'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''""''''' SARI BERITA : Sabtu, 16 September 2000 ===================================== <>Kelompok di Balik 'Bom BEJ' Bila Kasus HMS Diusut, Mereka Terkuak <>Duh, Gereja Dibakar di Citayam <>Pendeta Silitonga Sempat Dipukuli <>Habib Ali Baagil: "Saya Beri Waktu Gus Dur Tiga Hari" +++++++++++++++++++++++++++++++ Kelompok di Balik 'Bom BEJ' Bila Kasus HMS Diusut, Mereka Terkuak -------------------------------------------------- koridor.com [16 Sep, 7:47] Di balik peledakan bom di Gedung Bursa Efek Jakarta ada kepentingan kelompok besar. Ini melibatkan sebuah jaringan anasir militer, sipil, polisi, jaksa, dan elite politik masa lampau yang berhubungan dengan peradilan mantan Presiden HM Soeharto (HMS). Hal tersebut diungkapkan pengamat politik militer MT Arifin, di Jakarta, Jumat. Menurut Arifin, kejadian tersebut bukan hanya soal kepentingan militer. Tetapi persoalan besar dengan keterlibatan sekelompok orang yang memiliki kepentingan besar dan mereka terlibat dalam persoalan-persoalan yang sekarang ini mulai diungkap. Kalaupun ada anasir militer di dalamnya, menurut Arifin, ini karena militer sebagai alat, yang melakukan pressure terhadap publik. Yaitu dengan langkah-langkah yang dianggap memadai dari sudut militer atau sudut kekerasan. Mengenai kemungkinan terlibatnya pendukung HMS dalam pengeboman di Ibu Kota akhir-akhir ini, menurut Arifin, jawabannya bisa iya dan bisa juga tidak. Namun, kemungkinan lain adanya jaringan yang merasa berkepentingan membela bekas orang kuat pemerintahan Orde Baru tersebut. Lengkapnya: http://koridor.com/artikel.php3?token=825f377f01e0f42ccf742f7da16c70711&in_ no=101444 Duh, Gereja Dibakar di Citayam -------------------------------------- detikcom - Jakarta, Warga sekitar Kampung Kali Putih, Kecamatan Citayam, Bogor dikejutkan oleh terbakarnya sebuah gereja yang akan diresmikan, Sabtu (16/9/2000) besok. Mendadak datang sekelompok massa berpakaian putih-putih yang dengan beringas membakar gereja tersebut. Duh! Menurut informasi yang berhasil dikumpulkan detikcom, hingga pukul 23.30 WIB, Jum'at (15/9/2000), sebagian bangunan gereja milik Gereja Pemberita Injil (GPI) itu sudah hangus terbakar. Pendeta Silitonga, yang menjaga gereja tersebut, kelihatan panik. Dengan menggunakan pengeras suara, ia berusaha menghentikan aksi massa yang membakar secara membabi buta. Namun massa sudah tak terkendali. Hingga berita ini dilaporkan, massa berangsur mulai membubarkan diri. Api yang sempat membara dikabarkan sudah bisa dipadamkan. Aparat keamanan pun belum menahan seorang pun pelaku pembakaran. (Sumber: Detik.com) Pendeta Silitonga Sempat Dipukuli ----------------------------------------- detikcom - Jakarta, Malang nian nasib Parlin Silitonga. Bukan cuma gerejanya yang dibakar massa yang mengamuk, namun dirinya juga sempat dianiaya. Massa yang marah sempat memukulinya, ketika pendeta itu ingin mencegah massa melempari batu ke gerejanya. Hal diutarakan istri pendeta Parlin Silitonga kepada detikcom, Sabtu (16/9/2000) pukul 01.30 WIB. Ia mengaku terkejut ketika tepat pukul 19.00 WIB, rumah mereka yang merangkap gereja di Jl. Tengah, Kampung Kaliputih, Citayam, tiba-tiba didatangi sekitar 200 orang yang berpakaian putih-putih. Tanpa ba bi bu, jelas dia, massa tersebut langsung melempari gereja yang bernama Gereja Pentakosta Indonesia (bukan Gereja Pemberita Injil seperti diberitakan sebelumnya-red) dengan batu. Mendengar suara riuh dan kaca pecah, pendeta dan istrinya itu langsung keluar. Lengkapnya: http://www.detik.com/peristiwa/2000/09/16/2000916-022631.shtml Habib Ali Baagil: "Saya Beri Waktu Gus Dur Tiga Hari" --------------------------------------------- TEMPO Interaktif, Jakarta: Habib Ali Baagil memberi waktu tiga hari kepada Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) untuk mengklarifikasi tuduhannya atau menyampaikan permintaan maaf, baik secara pribadi atau melalui media massa. Permintaan ini berkaitan dengan pernyataan Gus Dur saat dialog Jumat, Jumat (15/9) siang di Masjid Al-Musyawarah, Kelapa Gading, Jakarta. Gus Dur menuduh Habib Ali sebagai dalang terjadinya peristiwa pengeboman Gedung BEJ, Rabu (13/9) lalu. Bahkan, Gus Dur pun telah memerintahkan untuk menangkap Habib Ali bersama Tommy Soeharto. Putra bungsu Soeharto ini juga diduga menjadi dalang pengeboman. Menurut Habib Ali, pernyataan Gus Dur telah mencemarkan nama baiknya. Kepada TEMPO Interaktif yang berkunjung ke rumahnya Jumat (15/9) malam, ia menegaskan bahwa jika Gus Dur tidak mengklarifikasi masalah ini dalam waktu tiga hari, para Habib dan jemaahnya akan balik menyerang. Bahkan, Front Pembela Islam (FPI) sudah siap menyerang istana. FPI siap berhadapan dengan massa Banser. Penegasan itu dibenarkan Ketua FPI, Al-Habib Rizieq Shihab. Kepada TI melalui telepon, ia menyatakan siap mendukung Habib Ali. "Ini adalah pencemaran nama baik, kami ingin Gus Dur melakukan klarifikasi kepada masyarakat," katanya. Akibat tuduhan Gus Dur itu, Habib Ali mengatakan, orang tuanya yang berada di Tegal jatuh sakit. "Saya kecewa, Gus Dur itu sahabat saya selama enam tahun. Dia sering datang minta didoakan. Tapi ini balasan darinya, saya kecewa betul," ujarnya. (Sumber: Tempo.co.id) +++++++++++++++++++++++++++ "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
