemarin.
"Apakah melihat kondisi seperti sekarang ini TNI akan terus tinggal diam?"
tanya Syamsuddin.
Dijelaskannya, meski sekarang ini telah ada tap MPR No 5 tahun 1999 yang
membatasi gerak TNI dalam pemerintahan, namun hal itu bisa saja dilanggar
jika keadaan memaksa. Artinya, jika TNI melakukan pembangkangan maka hal
itu tidak bisa disalahkan.
Lengkapnya:
http://www.mandiri.com/?826773713172877878858681849108807189854338312018252
726

Kapolri akui Tommy masih berpengaruh
------------------------------------------
satunet.com - Kapolri Jenderal Polisi S Bimantoro yakin Tommy Soeharto
masih berada di dalam negeri, sehingga ia optimistis cepat atau lambat
buron kepolisian itu akan tertangkap.
Hal itu diungkapkan Kapolri di Semarang, Rabu sebagaimana dilansir Harian
Suara Merdeka terbitan Kamis ini.
Namun Bimantoro mengakui pihaknya kesulitan memburu anak bungsu bekas
penguasa Orde Baru itu. Kesulitan muncul karena Tommy tak seperti orang
umum yang lain. Selain memiliki banyak uang juga banyak kawan. Selain itu
sebagai bekas anak penguasa, Tommy masih mempunyai pengaruh cukup kuat.
Disinggung soal pemeriksaan terhadap seorang jaksa berkaitan dengan
kaburnya Tommy, Bimantoro membenarkan telah memeriksa seorang jaksa di
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Namun jaksa tersebut diperiksa hanya
sebagai saksi.
Lengkapnya: http://satunet.com/artikel/isi/00/11/23/34655.html

Marzuki: Tommy Hilang, Keluarga Cendana Tak Bisa Dihukum
-----------------------------------------------------------------
detikcom - Jakarta, Keluarga Cendana bisa sedikit bernafas lega. Pasalnya,
walau Tommy buron, Jaksa Agung Marzuki Darusman menjamin mereka tak akan
diproses secara hukum. Marzuki mengaku bisa memahami keluarga Cendana akan
selalu melindungi Tommy.
Penegasan itu dikatakan Marzuki usai mengikuti rapat kerja dengan Komisi II
DPR di gedung Nusantara DPR, Jl. Gatot Subroto, Jakarta. Rapat itu sendiri
baru berakhir pukul 01.00 WIB, Kamis (23/11/2000).
Walau mereka melindungi Tommy, namun Marzuki mengatakan untuk keluarga
Cendana memang ada pengecualian. "Sehingga mereka tidak bisa diproses
secara hukum," jelas Kiki, panggilan akrabnya.
Ketika dikejar wartawan, bila nantinya keluarga Cendana terbukti melindungi
Tommy, Kiki tak menjawab tegas. "Ya, tetap ada pengecualian," ujar Kiki
singkat.
Lengkapnya: http://www.detik.com/peristiwa/2000/11/23/20001123-071356.shtml
+++++++++++++++++++++++++++++

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke