'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''""'
SARI BERITA : Jumat, 24 November 2000
========================================
<>  Massa Pro dan Anti Gus Dur Bentrok
<> Tommy Soeharto Ada di Banten?
<> Amin: Usul Memorandum dari DPR, Rasional
<> Pistol Mamiek dari Soeharto
<> Masnuh Akui Terima Dana Sultan Brunei
<> Pakai SI Turunkan Gus Dur
<><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><>

Massa Pro dan Anti Gus Dur Bentrok
Janji Besok Akan Ada "Perang" Besar
-----------------------------------------
eramuslimcom , Jakarta - Bentrokan massal antara kelompok yang pro dan anti
Gus tak dapat dihindari. Kedua kelompok massa yang semula bersiap-siap
pulang itu, karena lepas dari penjagaan aparat saling lempar batu. Seperti
anak-anak sekolah, kedua kelompok massa itu melakukan tawuran batu hingga
aparat pun terkena. Dengan menggunakan tembakan gas air mata, akhirnya
aparat berhasil membubarkan massa demonstran.
Awalnya, massa pro Gus Dur sudah mulai bergerak menuju pintu luar. Mereka
berniat akan pulang. Tapi pada saat bersamaan massa anti Gus Dur yang telah
usai sholat Ashar, sedikit demi sedikit kembali ke tempat semula dan jumlah
mereka kian banyak. Karena longgar penjagaaan aparat keamanan, terjadi
saling ejek antar kedua kelompok.
Selengkapnya: http://home.eramuslim.com/?mod=20001123171130

Tommy Soeharto Ada di Banten?
------------------------------------
Jakarta -- Setelah tiga minggu pencarian Tommy tak kunjung ditemukan, kabar
keberadaan terpidana dalam kasus Goro-Bulog itu kali ini tak jauh-jauh.
Putra bungsu Soeharto tersebut ditengarai ada di Banten. Begitulah kata
Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan Antasari Azhar di depan Komisi II
DPR, semalam. Benarkah?  Antasari mengatakan bahwa Tommy Soeharto kini
masih berada di wilayah Propinsi Banten. Menurut penuturannya, informasi
keberadaannya didapat dari masyarakat yang memberitahu pada kejaksaan.
Bahkan, "Tempatnya sudah dikepung kejaksaan," katanya.
Dalam rapat kerja Komisi II DPR RI dengan Kejaksaan Agung yang dipimpin
Amin Aryoso, Antasari juga mengatakan, kalau dirinya tak harus menghadiri
rapat dengan dewan, pihaknya mungkin sudah berada di Banten. "Saya
seharusnya ada di salah satu wilayah di Banten untuk menyelidiki keberadaan
Tommy yang menurut informasi yang datang pada kami tengah bersembunyi di
sana," ujar Antasari di tengah rapat kerja itu di Gedung DPR/MPR, Senayan,
Jakarta.
Selengkapnya: http://www.berpolitik.com/article.pl?sid=100/11/23/0239221

Usul Memorandum dari DPR, Rasional
-----------------------------------------
JAKARTA-Ketua MPR Amien Rais berpendapat, rencana pengajuan memorandum DPR
yang dipelopori oleh beberapa anggota Dewan, merupakan hal yang cukup
rasional. Kendati demikian, Ketua Umum PAN ini mengatakan, tidak ingin
terjebak pada penilaian yang isinya memperkuat atau memperlemah upaya
tersebut.
Dia hanya mengharapkan dalam menyikapi memorandum tersebut tidak perlu
emosional, karena memorandum itu sudah jelas poin-poinnya. "Karena itu,
terserah pimpinan DPR dan masyarakat, memorandum itu benar atau tidak.
Kalau betul apa boleh buat. Tapi kalau nggak betul ya tentu tak dilanjutkan
lagi," katanya, saat menjawab pertanyaan pers di gedung DPR Kamis kemarin.
Dia tidak mempersoalkan asal-usul munculnya gagasan membuat memorandum
tersebut, apakah hal itu dari forum curah pendapat atau tuntutan mahasiswa,
LSM, ulama, dan sebagainya. Yang terpenting, apakah proses itu bisa masuk
dalam agenda resmi DPR atau tidak.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0011/24/nas5.htm

Pistol Mamiek dari Soeharto
-------------------------------
DATANG DI MABES:Siti Hutami Endang Adiningsih, alias Mamiek Soeharto
didampingi kuasa hukumnya Juan Felix Tampubolon, tiba di Mabes Polri. Putri
mantan presiden Soeharto itu dipanggil Mabes Polri sebagai tersangka dalam
kasus kepemilikan senjata api ilegal. Namun Mamiek mengaku tak memiliki
surat hibah atas senjata itu. Senjata hibah itu sejenis pistol NAA kaliber
22. Mamiek tak memiliki surat izin kepemilikan senjata api (IKSA) dan surat
hibah sehingga dianggap bermasalah.
Saat diinterograsi sebelumnya, kata Kadispen Mabes Polri Brigjen Pol Saleh
Saaf, di Jakarta, Kamis, Mamiek mengaku surat itu terselip dan hilang.
Namun kepolisian terus meneliti kebenaran pengakuan itu.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0011/24/nas2.htm

Masnuh Akui Terima Dana Sultan Brunei
--------------------------------------------
Jakarta-RoL--Saksi H Masnuh yang disebut sebagai bendahara Presiden
Abdurrahman Wahid mengakui dana dari Sultan Brunei sebesar dua juta dolar
masuk ke rekeningnya. Tapi dia membantah terlibat kasus Bulog, terutama
dikaitkan dengan pertemuan di Jl Irian seperti dikatakan Saleh Sofyan.
''Intinya masalah Brunei ini hanya satu, aliran dana itu bukan ke Gus Dur
(Abdurrahman), tapi ke H Masnuh. Begitu tidak ke Gus Dur apa persoalannya.
Dari H Masnuh dana itu disalurkan ke LSM,'' papar Indra Sahnun Lubis seusai
mendampingi H Masnuh dalam Rapat tertutup Pansus di Jakarta, Kamis
(23/11/00).
Menurutnya, kucuran dana itu berawal dari Ario Wowor yang datang ke Brunei
Oktober tahun lalu. Di Brunei Ario menjelaskan tentang kondisi di Tanah
Air, termasuk ACeh. Dua bulan kemudian, Pen Hin (orang Brunei) menelepon
untuk menerima bantuan dana tersebut. ''Itu yang dilaporkan ke Gus Dur,''
ujar Indra Lubis.
Selengkapnya:
http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=12063&kat_id=23

Pakai SI Turunkan Gus Dur
------------------------------
koridor.com [24 Nov, 1:03] Pakar politik Universitas Gajah Mada-UGM, Prof
Dr Ichlasul Amal, MA, menegaskan, untuk menurunkan Gus Dur dari jabatannya
sebagai Presiden Republik Indonesia dan kemudian mengangkat Megawati dalam
jabatan itu, sebaiknya menggunakan mekanisme Sidang Istimewa-SI MPR RI.
Kepada wartawan di kampus UGM, Kamis (23/11), Rektor UGM ini mengemukakan,
itu merupakan cara yang konstitusional. Untuk melangkah ke SI MPR RI itu,
lanjutnya, para anggota MPR RI bisa memanfaatkannya lewat Sidang Tahunan-ST
MPR RI.
Lebih lanjut Guru Besar Fakultas Isipol UGM ini menjelaskan, secara
konstitusional untuk menurunkan Gus Dur dan menaikkan Megawati harus
melalui mekanisme sidang MPR RI. "Apakah itu Sidang Istimewa atau Sidang
Tahunan yang kemudian berubah menjadi Sidang Istimewa," katanya.
Selengkapnya:
http://www.koridor.com/artikel.php/104912/ed72e01197b5f42df80f1ee39a00066c4
/975021259

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke