'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''"
SARI BERITA : Senin, 8 Januari 2001
======================================
<> Ramai-Ramai Doakan Gus Dur
<> Forum Langitan: Tindak Tegas Pelaku Teror Bom
<> Polda Periksa Staf Ahli MUI
<> Wapres Kecam Pemaki Pemerintah
     Tidak Memahami Sulitnya Menata Bangsa
<> Umat Islam Alami Kemunduran Drastis
<> Bom Kejutkan Pertemuan Tokoh Agama Lombok
````````````````````````````````````````

Ramai-Ramai Doakan Gus Dur
--------------------------------
Jakarta -- Memasuki tahun 2001, Presiden Abdurrahman Wahid terus menampakan
keoptimisannya membawa Indonesia sampai tahun 2004. Bahkan kalau perlu dua
kali menjadi presiden berturut-turut. "Kita doakan Gus Dur harus mampu
menjadi presiden untuk dua periode," demkian doa yang disampaikan KH Muslim
Imampuro (Mbah Liem).
Doa itu disampaikan oleh KH Muslim Imampuro atau sering dipanggil Mbah Liem
dalam acara halal bi halal antar Kiai NU dan Kapolda Jatim di Pesantren
Langitan, Tuban, Jawa Timur.
Mbah Liem juga meminta para pendukung Gus Dur khususnya warga NU harap
tenang dan sabar serta mendoakan Gus Dur untuk memimpin bangsa Indonesia
supaya lebih baik lagi.
"Kita doakan Gus Dur mampu membawa Indonesia lebih baik lagi, dia harus
mampu menjadi presiden untuk dua periode. Kalau turun, Indonesia akan
hancur," kata Mbah Liem yang juga pengasuh Pesantren Pancasila Sakti,
Klaten, Jateng itu. Selengkapnya:
http://www.berpolitik.com/article.pl?sid=101/01/08/0743243

Forum Langitan: Tindak Tegas Pelaku Teror Bom
-----------------------------------------------------
Langitan, LippoStar
Berbagai aksi teror dan peledakan bom yang terjadi di beberapa daerah
akhir-akhir ini dinilai sangat meresahkan masyarakat. Aparat penegak hukum
dan keamanan diharapkan untuk tidak ragu melakukan tindakan tegas kepada
para pelakunya agar peristiwa itu tidak terulang lagi.
Demikian salah satu hasil rekomendasi dari pertemuan forum ulama Jawa Timur
di Pondok Pesantren Langitan, Widang, Tuban, Jatim, Minggu (7/1).
Rekomendasi disampaikan oleh juru bicara forum Langitan sekaligus Pengasuh
Ponpes Langitan, KH Abdullah Faqih.
Hadir dalam pertemuan tersebut diantaranya KH Abdullah Faqih (tuan rumah),
KH Idris Marzuqi (Ponpes Lirboyo Kediri), KH Muslim Imam Puro (Mbah Liem),
Lora KH Kholil As'ad dan KH Fawaid As'ad (Situbondo), KH Zarkasyi, KH
Masduqi Mahfudh, KH Yusuf Muhammad dan juga Ketua PBNU KH Hasyim Muzadi.
Selengkapnya:
http://www.lippostar.com/img/lol.dll/lippo/en/channel/news/news_detail.jsp

Polda Periksa Staf Ahli MUI
-------------------------------
Reporter: Nurul Hidayati
detikcom - Jakarta, Kasus enzim babi Ajinomoto terus bergulir. Senin
(8/1/2001), Polda Metro Jaya dijadwalkan memeriksa seorang staf ahli
Majelis Ulama Indonesia (MUI). Pihak MUI sendiri mengaku siap memberikan
keterangan
soal itu. Belum diketahui siapa staf ahli MUI yang akan diperiksa tersebut.
Yang
jelas, Kaditserse Polda Metro Jaya Kombes Harry Montolalu, mengatakan, staf
ahli itu bergelar profesor dan bertugas di laboratorium meneliti kandungan
Ajinomoto. Sekretaris MUI, Dr Din Syamsudin, menyatakan siap membantu
kepolisian dalam menyidik kasus menghebohkan itu.
Seperti diketahui, MUI telah mengeluarkan fatwa yang isinya mengharamkan
vetsin Ajinomoto karena mengandung enzim babi. PT Ajinomoto Indonesia pun
sudah 'habis-habisan' gara-gara kena kasus itu. Sebanyak 6 petinggi
perusahaan itu, termasuk 2 bos asal Jepang, ditahan polisi Jawa Timur dan
Jakarta. Mereka terdiri dari presdir dan wakilnya, serta 4 orang manajer.
Selengkapnya: http://www.detik.com/peristiwa/2001/01/08/200118-040444.shtml

Wapres Kecam Pemaki Pemerintah
Tidak Memahami Sulitnya Menata Bangsa
---------------------------------------------
koridor.com [8 Jan, 4:15] Wapres Megawati Soekarnoputri mengecam keras
pihak-pihak yang selama ini mencaci maki pemerintah. Pihak yang mencaci
maki pemerintah tidak memahami sulitnya menata bangsa yang rusak akibat
masa
lalu. "Di mana kejernihan pikiran mereka, saya tidak habis pikir," katanya
di
Kuala Lumpur, Minggu (7/1) malam, ketika bertatap muka dengan warga
Indonesia yang tinggal di ibu kota Malaysia tersebut, seperti dilaporkan
Media. Pada kesempatan itu Megawati mencontohkan dirinya ketika menerima
hasil
Sidang Umum MPR 1999. Pada Sidang Umum MPR itu, dirinya tidak terpilih
menjadi presiden, padahal partainya, PDIP, mendapat suara terbanyak dalam
Pemilu 1999. "Tapi saya tidak berontak," katanya.
Megawati mengatakan, "Saya bilang kepada warga PDIP yang saat itu marah,
kita kali ini tidak bisa maksimal, tetapi masih ada lain hari."
Selengkapnya:
http://www.koridor.com/artikel.php/106776/c43dd1bbf292567109c5c039718d8cd34
/978915845

Umat Islam Alami Kemunduran Drastis
------------------------------------------
Mataram (Bali Post) -
Umat Islam mengalami kemunduran yang sangat drastis karena tidak ada lagi
yang mau belajar. Kalau dulu lahir Ibnu Khaldun, kini tidak lahir
siapa-siapa. Justru di Indonesia hanya melahirkan provokator dan tukang
kibul. Hal itu dikemukakan Rektor Universitas Gunung Rinjani (UGR) Moh. Ali
B. Dahlan, S.H., MBA, ketika membuka seminar Teologi Islam pada
halalbihalal di UGR, Selong, Minggu (7/1) kemarin. Acara itu merupakan
kerja sama Sema
UGR dan HMI Cabang Selong. Menurut Ali, dahulu Islam maju karena belajar
dengan tekun. Kini justru
umat Islam tidak banyak belajar sehingga mengalami kemunduran. Hal tersebut
bertolak belakang dengan hadis yang mengatakan bahwa yang diangkat
derajatnya di depan Allah adalah mereka yang berilmu dan beriman. Hadis
tersebut justru lebih diamalkan umat nonmuslim sehingga mereka lebih maju.
Rasa malas untuk belajar di kalangan umat muslim sudah menggerogoti
sendi-sendi kehidupan. Padahal konsep umat Islam belajar dan bekerja itu
sangat ditekankan seakan-akan dengan belajar hidup ini dilalui untuk
selamanya. Di samping itu, ditekankan pula untuk beribadah seolah-olah akan
mati esok hari.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2001/1/8/NT2.htm

Bom Kejutkan Pertemuan Tokoh Agama Lombok
----------------------------------------------------------------------
MATARAM, Mandiri- Ledakan bom yang mengejutkan masyarakat Lombok, Sabtu
(6/1) malam sekitar pukul 22.00 Wita, terjadi di Desa Bajur, Kecamatan
Labuapi, Lombok Barat (NTB), ketika sedang berlangsung pertemuan antartokoh
masyarakat dan agama yang bertikai dari Bajur, Parampuan Timur dan Bongor
di Mataram. Pertemuan tokoh masyarakat dan agama dari Bajur, Bongor dan
Parampuan Timur
tersebut berlangsung di Kantor Pemerintah Kabupaten Lombok Barat yang
dihadiri Bupati Iskandar, Ketua DPRD Siradip dan anggota Muspida lainnya.
Saat pertemuan tersebut sedang berlangsung, Kepala Desa Bajur, Ahmad
menerima telepon dari warganya bahwa telah terjadi peledakan bom di sekitar
rumah warganya, A Rasyid. Ahmad mengatakan, ledakan bom yang terjadi
sekitar pukul 22.00 Wita tersebut mengakibatkan rumah A. Rasyid rusak,
namun tidak
ada korban jiwa. "Warga Bajur kini menjadi resah akibat ledakan bom
tersebut dan saya harus
menenangkan masyarakat," katanya. Pertemuan antartokoh masyarakat dan agama
yang dipimpin Bupati Lombok Barat tersebut kelihatan `kacau`, setelah
mendengar ada ledakan bom di Desa Bajur. Karena peserta pertemuan kelihatan
tidak tenang akhirnya Bupati Iskandar mengakhiri pertemuan tersebut sekitar
pukul 22.30 Wita. Selengkapnya:
http://www.mandiri.com/?826773713172877878858681849108807189854338312225192
726

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke