'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''"
SARI BERITA : Rabu, 20 Desember 2000
======================================
<> Gus Dur: Aceh Boleh Merdeka dalam NKRI
<> Pos Brimob di Pidie diserang
<> Akbar: Kehadiran Gus Dur Tidak Optimal
<> Amien Rais Disambut Unjuk Rasa
<> Ratusan Pengungsi Kotawaringin
   Kembali Ke MaduraBanjarmasin,
><*><*><*><*><*><*><*><*><*><*><*><*><*><*><*><

Gus Dur: Aceh Boleh Merdeka dalam NKRI
-----------------------------------------------
Banda Aceh, 19 Desember
Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menyatakan, selama ini terjadi
kekeliruan dalam menerjemahkan arti persatuan, yakni dengan meniadakan
perbedaan. Seharusnya Bangsa Indonesia tetap memelihara persatuan tapi
tidak perlu satu langkah. Dalam pidatonya di hadapan ratusan umat Islam
dalam peringatan Nuzulul Quran di Mesjid Baiturrahman Banda Aceh, Selasa
(19/12), Gus Dur sempat mengakui pula, dirinya diminta oleh pihak keamanan
untuk memakai baju antipeluru, terkait situasi keamanan Banda Aceh yang
memanas menjelang kunjungan sehari Kepala Negara. ''Sebagai profesional
saya harus mengikuti saran dari pihak keamanan. Dan saya sekarang memakai
baju antipeluru,'' ujarnya. Selanjutnya Gus Dur mengatakan, perbedaan
langkah diakui dalam Al Quran. ''Sekarang mari kita akui hal itu, dan
kembali ke UUD 1945 yang juga mengakuinya. Memelihara persatuan tapi tidak
perlu satu langkah, ada seperti Aceh yang menjalankan syariah Islam.
Ditekankan, Aceh harus tetap menjadi negara yang merdeka, dalam lingkungan
Negara Kesatuan RI,'' tegasnya. Menurutnya, bila tuntutan serupa muncul
untuk Provinsi Irian yang menghendaki prinsip kekristenan atau Bali yang
menghendaki dijalankannya prinsip kehinduan. ''Kalau mau itu, sudah ada
dalam Pacasila mengenai nilai-nilai dan cara hidup. Jadi tidak perlu pakai
penyebutan. Khusus untuk Aceh, karena sudah telanjur dalam UU. Mau
diapain?'' ujarnya.
http://www.suarapembaruan.com/News/2000/12/19/index.html

Pos Brimob di Pidie diserang
-------------------------------
satunet.com - Pos Komando (Posko) Brimob di Keude Ulim, Pidie, Senin malam
diserang sekelompok sipil bersenjata. Dalam kontak senjata sekitar 20 menit
itu tak ada korban jiwa baik dari pihak penyerang maupun pihak lawan.
Sementara itu, seorang pegawai Telkom Meureudu, kritis setelah ditembak
aparat. Serambi Rabu ini melaporkan, penyerangan terhadap Posko Brimob itu
terjadi sekitar pukul 21:15 WIB. Bunyi rentetan senjata sangat mengejutkan
warga sekitarnya. Masyarakat yang baru saja usai melaksanakan shalat
Tarawih terpaksa bergegas menyelamatkan diri.Kapolres Pidie, Heru Budi
Ersanto tak bisa dikonfirmasi atas kasus ini. Sumber dari aparat di
Kecamatan Ulim mengakui ada aksi penyerangan Posko Brimob. Sejauh itu, kata
sumber yang tak ingin ditulis namanya itu menyebutkan, tak ada anggota BKO
yang terkena peluru.[anr]
http://satunet.com/artikel/isi/00/12/20/37204.html

Kehadiran Gus Dur Tidak Optimal
------------------------------------------
koridor.com [20 Dec, 3:44] Ketua DPR Akbar Tandjung menilai kehadiran
Presiden Abdurrahman Wahid di Banda Aceh sebagai tidak optimal, karena
tidak melakukan dialog langsung dengan masyarakat di Serambi Mekah itu.
"Gus Dur kan paham akan agama, jika terjadi dialog antara dia dan
masyarakat Aceh, maka Presiden bisa menarik banyak manfaat untuk mengenal
rakyat Aceh secara lebih mendalam," katanya kepada pers di Gedung MPR/DPR,
Selasa (19/12). Searah dengan pendapat Akbar, Wakil Ketua Fraksi Reformasi
Hatta Taliwang menilai kehadiran Gus Dur di Aceh tidak berbuah apa-apa.
Demikian Media.
"Misi ini gagal total karena Gus Dur tidak menyempatkan diri untuk
melakukan dialog dengan para tokoh masyarakat Aceh. Kalau hanya datang
memberi ceramah lalu pulang, ya tidak ada gunanya. Itu berarti misinya ke
Aceh gagal," kata Hatta. Dia menambahkan, "Kalau hanya basa-basi dan tidak
ada substansi yang dibicarakan bersama orang Aceh, ngapain ke sana? Itu
hanya menambah kekecewaan saja," ungkapnya.
http://koridor.com/artikel.php/106066/5d7e94fbe50cc19f592511c61ffc45704/977
267425

Amien Rais Disambut Unjuk Rasa
------------------------------------
Minahasa, LippoStar
Kedatangan Amien Rais ke Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Selasa
(19/12), mendapatkan "penolakan" dari ratusan generasi muda yang melakukan
aksi unjuk rasa. Amien Rais yang menyatakan kunjungannya ke Sulut bukan
membawa kapasitas sebagai Ketua MPR-RI maupun Ketua Partai Amanat Nasional
(PAN), walaupun mendapatkan penolakan dari generasi muda setempat, tetap
melakukan dialog dengan tokoh masyarakat di daerah itu, bertempat di aula
Kantor Bupati Minahasa di Tondano. Dalam orasi para pengunjuk rasa
menentang kehadiran Amien Rais di Minahasa, karena mereka menuding yang
bersangkutan berada dibelakang keberadaan laskar jihad yang melakukan aksi
kekerasan di Ambon dan Halmahera. Soal laskar jihad memang menjadi salah
satu isi orasi para pengunjuk rasa, disamping mempertanyakan kehadiran
Amien Rais di tugu Monas berkaitan dengan pertemuan sejuta umat. Sementara
itu, Amien Rais ketika berdialog dengan tokoh masyarakat Sulut di ruang
Huyula Kantor Gubernur di Jalan 17 Agustus Manado, Senin (18/12), secara
tegas mengatakan ia tidak menyetujui keberadaan laskar jihad yang melakukan
berbagai aksi kekerasan. "Secara pribadi, kelembagaan maupun finansial,
saya tidak menyetujui laskar jihad itu," tegas Amien Rais menjawab
pertanyaan peserta dialog sekaligus mengklarifikasi berbagai tudingan.(Ant)
Dikutip dari: http://www.lippostar.com

Ratusan Pengungsi Kotawaringin
Kembali Ke MaduraBanjarmasin,
-----------------------------------
LippoStar Ratusan pengungsi, korban kerusuhan massa di Kereng Pangi,
Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan
Tengah yang sempat mengungsi beberapa hari di Mapolda setempat, di Palangka
Raya, akhirnya memilih "bedol desa" kembali ke Madura, JawaTimur.Dari
Banjarmasin, Selasa malam dilaporkan, sebanyak 312 pengungsi, diantaranya
satu bayi berusia lima hari, yang semula belum jelas untuk bisa berangkat
seluruhnya, namun atas berbagai upaya akhirnya seluruh rombongan tersebut
bisa naik KM Marina dari pelabuhan Trisakti menuju Tanjung Perak Surabaya.
Keberhasilan seluruh rombongan tersebut berangkat menggunakan jasa angkutan
laut yang terbatas itu, berkat pengertian penumpang umum lain yang memberi
kesempatan kepada para pengungsi korban kerusuhan massa di Kereng Pangi
yang kesemuanya tampak dengan wajah cemas dan penuh harap. Rombongan
pengungsi kerusuhan massa yang bernuansa etnis itu berangkat dari Palangka
Raya, ibukota Kalteng Selasa sekitar pukul 10.00 WIB, dikawal polisi dan
sampai di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Selasa sore sekitar pukul 17:30
Wita, kemudian sekitar pukul 22.00 Wita mereka berangkat naik KM
Marina.Dalam pengungsian meninggalkan bumi "Tambun Bungai" itu, mereka
menumpang tujuh unit truk, satu unit kijang dan satu colt, seluruhnya
kendaraan milik pengungsi itu, yang juga akan dibawa pulang ke Madura.
Kendaraan pengungsi yang dikawal mobil patroli polisi Polres Kapuas itu,
juga membawa aneka barang kebutuhan keluarga, yang tampak menumpuk di bak
truk, termasuk sepeda motor, sepeda pancal dan perabotan dapur. Warga
Kereng Pangi itu mengungsi di Mapolda Kalteng sejak Minggu (17/12), setelah
menjadi sasaran amuk massa warga setempat, yang melakukan pengrusakan dan
pembakaran rumah, menyusul tindak kriminal, yakni pembunuhan terhadap
seorang warga setempat oleh tiga warga pendatang. Warga setempat kemudian
menyisir pemukiman warga pendatang di sekitar Kereng Pangi, Kotim, untuk
mencari ketiga pembunuh warga asli itu, namun kemudian meluas menjadi aksi
perusakan dan pembakaran rumah. Selengkapnya:
http://www.lippostar.com/img/lol.dll/lippo/en/channel/news/news_detail.jsp?

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke